Berikut ini adalah contoh orang-orang yang suka berbagi kepada sesama.
Anto suka berbagi atau bersedekah. Jika ada pengemis atau pengamen maka ia tidak segan-segan untuk memberi mereka uang sekadarnya. Kadang ia diingatkan oleh teman-temannya bahwa memberi uang pada pengemis atau pengamen itu hanya akan membuat mereka semakin malas dan akan membuat mereka semakin suka mengemis. Kadang ia juga diingatkan bahwa ternyata ada pengemis yang kaya raya dan bahkan lebih kaya ketimbang yang setiap hari memberinya uang. Tapi ia tidak peduli. Ia hanya ingat bahwa ada ayat Tuhan yang memerintahkan umat Islam untuk memberi sedekah kepada peminta-minta dan itulah yang hendak ia laksanakan perintahnya.
Budi juga sama. Ia bahkan rutin memberi sedekah kepada tukang becak, pemulung, tukang sampah, dan pembersih jalan yang ia lewati ketika berjalan. Kalau Anto memberi pada pengemis dan pengamen maka Budi lebih suka memberi kepada tukang becak, pemulung, penyapu jalan, dan tukang sampah. Menurutnya mereka lebih berhak mendapat sedekah dan pemberian.
Coki begitu juga. Ada temannya yang pengangguran dan jelas tidak punya penghasilan. Temannya ini hidup seorang diri menggelandang kesana kemari hidup dari pemberian orang lain. Melihat keadaan ini C meminta temannya ini untuk datang dan makan di warung dekat rumahnya setiap hari. Nanti ia yang akan bayar tagihannya pada akhir bulan. Dengan demikian maka ia menjamin bahwa temannya akan bisa makan setiap hari. Satu orang telah ia selamatkan dari kebutuhan makannya setiap hari. Ia ingat ada pepatah yang mengatakan menyelamatkan seseorang sama dengan menyelamatkan dunia seluruhnya. Entah siapa yang mengatakan tapi ia merasa dengan menjamin makan temannya tersebut setiap hari makai a sudah menyelamatkan dunia, minimal ya dunia temannya itu.
Deni juga demikian. Ia memilih membantu kehidupan seorang janda beranak empat dengan rutin mengirimi sembako dan juga membayari kebutuhan hidup lainnya. Kebetulan ada seorang janda beranak empat yang ditinggalkan pergi oleh suaminya dan harus berjibaku untuk mencari kehidupan bagi dirinya dan anak-anaknya. Tentu saja kebutuhan dasar janda beranak empat cukup banyak. Tapi sebisa-bisanya ya ia bantu dan selebihnya ia minta agar janda tersebut mencari pekerjaan untuk mendapat penghasilan bulanan. Ada saja yang diminta oleh janda tersebut. Untuk bayar PDAM yang nunggak beberapa bulan, sepeda bekas untuk sekolah anaknya, HP untuk keperluan sekolah anaknya, dan semacamnya.
Edi juga suka berbagi. Ia memilih berbagi kepada teman-teman lamanya yang sudah tidak lagi bekerja dan tidak punya penghasilan. Setiap bulan ia memberi mereka uang bulanan sekadar agar teman-temannya punya uang saku bulanan. Dengan uang saku bulanan tersebut teman-temannya bisa sesekali ikut nongkrong ngopi-ngopi bersama teman-teman di kampungnya masing-masing. Meski tidak seberapa tapi uang donasi ini selalu ditunggu oleh teman-temannya.
Fahri melangkah lebih jauh daripada mereka. Ia dan istrinya membuka warung kecil di depan rumahnya dan mempekerjakan beberapa karyawan anak-anak dari desa yang sudah lulus dari sekolah dan tidak mendapat pekerjaan di desanya. Anak-anak ini berasal dari keluarga miskin yang jelas sangat butuh pekerjaan apa pun sepanjang bisa memberi mereka penghasilan untuk hidup sehari-hari. Karena karyawannya ikut tinggal di rumahnya maka mereka tidak perlu membayar uang kost dan makan sehari-hari. Gaji mereka yang tidak besar bisa mereka tabung atau kirimkan pada keluarga mereka di desa. Keluarga mereka di desa jelas sangat berterima kasih pada Fahri yang telah mengentaskan anak mereka dari status pengangguran.
Ada banyak model berbagi lain tentunya. Model berbagi seperti apa yang Anda sukai dan jalankan dalam hidup Anda? 🙏😁
Balikpapan, 26 Juli 2025
Satria Dharma