Karena penerbangan kami pagi ini ke KL pagi sekali, jam 07:00, maka kami sudah berangkat dari hotel sebelum jam 05:00. Sebelum boarding kami sholat Subuh dulu di surau bandara. Pesawat boarding dan take off lebih awal dari jadwal. Di sini kami harus mencetak dan memasang sendiri tag bagasi via mesin. Jadi bukan petugas lagi yang melakukan. Di kaunter bagasi langsung ditimbang dan dimasukkan karena sudah ada tagnya. Sangat efisien.
Penerbangan Johor Baru ke KL cuma sekitar 40 menit. Penumpangnya penuh. Turun di KLIA 2 kami harus pindah ke KLIA 1 dengan naik kereta shuttle dengan bayar 2 RM per orang. Di KLIA 1 kami mencari tempat penitipan koper karena tidak ingin bayar bagasi pesawat yang mahal. Toh kami cukup bawa 1 koper berdua selama perjalanan. Jadi kami bisa ngirit. Demikian pikir kami. Tapi ternyata kami salah karena tidak memperhitungkan biaya penitipan yang ternyata lebih tinggi daripada yang kami perkirakan. Biaya 16 RM sehari ternyata untuk tas kecil sedangkan untuk koper kami kena 27 RM sehari sedangkan kami nitip 4 hari. Jadinya ya sama saja dengan biaya bagasi pesawat KL ke Langkawi. Ini adalah pelajaran bagi kami agar lebih cermat memperhitungkan biaya lain hari.
Penerbangan Batik Air KL ke Pulau Langkawi berangkat jam 10:00 dan mendarat pada jam 11 lebih. Dari bandara kami langsung menuju ke hotel yang letaknya di tengah kota Kuah.
Untuk hotel kami memilih di Chill Suites Langkawi. Meski kami berencana akan tinggal 2 malam di Langkawi tapi kami hanya pesan untuk semalam dulu. Kalau hotelnya bagus dan kami puas ya kami extend. Tapi kalau tidak menyenangkan ya kami pindah ke hotel lain. Kami sering melakukan seperti ini.
Langkawi adalah sebuah lokasi wisata yang sangat populer di ujung utara Malaysia. Langkawi adalah pulau cantik di negara bagian Kedah, dengan pantainya yang indah. Kedah ibu kota administrasinya adalah Alor Setar sedangkan ibu kota kerajaannya di Anak Bukit. Langkawi sendiri ibukotanya adalah Kuah. Ukuran Pulau Langkawi memang kecil — panjangnya hanya 25 km dari utara ke selatan — tetapi tidak cukup kecil hingga wisatawan bisa pergi ke mana saja dengan bersepeda atau berjalan kaki.
Pulau Langkawi ini lebih dekat dengan Perlis. Meski demikian Langkawi masuk dalam negara bagian Kedah. Di Langkawi kami naik gondola di Langkawi SkyCab, sambil menikmati pemandangan laut yang indah. Saya sebenarnya ingin mencoba sekalian Langkawi Sky Bridge yang katanya bisa bikin adrenalin naik turun. Tapi ternyata istri saya tidak berani berada di ketinggian dengan lantai kaca. Wajahnya pucat dan tubuhnya tegang selama di Eagle Nest Skywalk. Apalagi kalau nanti di Sky Bridge. Bisa terkencing-kencing. 😁 Saya diminta untuk pergi sendiri mencoba. Tapi tentu tidak asyik kalau tidak dengan istri. Jadi saya juga tidak mencoba.
Kami akhirnya menikmati Museum 3D Langkawi Arts In Paradise di tempat yang sama. Museum ini terkenal sebagai museum seni 3D terbesar di Malaysia, dan terbesar kedua di dunia. Jadi lebih besar daripada museum 3D art yang selama ini pernah kami datangi. Museum seni ini memamerkan lebih dari 200 karya seni yang sangat menarik.
Kendaraan umum di Langkawi tidak ada sehingga cara paling murah untuk menjelajahinya katanya adalah dengan menyewa motor. Tapi ketika tiba dan merasakan panasnya cuaca Pantai Langkawi yang sangat menyengat saya batal mempertimbangkannya. Jadi kami pakai Grab saja ke mana-mana.
Balik dari Langkawi Skycab kami langsung cari makan dekat hotel. Kami jalan sepanjang tengah kota Kuah yang rapi, bersih, dan tenang tersebut. Sungguh cocok untuk kami yang sedang berbulan madu yang ke sekian ribu kalinya ini. Suasananya syahdu… 😁
Kami menemukan resto kecil ala Thailand dan kami pesan Tim Kerapu, Sup Tom Yam, dan nasi goreng telur. Ternyata semua menunya enak banget. Benar-benar puas kami makan di situ. Makan enak adalah salah satu tujuan inti dari traveling. Jadi kalau ketemu resto dengan menu yang hebat seperti tadi malam maka itu sungguh sangat menyenangkan.
Langkawi, 30 April 2025
Satria Dharma




