Di salah satu WAG saya yang anggotanya ratusan dan diskusinya bisa ngalor ngidul tiba-tiba muncul komentar nylekit: Sejak kapan omongan Jokowi bisa dipercaya?
Sebetulnya saya sudah bosan ngomongin soal Jokowi tapi pertanyaan tersebut benar-benar bikin saya kasihan sama yang bertanya. Apakah ia tinggal di Antartika atau Kepulauan Solomon sampai ia tidak tahu fakta tentang Jokowi? 😁
Jadi saya jawab saja…
– Sejak dulu sampai sekarang orang percaya pada kata-kata Jokowi. Itu sebabnya beliau dipercaya oleh PDIP untuk menjadi calon Walikota Solo dulu pada tahun 2005. Karena beliau dipercaya rakyat Solo maka beliau bisa jadi Walikota Solo DUA KALI. Dua kali beliau dipercaya oleh warga Surakarta untuk jadi walikota mereka…!
Lalu ketika ada pemilihan gubernur di DKI beliau dipercaya oleh PDIP lagi untuk maju jadi Gubernur DKI. Karena warga DKI percaya pada beliau maka beliau terpilih menjadi Gubernur DKI pada tahun 2012. Seandainya PDIP waktu itu mencalonkan Hasto ya mungkin tidak akan terpilih. Lha wong sekarang saja meski Hasto semakin populer belum tentu akan dipilih kalau nyalon jadi gubernur. 😁
Baru dua tahun jadi Gubernur DKI tiba-tiba beliau dipercaya untuk amanah yang lebih besar. Karena kepercayaan masyarakat Indonesia semakin besar pada beliau maka beliau didorong untuk menjadi Presiden Indonesia. Pada akhirnya, beliau dicalonkan sebagai calon dari PDI-P pada pemilihan presiden tahun 2014.
Pada tahun 2019 beliau kembali memenangkan pilpres sehingga menjadi Presiden Indonesia yang kedua kalinya. Jadi beliau jadi presiden Indonesia itu dua periode karena RAKYAT PERCAYA PADANYA.
Sampai sekarang pun kata-kata Jokowi masih sangat dipercaya oleh rakyat.
Lihat saja pilpres yang baru saja berlalu.
Lha wong Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang digadang-gadang lawan politik Prabowo saja kalah telak dari Prabowo dalam sekali putaran. Hanya sekali putaran…! Padahal kita semua tahu bahwa Prabowo itu pernah kalah dua kali lawan Jokowi. Dua kali kalah terus…! Jadi jangankan melawan Jokowi, melawan Prabowo, capres yang sudah dua kali dikalahkan oleh Jokowi saja, mereka tidak mampu menang. 😎
Mengapa Prabowo bisa menang telak?
Karena cawapresnya adalah anaknya Jokowi. Seandainya bukan berpasangan dengan Gibran maka hasilnya mungkin akan berbeda. Seandainya Prabowo tidak mendekat pada Jokowi mungkin mayoritas rakyat juga tidak akan memilih beliau.
Jadi jangankan kata-kata Jokowi. Lha wong Jokowi membiarkan anaknya ikut Prabowo saja rakyat langsung mempercayai Prabowo yang sudah dua kali kalah oleh Jokowi dan dianggap punya cacat dalam HAM di masa lalu.
Jadi pertanyaan di atas menunjukkan bahwa masih ada juga orang-orang yang meski pun fakta sudah jelas-jelas di matanya tapi mereka tetap saja mengingkarinya. Mereka itu disebut DENIAL karena tidak mampu menangani kekecewaannya atas fakta yang berbeda dengan yang diinginkan dan diharapkannya.
Balikpapan, 4 Juni 2024
Satria Dharma