Privilege itu merujuk pada “hak istimewa” yang dimiliki seseorang karena status atau kelebihan tertentu, dan seringkali digunakan dalam konteks perbandingan dengan orang lain yang tidak memiliki keuntungan yang sama. Privilege ini seringkali tidak disadari oleh mereka yang memilikinya, tetapi dapat memberikan dampak signifikan bagi orang lain yang tidak memiliki hak yang sama.
Kemarin dalam ngobrol-ngobrol syukuran keluarga seorang keponakan meminta agar sepupunya (alias keponakan juga) diberi hak untuk bisa naik tingkat di lembaga yang kami kelola. Ia memintakan sepupunya karena tahu bahwa sepupunya segan untuk minta sendiri pada kami. Keponakan kami ini sudah bekerja pada kami tapi sepupunya ingin agar ia bisa naik tingkat dengan bantuan kami sebagai pengelola lembaga. Jadi ia berinisiatif untuk memintakan semacam ‘privilege’ bagi sepupunya tersebut. Ini sebetulnya wajar terjadi di mana pun ketika seseorang memiliki jabatan dan kewenangan dan dimintai bantuan untuk membantu untuk memberikan privilege tertentu bagi keluarganya.
Saya agak jengah jika dimintai privilege seperti itu. Memberikan privilege semacam itu kepada keluarga hanya karena saya berkuasa itu agak bertentangan dengan apa yang saya yakini dan sebisa-bisanya saya hindari. Saya percaya bahwa setiap orang harus berjuang dengan semua kapasitas pribadinya sendiri jika ingin naik jabatan, naik tingkat, dapat bonus, dll. Memberikan privilege tertentu dalam perusahaan atau lembaga yang kita kelola kepada keluarga itu namanya nepotisme. Menerima keluarga bekerja di perusahaan keluarga itu bagus saja tapi jangan terus-terus memberi mereka privilege. Itu bukan hanya tidak baik bagi perusahaan tapi juga tidak baik bagi individu itu sendiri. Mereka akan kehilangan daya juang dan motivasi untuk sukses karena mereka tahu bahwa mereka bisa mendapatkannya hanya dengan meminta dan bahkan dengan menuntut pada keluarga. Lagipula itu akan menimbulkan rasa iri hati pada semua karyawan lain yang tidak memiliki privilege sebagai keluarga dari pemilik perusahaan. Privilege semacam ini dapat menciptakan ketidaksetaraan dan kesenjangan dalam lingkungan perusahaan, karena beberapa orang memiliki keuntungan yang tidak adil dibandingkan dengan yang lain.
Dengan mendapatkan pekerjaan di dalam perusahaan atau lembaga keluarga tanpa harus melalui prosedur yang dilalui oleh orang lain sebenarnya itu sudah merupakan privilege. Jadi itu harus disyukuri. Tapi itu tidak berarti kita bisa terus menerus meminta privilege. Kita harus mewujudkan rasa syukur kita dengan melakukan kinerja terbaik yang kita miliki. Kita akan mendapatkan promosi dan penghargaan berdasarkan kinerja kita pribadi nantinya. Kita harus membuktikan bahwa kita memang layak mendapatkan posisi kita saat ini karena kita memang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk itu dan bukan sekadar karena punya hubungan kekerabatan.
Sebagai manusia yang bertubuh lengkap sehat jasmani dan rohani sebenarnya sudah merupakan privilege bagi kita. Banyak manusia yang lebih tidak beruntung daripada kita baik dalam segi jasmani mau pun rohani. Segala yang ada dalam diri kita sebenarnya adalah privilege yang harus kita gunakan dan manfaatkan sebaik mungkin tanpa harus berharap dan menuntut lebih kesana dan kemari. Tapi untuk sampai pada kesadaran ini tampaknya kita harus terus berusaha untuk berintrospeksi diri. 🙏
Balikpapan, 27 Juli 2025
Satria Dharma