Bulan Nopember dan Desember adalah bulan sibuk bagi hampir semua kementrian karena hampir semua target pekerjaan harus segera dituntaskan (dan anggaran dibelanjakan. Otherwise… 😎). Maka bulan-bulan inilah para pekerja di kementrian melakukan kegiatan ini dan itu dan sibuk bepergian ke sana dan ke mari. Ini bulan-bulan sibuk…
Dalam pekerjaan saya sekarang setiap tahun kami mendapat tugas untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke berbagai propinsi di seluruh Indonesia. Jadi kami dikirim ke berbagai propinsi untuk melakukan monev selama tiga hari. Kami dibagi menjadi 2 anggota dan seorang tim ahli dan dikirim ke berbagai propinsi. Sehari berangkat, sehari monev, dan hari berikutnya kembali ke rumah masing-masing. Karena jumlah kami tidak banyak padahal propinsi yang perlu dikunjungi lebih banyak daripada jumlah kami maka terkadang kami harus mengunjungi 2 atau 3 propinsi dalam sebulan itu.
Kami diminta memilih sendiri mana propinsi yang kami inginkan. Biasanya anggota yang ibu-ibu memilih propinsi yang dekat dan berharap kami yang bapak-bapak melakukan yang jauh. Propinsi-propinsi seperti Papua, Maluku, Aceh, dan propinsi-propinsi lainnya yang butuh perjalanan jauh hampir tidak pernah dipilih oleh ibu-ibu. Di samping jaraknya jauh hampir kami semua punya pekerjaan lain, kecuali saya tampaknya yang sebelum ini berstatus pengangguran.
Jadi bisa saja mereka tiba-tiba membatalkan penugasan mereka karena mereka harus melakukan tugas lain yang lebih penting. Dan karena saya adalah anggota yang tidak punya pekerjaan penting lain maka biasanya saya mengambil alih tugas itu selama tidak berbenturan dengan agenda saya lainnya. Apa agenda saya selain tugas ini? Biasanya undangan rapat Yayasan, wisuda, dan kunjungan juga. Nothing important actually, hanya seremonial.
Bulan Nopember ini saya melakukan perjalanan monev ke 3 propinsi, yaitu Riau, Babel dan Sumut. Sebetulnya saya hanya minta dua penugasan tapi tiba-tiba teman yang bertugas ke Sumut tidak bisa berangkat sehingga saya ditodong untuk menggantikan. Apbolbu… Jadi begitu sampai di rumah kemarin besoknya saya berangkat lagi. Capek…?! Bukankah selama ini hobi saya adalah travelling? Kalau travelling konsekuensinya ya jelas capek. Tapi selama kita bisa menikmati perjalanannya maka capeknya itu adalah harga yang harus kita bayar.
Saya selalu membayangkan diri saya sebagai seorang yang sangat beruntung. Dulu waktu masih bekerja di Bontang hal yang paling kami sukai adalah tugas ke luar. Artinya kami keluar dari pekerjaan rutin kami untuk jalan-jalan (tugas, maksudnya) dibiayai kantor dan dapat uang saku. Kalau bisa ya dinas luar sebanyak mungkin. Tapi kan tidak bisa. Bisa tugas ke luar dua kali setahun itu saja sudah ciamik. Jadi kalau bisa tugas luar ya itu artinya rejeki nomplok. Jadi saya bayangkan diri saya masih bekerja di tempat lama dan sekarang ditugaskan ke luar kota. Rejeki toh…! 😁
Saat ini saya sedang di Medan. Besok saya akan balik ke Surabaya. Tapi saya hanya akan beristirahat sehari karena lusanya akan travelling lagi selama seminggu bersama istri ke Hainan. Tahu di mana Hainan kan? Itu lho tempat asalnya menu Nasi Hainan. 😁
Medan, 14 Nopember 2025
Satria Dharma








