Hari ini saya dan istri traveling lagi selama 11 hari dari tanggal 7 Mei s/d 17 Mei. Kali ini ke 3 negara Kaukasus, yaitu Azerbaijan, Georgia, dan Armenia. Kami ikut tur bersama BMM Tour. Ada 25 orang yang ikut dalam tur ini. Tur ini telah kami rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya dan hampir saja gagal karena adanya Perang Iran. Seandainya Perang Iran berkelanjutan maka pasti penerbangan akan terpengaruh. Kebetulan Armenia dan Azerbaijan itu berbatasan langsung dengan Iran Utara. Lagipula terjadi konflik antara Iran dan Azerbaijan baru-baru ini. Konflik antara Azerbaijan dan Iran memanas akibat dugaan serangan drone Iran ke wilayah Nakhchivan, Azerbaijan, pada Maret 2026 yang melukai warga sipil. Azerbaijan menuduh Iran, sementara Teheran membantah dan menuding Israel.
Untunglah ketegangan mengendur dan tidak ada pembatalan penerbangan ke Baku, Ibukota Azerbaijan, sehingga tiket kami juga tidak dibatalkan. Perang juga tidak menjalar ke tiga negara yang akan kami kunjungi tersebut. Beberapa peserta tur ini hampir saja mau memutuskan tidak jadi ikut tur karena ketegangan Perang Iran ini. Maklumlah….! Siapa yang tidak cemas kalau bepergian di daerah konflik. Tapi tentu saja kalau tidak jadi ikut tanpa alasan yang kuat maka tiket yang sudah dipesan jauh-jauh hari oleh travel kami akan hangus dan tidak bisa direfund. Kan ya eman-eman toh… Oh ya…! Biaya tur ini sekitar 33 jutaan/orang sudah termasuk biaya visa dll.
KAUKASUS
Sekedar untuk diketahui, Kaukasus adalah wilayah geografis strategis yang membentang antara Laut Hitam (barat) dan Laut Kaspia (timur), menghubungkan Eropa Timur dan Asia Barat. Wilayah ini mencakup negara Georgia, Armenia, Azerbaijan, dan sebagian Rusia Selatan seperti Chechnya, Dagestan, dan Ossetia.
Wilayah ini dikenal secara historis sebagai titik pertemuan berbagai kekaisaran (Rusia, Ottoman, Persia) dan sering kali mengalami konflik politik, namun saat ini sebagian besar negara di sana telah merdeka.
Tiga negara ini adalah negara kecil kalau dibandingkan dengan Indonesia. Azerbaijan itu hanya 5% besarnya kalau dibandingkan dengan Indonesia (alias cuma 1/20 Indonesia), tapi GDP-nya 1,5 X Indonesia. Penduduknya mungkin kurang dari 11 juta saja. Kira-kira sama banyaknya dengan Propinsi DKI Jakarta.
Georgia lebih kecil lagi. Penduduknya hanya 4 jutaan saja dan sepertiganya tinggal di Ibukotanya, Tbilisi. Jadi kira-kira sama dengan Kalimantan Timur. Armenia lebih kecil lagi. Indonesia 64 kali lebih besar daripada Armenia. Penduduknya kurang dari 3 juta orang. Masih banyakan penduduk Propinsi Jambi ketimbang Armenia. Tapi sejarah ke tiga bangsa ini telah dimulai sejak 600 SM (Sebelum Masehi) dan telah mengalami berbagai kehidupan di bawah Kerajaan-kerajaan Persia, Yunani, Romawi, Armenia, Arab, Turki, Mongol dan Rusia. Jadi mereka itu sudah kenyang hidup di dunia ini.
Azerbaijan, Georgia, dan Armenia adalah negara-negara tetangga di Kaukasus dengan identitas yang berbeda: Azerbaijan adalah negara dengan pengaruh Turki yang kental, mayoritas Muslim, dan kaya minyak; Georgia adalah negara pegunungan, negara Kristen yang berfokus pada pariwisata; dan Armenia adalah negara pegunungan yang juga Kristen yang tangguh dengan warisan budaya yang kaya. Meskipun memiliki masa lalu Soviet yang sama, mereka berbeda dalam hal ekonomi, agama, dan keselarasan geopolitik. Azerbaijan memiliki PDB tertinggi dibanding Georgia dan Armenia karena minyak dan gas. Georgia berfokus pada pariwisata dan investasi asing, sementara Armenia bergantung pada pengiriman uang dan ekspor. Baku, Ibu Kota Azerbaijan, adalah kota minyak modern yang berkembang pesat, sementara Tbilisi (ibu kota Georgia) memadukan yang lama dan yang baru dengan suasana anggur yang semarak, dan Yerevan (ibu kota Armenia) dikenal sebagai “kota merah muda” dengan nuansa bersejarah.
Meski mereka punya sejarah yang dekat dan hanya negara kecil tapi untuk mata uang mereka tidak mau sama. Masing-masing negara punya mata uang yang berbeda dengan nilai yang berbeda pula. Berikut adalah mata uang yang digunakan di Azerbaijan, Georgia, dan Armenia:
• Azerbaijan: Manat Azerbaijan (ISO code: AZN). Satu Manat setara dengan 100 qapik (sen).
• Georgia: Lari Georgia (ISO code: GEL). Satu Lari setara dengan 100 tetri (sen).
• Armenia: Dram Armenia (ISO code: AMD). Satu Dram setara dengan 100 luma (sen).
Secara geopolitik Azerbaijan dan Armenia memiliki konflik berkepanjangan atas wilayah Nagorno-Karabakh, yang berdampak pada stabilitas regional, sementara Georgia menghadapi masalahnya sendiri dengan wilayah separatis. Secara pariwisata, Georgia sering dianggap sebagai destinasi wisata yang paling mudah dan beragam, Armenia menawarkan sejarah dan biara yang mendalam, dan Azerbaijan menyediakan perpaduan unik antara modernitas dan tradisi.
Konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan merupakan salah satu konflik teritorial paling kompleks di kawasan Kaukasus Selatan yang kembali mengalami eskalasi signifikan pada periode 2020–2023. Konflik ini dipicu oleh sengketa wilayah, perbedaan identitas etnis, serta kepentingan politik dan keamanan kedua negara. Menyusul serangan Azerbaijan pada September 2023, Azerbaijan telah menguasai sepenuhnya Nagorno-Karabakh, menyebabkan lebih dari 100.000 etnis Armenia mengungsi ke Armenia. Pemerintah separatis bubar, dan wilayah tersebut saat ini sedang dalam proses integrasi ke Azerbaijan. Sementara pembicaraan perdamaian antara Armenia dan Azerbaijan terus berlanjut mengenai perjanjian yang langgeng, ketegangan tetap tinggi terkait sengketa perbatasan.
Pada Maret 2025, kedua pemerintah menyatakan siap mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat puluh tahun. Setelah berbulan-bulan negosiasi yang buntu, mereka mengumumkan kesepakatan perdamaian di Gedung Putih pada 8 Agustus 2005. Perjanjian tersebut mencakup deklarasi perdamaian bersama, permintaan bersama untuk membubarkan Kelompok Minsk OSCE, dan ketentuan yang memberikan hak pengembangan eksklusif kepada Amerika Serikat atas jalur transit dari eksklave Nakhchivan melalui Armenia selatan ke Azerbaijan, yang disebut sebagai “Rute Trump untuk Perdamaian dan Kemakmuran Internasional.” (Lagi-lagi AS minta jatah preman pada negara berkonflik yang ia tengahi)
Sungguh aneh bahwa Trump kemudian malah membuat perang dengan skala yang jauh lebih besar di Iran. Gitu kok Trump malah pingin dapat Nobel Perdamaian. Mungkin ia iri pada Barack Obama yang pernah mendapat penghargan nobel Perdamaian pada tahun 2009 karena visi dunia yang bebas senjata nuklirnya.
Negara pertama yang kami kunjungi adalah Azerbaijan dan malam ini kami akan terbang menuju ke Baku, ibukotanya. Karena penerbangan kami ke Azerbaijan dari Bandara Soetta menggunakan pesawat Istanbul Airways jam 21:00 maka saya dan istri berangkat dari Surabaya siang hari agar tiba sore hari. Kami diharapkan kumpul di Terminal 3 paling tidak 3 jam sebelumnya. Kami akan transit di Istanbul, Turki, sebentar dan lanjut ke Baku. Perjalanan dari Jakarta ke Istanbul memakan waktu sekitar 12 jam. Kami tiba di Istanbul Turki pada jam setempat. Transit sebentar dan setelah itu lanjut perjalanan dari Istanbul ke Baku dengan waktu sekitar 3 jam.
Doakan kami selalu sehat, aman, dan gembira selama perjalanan ya, guys…! 🙏😁
Bandara Soetta, Kamis, 7 Mei 2026
Satria Dharma






