Seorang teman di WAG mengirim sebuah tayangan dengan narasi sbb:
“Dari perang Iran dan Israhell, jadi kita tahu juga, betapa murahnya bensin dengan kualitas terbaik di Iran. Hanya 450 rupiah per liter.
Tapi anehnya, Indonesia beli minyak ke Singapore, yang nggak punya ladang minyak sedikitpun.
Dari sini saja kita tahu, ada yang tidak beres dengan negeri ini.”
Jelas tujuannya sekedar nyinyir saja. Lha kalau soal ada yang tidak beres di seluruh dunia pasti ada yang tidak beres juga kan. 😁
Tapi mari saya jelaskan…
Tentu saja harga bensin di Iran lebih murah karena Iran adalah pengekspor bahan bakar dunia sedangkan kita adalah negara pengimpor. Saya ulangi lagi ya, kita ini NEGARA PENGIMPOR dan bukan negara pengekspor bahan bakar.
Iran adalah pemilik cadangan minyak mentah peringkat ketiga di dunia. Iran menyimpan cadangan minyak mentah sebesar 208.600 juta barel atau 206 miliar barel.
AS juga adalah negara produsen minyak terbesar di dunia. Lebih besar ketimbang Arab Saudi dan Rusia. Meski demikian, harga bensin di Amerika jauh lebih mahal ketimbang di Indonesia. Harga bensin dengan RON 87 di Amerika mencapai Rp15.274 per liter. Pertalite sendiri dijual di Indonesia di harga Rp10.000 per liter. Jadi memang jauh lebih murah meski Amerika adalah produsen minyak tebesar dunia.
Lho kok bisa? 🤔
Ya, harga bensin di Amerika Serikat lebih mahal daripada di Indonesia. Rata-rata harga bensin di sana cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan harga bensin antara kedua negara ini di antaranya adalah masalah Subsidi.
Pemerintah Indonesia memberikan subsidi untuk harga bahan bakar, yang sangat besar yang membuat harga bensin di Indonesia lebih rendah daripada harga keekonomiannya. Amerika Serikat juga memberi subsidi energi, tetapi jelas tidak sebesar yang diberikan Indonesia.
Konsumsi BBM kita itu sangat besar, tembus 505 Juta Barel, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2023 lalu mencapai 505 juta barel. Untuk itu pemerintah mengeluarkan subsidi yang sangat besar untuk rakyat. Pada tahun 2024, subsidi energi mencapai Rp169,5 triliun, dengan subsidi BBM dan LPG mencapai Rp95,6 triliun.
Jadi kalau mau tahu ke mana uang negara larinya ya salah satunya ke subsidi untuk energi yang sangat besar tersebut. 😎
Jadi meski lebih mahal daripada di Iran tapi lebih murah ketimbang di AS karena kita mendapat subsidi yang besar dari pemerintah.
Masalah kedua, kok Indonesia beli minyak ke Singapura padahal Singapura tidak punya ladang minyak sedikit pun?
Indonesia membeli bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura karena beberapa alasan.
Yang perlu diketahui adalah bahwa meski kita punya ladang minyak tapi untuk mengeluarkan minyaknya butuh banyak modal, sumber daya, dan teknologi yang masih harus bekerjasama dengan pemodal asing. Kita BELUM BISA mengeksplorasi dan mengolah sendiri sepenuhnya. Kita masih butuh bantuan dari luar. Kita baru bertekad untuk HILIRISASI tapi untuk mewujudkannya juga perlu bantuan dari luar. Jadi jangan bersikap seolah sudah tidak butuh bantuan negara asing, perusahaan asing, atau modal asing, untuk bisa mengelola dan mengeksplorasi SDA kita. Kita belum sehebat itu, Ferguso. 😎
Minyak mentah ini kalau sudah dikeluarkan dari dalam tanah masih harus diproses agar bisa digunakan menjadi bahan bakar. Jadi tidak seperti air dari gallon yang bisa langsung diminum. Minyak mentah itu harus diolah dulu sebelum bisa dijadikan bahan bakar. Dan Singapura punya fasilitas pengolahannya. Analoginya itu seperti PDAM itu yang punya air tapi yang mengolah menjadi air minum itu perusahaan lain. Makanya PDAM tidak bisa menjual air galonan atau AMDK. Kita kalau mau beli air yang bisa langsung diminum ya harus beli air galonan atau AMDK. Emang ente minum air langsung dari krannya PDAM? 😁
Selain itu masih ada alasan lain mengapa kita mengimpor minyak. Baca sendiri ya di https://www.tempo.co/…/7-alasan-indonesia-masih-impor…
Jadi kalau ada teman Anda yang nyinyir soal BBM ini tolong diajak ke warung, belikan kopi, lalu ceramahi dia dengan fakta-fakta ini. Insyaallah dia akan senang asal Anda yang membayar billnya. 😁
Surabaya, 25 Juni 2025
Satria Dharma