1 OKTOBER 2025
Ini adalah hari terakhir dari tour kami ke China. Pagi ini kami akan kembali ke Jakarta. Karena jadwal pesawat kami pagi jam 9:05 sedangkan kami harus ada di bandara 2 jam sebelumnya maka kami harus berangkat pagi sekali dan tiba tidak kurang dari jam 7. Jarak dari hotel kami ke bandara adalah 40 menit jadi sebelum Subuh kami harus sudah ada di atas bis menuju bandara. Waktu Subuh di Urumqi adalah jam 06:28 jadi sholat Subuhnya di bis saja.
Bandar Udara Internasional Tianshan Urumqi, yang merupakan pusat gerbang nasional, melayani perjalanan penumpang tahunan sebanyak 48 juta dan throughput kargo sebesar 550.000 ton. Bandara ini mengoperasikan 258 rute penerbangan yang menghubungkan lebih dari 100 kota di dalam maupun luar negeri.
Jam 07:30 kami sampai di bandara Urumqi yang cukup besar dan megah. Tapi masih kalah besar dengan bandara Soetta yang punya 3 terminal. Kami masuk dan langsung tanya-tanya di mana kami harus check in. Kami diberitahu dari travel dan guide, Hau Hau, bahwa kami tinggal tunjukkan paspor dan nanti kami akan diberi tiket. Tapi karena petugas bandara Urumqi tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali maka kami agak bingung juga. Sayangnya Hau Hau tidak menemani kami sampai di dalam bandara dan hanya sampai di depan pintu masuk saja. Seandainya ia menemani kami check in sampai kami semua dapat tiket tentulah akan ciamsor. Untunglah setelah tahu tempat check in-nya kami lalu datang dan ternyata benar, kami tinggal tunjukkan paspor dan tiket dicetak oleh petugas. Semua bagasi kami masuk dan tidak ada yang overweight. Everything is just fine…
Dari tempat check in kami lalu menuju ke gate B 247 di mana pesawat China Eastern Airlines jurusan Shanghai kami parkir. Baru saja kami duduk dan bahkan ada yang masih di toilet ternyata kami sudah disuruh masuk pesawat. Ternyata di sini satu jam sebelumnya sudah diminta masuk ke pesawat. Jam 08:50 pesawat sudah taxi menuju runway dan antri take off. Perjalanan memakan waktu sekitar 4,5 jam. Jam 14:00 kami sudah turun dari pesawat dan langsung menuju bagian transit menuju Jakarta. Ketika melewati pemeriksaan imigrasi hanya kami penumpangnya sehingga pemeriksaan berjalan sangat lancar. Ketika paspor saya diperiksa petugasnya sempat bertanya apakah saya dari Pakistan dan saya jawab, “Yes, Pakistan, India, and many other countries. I love travelling.” Entah mengapa petugasnya menanyai kepergian saya ke Pakistan kapan hari. Padahal sesudah itu saya pergi ke Inggris dan Scotlandia.
Proses transit kami ke penerbangan berikutnya sangat lancar. Kami bisa sedikit santai-santai di ruang tunggu. Pukul 17:10 kami baru boarding naik pesawat China Eastern Airlines menuju Jakarta. Ada sedikit keterlambatan. Kami juga antri untuk take off. Jam 17:52 baru pesawat kami take off.
Pemandangan alam deretan pegunungan Thiansan di bawah kami selama penerbangan sangat Indah dan tiada hentinya. Luas bentangan pegunungan Tianshan memang sepanjang 2.500 km atau 2,5 kali panjangnya Pulau Jawa. Hampir tidak ada penghuni yang tinggal sepanjang itu. Bayangkan…! Di sebagian gunung masih berselaput lapisan es dan bahkan ada yang membentang seperti danau es. Mungkin kalau mencair akan membentuk danau di atas pegunungan.
Jam 11:30 WIB pesawat kami mendarat mulus di bandara Soetta. Welcome back to Indonesia…! See you in our next trip. 🙏😁
Jakarta, 1 Oktober 2025
Satria Dharma






