Bagaimana sikap kita terhadap kasus yang sama soal tuduhan ijazah palsu kepada Jokowi dan Rismon?
Sama-sama dituduh ijazahnya palsu tapi sikap kita akan berbeda bergantung pada siapa yang kita bela tentunya. Mereka yang membenci Jokowi akan terus membela Rismon meski pun semua kata-katanya sudah jelas tidak masuk akal dan blunder. Tetapi tentu saja tidak semua. Ada beberapa akademisi yang terang-terangan sudah tidak bersimpati pada Jokowi tapi juga sangat jengkel dengan segala bullshit soal ijazah Jokowi palsu yang diteriakkan oleh Rismon cs. Para akademisi lulusan Jepang juga tidak kalah jengkelnya pada Rismon sehingga mereka pada keluar ke medsos untuk menguliti Rismon. Kalau dengar pernyataan Joshua Sinambela dan Rony Teguh yang lulusan Jepang menguliti Rismon saya sendiri sampai bergidik. Kira-kira sama perasaan saya ketika Prof Sofian Effendi yang menuduh Jokowi ijazahnya palsu dan kemudian meralatnya. What a pity…! You have ruined your own credibility, sir.. Dan itu sangat sulit untuk diperbaiki. Sudah rusak susu sebelanga…
Tapi Rismon memang tangguh. Ia masih tetap keukeuh dengan tuduhannya soal ijazah Jokowi palsu meski sudah jelas tidak ada jalan sama sekali baginya dan konco-konconya untuk bisa membuktikannya. Lha gimana mereka bisa membuktikan tuduhan mereka kalau UGM sendiri sudah menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli? Akhirnya kan para pembenci Jokowi akan mengeluarkan tuduhan baru bahwa UGM telah berbohong demi membela Jokowi. Makanya UGM dituntut oleh para pendukung Roy Suryo cs. UGM dituntut ganti rugi sebesar Rp 69 triliun terkait isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Gugatan ini diajukan oleh seorang advokat bernama Komarudin ke Pengadilan Negeri Sleman. Komarudin menuduh UGM melakukan perbuatan melawan hukum. Jadi sekarang siapa saja yang menyatakan ijazah Jokowi asli akan digugat. Pokoknya tuduh terus sampai isu awalnya terkubur. Tuduhan bahwa ijazah palsu Jokowi dibuat di Pasar Pramuka mereka anulir sendiri dengan isu Pasar Pramuka dibakar sehingga kasusnya tidak bisa diselidiki. Daripada kayak Rismon yang akhirnya diselidiki semua kebenaran studinya di Jepang.
Roy Suryo malah pernah mengusulkan agar ijazah Jokowi diperiksa di labfornya Singapura karena dia tidak percaya pada polisi Indonesia. Katanya polisi Indonesia itu masih ada di tangannya Jokowi. Jadi pasti polisi Indonesia akan membela Jokowi. Singapura adalah tempat yang netral untuk memeriksa ijazah Jokowi. Sungguh edun…! Labfor Singapura pasti akan misuh-misuh kalau disuruh memerika ijazah Jokowi. “Kon iku gendeng level piro kok ngongkon aku merikso ijazahe Jokowi,” mungkin begitu umpat mereka. Tapi pemuja Roy Suryo tidak peduli dengan logika ngawur tersebut dan yang penting mereka akan tetap membelanya.
Jadi mari kita lihat skor antara tuduhan ke Jokowi dan Rismon
Jokowi :
– Kampus UGMN sudah memberikan pernyataan resmi bahwa ijazah Jokowi asli.
– Teman-teman se kampus Jokowi lulusan tahun 1985 juga sudah menyatakan bahwa Jokowi memang teman kuliah dan lulus bareng mereka. Mereka sudah menunjukkan ijazah mereka yang identik dengan ijazah Jokowi. Mereka juga pernah reunian dan orang-orangnya bisa ditanyai kalau perlu.
– Puslabfor Bareskrim juga sudah memeriksa ijazah Jokowi dan menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.
– Jokowi telah menyerahkan ijazah aslinya pada pengacaranya untuk nanti ditunjukkan pada persidangan.
Bagaimana dengan Rismon?
– Katanya Universitas Yamaguchi membantah mengeluarkan ijazah doktornya Rismon. Jadi TIDAK ADA pernyataan yang membela Rismon dari kampus tempat ia berkuliah dulu.
– Belum ada SATU PUN teman kuliah Rismon yang tampil membela Rismon dan bersaksi bahwa Rismon memang pernah kuliah bareng dengannya dan lulus bareng di wisuda di Jepang. Kan agak aneh kalau tidak ada satu pun teman kuliah Rismon yang bisa dimintai keterangan soal kelulusan Rismon di Jepang. Boro-boro mau reunian.
– Fotokopi ijazahnya dianggap palsu karena katanya warnanya putih sedangkan ijazah dari Yamaguchi itu warnanya kuning. Belum lagi soal huruf kanji yang katanya tidak ada di kopi ijazah Rismon yang ditunjukkannya tersebut.
Tapi…
Meski pun fakta-fakta ini sudah begitu jelas di mata kita toh para pendukung Rismon akan tetap membela Rismon dan akan tetap menuduh ijazah Jokowi palsu.
Ya mau bagaimana lagi lha wong ini sudah menyangkut masalah keyakinan. Rismon kan punya keyakinan sebesar 100 milyar persen Ijazah Jokowi palsu sehingga mungkin itu yang ia bagi-bagikan pada para pendukungnya dan sampai sekarang tidak habis-habis.
Lha Jokowi kan sudah tidak bisa bagi-bagi bansos lagi. 
Surabaya, 20 Juli 2025
Satria Dharma