Ada banyak hal menarik dari acara pemakaman kenegaraan bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei di Teheran. Salah satunya yang menarik untuk disorot adalah hadirnya utusan delegasi Arab Saudi.
Delegasi Saudi hadir pada pemakamanan Khamenei di Iran. Delegasinya dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji. Kehadiran ini cukup mengejutkan karena hubungan Riyadh–Teheran masih penuh ketegangan. Sebelumnya, Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah menyampaikan belasungkawa resmi kepada Iran atas wafatnya Khamenei.
Kehadiran ini mengejutkan banyak pihak karena hubungan Saudi–Iran sering tegang dan cenderung bermusuhan, terutama terkait konflik di Yaman, rivalitas sektarian, dan serangan terhadap fasilitas minyak Saudi dalam Perang Iran baru-baru ini. Kehadiran Saudi di pemakaman ini dipandang sebagai gestur diplomatik untuk menjaga hubungan, meski tetap diwarnai pesan keras dari pihak Iran. Apakah ini merupakan sebuah tanda adanya perubahan sikap dari Arab Saudi?
Pada prosesi pemakaman itu sebuah ayat Al-Qur’an dibacakan. Ayat yang dibacakan: Surah Ali Imran ayat 13. “Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran). Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir…”
Ayat itu berasal dari Surah Ali Imran 3:13, yang menceritakan Perang Badar. Dalam perang itu, pasukan Muslim yang jumlahnya sedikit bisa menang melawan musuh yang jauh lebih banyak, karena mereka yakin perjuangan mereka benar. Iran menyampaikan pesan simbolis kepada delegasi Arab Saudi dengan melantunkan Surah Ali Imran ayat 13 saat mereka menghadiri pemakaman Ali Khamenei.
Ayat ini merujuk pada Pertempuran Badr, yang dipahami banyak pihak sebagai pengingat tentang pertarungan antara pasukan beriman dan pasukan kafir, sehingga ditafsirkan sebagai pesan diplomatik yang tegas dari Teheran kepada Riyadh. Banyak pengamat menilai Iran menggunakan ayat ini untuk mengingatkan Saudi tentang posisi mereka dalam konflik regional, seolah menekankan bahwa Iran melihat dirinya sebagai pihak yang berjuang di jalan Allah melawan pihak yang dianggap berseberangan.
Kalau dibaca biasa, ayat itu hanya bagian dari doa. Tapi kalau dilihat sebagai pesan untuk delegasi Saudi, maknanya lebih dalam. Pesannya: kekuatan besar dan dukungan dari negara jauh (AS) tidak menjamin keamanan yang tahan lama. Yang lebih penting adalah berdiri bersama dengan tetangga di kawasan sendiri, yang punya sejarah dan kepentingan jangka panjang yang sama.
Apakah dengan kedatangan utusan khusus langsung dari Arab Saudi ini akan mengubah peta perpolitikan antara kedua negara atau tidak akan sangat menarik untuk kita lihat.
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu). (QS Ali Imran 28)”
Madigondo, 6 Juli 2026
Satria Dharma