Berita-berita tentang terbongkarnya korupsi yang bernilai trilyunan terus membanjiri media sosial kita belakangan ini. Sumpah serapah, hujatan, ungkapan kemarahan, kebencian, tuduhan-tuduhan, dan berbagai provokasi memenuhi medsos. Rasanya hampir tidak ada sehari atau satu pun ruang medsos yang tidak dipenuhi dengan ungkapan kemarahan dan kebencian masyarakat, termasuk ke pada pemerintah.
Karena sekarang banjir hujatan telah mulai reda maka saya kini ingin mengajak Anda untuk BERSYUKUR DAN BERTERIMA KASIH.
BERSYUKUR DAN BERTERIMA KASIH…?! 😳
Ya. Kita harus bersyukur bahwa pada akhirnya kejahatan korupsi yang dilakukan oleh orang-orang yang dipercaya untuk memegang uang negara tersebut dibongkar dan orang-orangnya ditangkap. Kita juga harus berterima kasih pada Kejagung dan berbagai pihak yang membongkar pelaku korupsi tersebut. Kemarin kita baca Mentri Amran membongkar kepalsuan minyak goreng ¾ liter yang diaku sebagai 1 liter tersebut. Kita juga harus berterima kasih pada Mentri Amran untuk itu. 🙏
Mengapa kita harus bersyukur? Karena dengan dibongkarnya kasus korupsi tersebut maka korupsi yang telah dilakukan oleh para koruptor tersebut dengan sendirinya akan berhenti. Negara akan selamat dari penggrogotan lebih jauh. Jadi semakin banyak kasus korupsi terbongkar maka semakin banyak uang negara yang akan terselamatkan. Kita hanya tidak tahu seberapa banyak kasus korupsi yang terjadi di negara kita. Jika kita melihat bahwa situasi dan prilaku koruptif telah begitu massif di kalangan pejabat dan lembaga negara maka kita sebenarnya tahu bahwa ada banyak kasus korupsi di mana-mana. Kita hanya tidak tahu di mana dan bagaimana membuktikannya.
Mari saya beri ilustrasi.
Ketika Jokowi menyatakan bahwa seandainya ia tahu bahwa Pertamina melakukan korupsi makai ia tentu akan menindaknya banyak pembencinya yang mencemoohnya. Bagi para pembenci semua yang dikatakan Jokowi adalah kebohongan. Tapi biarkan sajalah. Namanya juga benci. Orang benci itu memang bisa kalap. Bahkan saudara bisa dibunuh kalau kebencian sudah sangat parah. Ingat kisah Qabil dan Habil kan?
Sudah tentu Jokowi tahu bahwa ada korupsi di Pertamina. Tidak mungkin tidak. Lha wong semua sudah dengar soal Mafia Migas. Makanya pada awal pemerintahannya dengan JK dulu beliau langsung membuat beberapa kebijakan untuk memberantas para mafia migas yang selama belasan tahun sudah merajalela dan merugikan negara. Tindakan yang dilakukan Jokowi adalah :
– Pembekuan Petral, Pembekuan Petral merupakan salah satu rencana aksi pembenahan tata kelola migas agar sesuai UUD Pasal 33 Ayat 3,
– Pembentukan Satgas Anti-mafia Migas yang dipimpin oleh almarhum Faisal Basri. Kementerian ESDM menunjuk Faisal Basri sebagai Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi pada 14 November 2014. Tim, yang sering dijuluki Satgas anti-Mafia Migas. Tim ini bertugas memberi rekomendasi kepada Kementerian terkait dengan pengelolaan minyak dan gas bumi. Ketika masa tugasnya berakhir, Faisal dan kawan-kawan memberikan rekomendasi mengenai reformasi tata kelola migas, salah satunya pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) setelah lebih dulu mengganti sejumlah petinggi, yang sejak era Orde Baru bak sarang penyamun.
– Penghapusan broker gas tanpa fasilitas
– Pengalihan subsidi BBM
– Revisi UU Migas, Salah satu upaya memperbaiki sektor energi di Indonesia adalah memberantas seluruh mafia energi lewat reformasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang dilakukan melalui revisi Undang-Undang Migas sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi.
Salah satu anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang pernah dibentuk Presiden Jokowi di 2014-2015 lalu, Fahmy Radhi, mengungkap tim menemukan bahwa para mafia pemburu rente impor minyak ini memperoleh US$ 2-3 barel per hari.
https://www.cnbcindonesia.com/…/mafia-migas-rampok-ri…
Tapi korupsi yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga ini belum terendus. Makanya Jokowi menempatkan Ahok di Pertamina. Baca berita ini. Ini berita tahun 2019, lima tahun yang lalu.
“Berkali-kali Presiden Joko Widodo menyinggung soal masalah pelik yang membuat RI terus defisit, yakni impor minyak yang terus membengkak. Jokowi meyakini soal impor minyak ini tak lepas dari masih adanya mafia migas.
Menurutnya, itu menjadi salah satu alasannya menempatkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di perusahaan tersebut. Ini disampaikan Jokowi kepada wartawan usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah dan Silahturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).
“Iya larinya ke situ,” ujarnya menjelaskan inti pertemuan dengan Ahok dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12/2019). https://www.cnbcindonesia.com/…/jokowi-minta-ahok…
Apakah Ahok menemukan korupsi yang dimaksud oleh Jokowi? Tampaknya Ahok menemukan korupsi lain. Ahok menemukan kasus korupsi LNG yang melibatkan Dirut Pertamina Karen Agustiawan yang kemudian diusut oleh KPK. Pada 2 Juli 2024, KPK menetapkan dua pejabat PT Pertamina lainnya sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yaitu Senior Vice President (SVP) Gas & Power PT Pertamina tahun 2013-2014 Yenni Andayani dan Direktur Gas PT Pertamina periode 2012-2014 Hari Karyuliarto. Karen sendiri sekarang dijebloskan ke dalam penjara.
“Iya, karena kan kita waktu itu yang temukan ya. Kita kirim surat Kementerian BUMN juga waktu itu,” ujar politikus PDI-P tersebut. https://nasional.kontan.co.id/…/kasus-korupsi-lng-di…
Selain menemukan kasus korupsi itu Ahok juga sukses melaksanakan perintah Jokowi yang lain. Ahok menyebutkan bahwa saat dirinya ditunjuk sebagai Komisaris Utama Pertamina, dia diamanahkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk melaksanakan setidaknya tiga tugas, yakni memperbaiki defisit neraca perdagangan atau menekan impor, tidak memberatkan APBN, dan menjaga tingkat inflasi.
“Nah ide-ide ini yang ditugaskan Presiden untuk dikerjakan,” tambahnya. Untuk tugasnya yang ini Ahok berhasil membuat penghematan yang membuat Pertamina untung sebesar milyaran dolar. Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) kembali mengumumkan kinerja perusahaan pada tahun 2022. Tercatat, laba bersih Pertamina melesat hingga US$ 3,81 miliar atau Rp 56,6 triliun pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021 yang sebesar US$ 2,05 miliar atau mencapai Rp 29,3 triliun. Tak hanya laba, pendapatan Pertamina tahun 2022 juga meningkat menjadi US$ 84,89 miliar atau naik 48% dari tahun 2021 yang mencapai US$ 57,5 miliar. Kontribusi terbesar dari capaian kinerja Pertamina sebenarnya dari pengeluaran. Di mana, Pertamina berhasil melakukan perampingan cost. Pada tahun 2012 – 2014 cost dari biaya di tahun tersebut mencapai 93% – 94%. Namun, pada tahun 2022 cost semakin ramping hingga mencapai 89%. Itu artinya ada penghematan 4-5% dari US$ 84 miliar yang jelas bukan angka kecil dan merupakan program cost optimal. Di mana, ada 267 program yang digarap selama tahun 2022 untuk melakukan cost efficiency. https://www.cnbcindonesia.com/…/laba-pertamina-terbang…
Apakah kita sudah berterima kasih pada Ahok? 😎
Memang benar bahwa Ahok tidak menemukan korupsi di Patra Niaga tersebut. Itu sebabnya maka tidak ada laporan yang masuk ke Jokowi sehingga Jokowi tentu saja tidak bisa menindak sesuatu yang tidak ada buktinya.
Tapi syukur alhamdulillah bahwa justru Kejaksaan Agung yang berhasil menemukan mega korupsi yang begitu licin dan tersembunyi selama puluhan tahun. Itu artinya bahwa kasus korupsi ini sebenarnya sudah lama diendus oleh Kejaksaan Agung dan bukti-bukti telah cukup banyak untuk dinaikkan menjadi kasus.
Lha kok Kejaksaan Agung bisa menemukan korupsi besar tersebut kok Faisal Basri, Jokowi dan Ahok tidak bisa? Lha Kejaksaan kan memang tugasnya untuk menyelidiki kasus-kasus korupsi. Jadi itu memang kerjaannya. Lagipula mestinya bukti korupsi itu sudah ada masuk sedikit demi sedikit tapi belum bisa diungkapkan dengan berbagai pertimbangan.
Ada satu pertimbangan mengapa kasus ini akhirnya dibongkar oleh Kejagung yang sudah lama mengendus korupsi ini, yaitu faktor Presiden Prabowo. Sejak awal menjabat presiden, Prabowo kerap menekankan komitmen yang besar dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Prabowo pun mengatakan akan memberikan sistem pengawasan yang ketat untuk memberantas korupsi. Selain itu, Prabowo juga akan menegakkan hukum dengan tegas.
Presiden RI Prabowo Subianto gerak cepat menangkap puluhan tersangka koruptor pada kurun waktu kerja 10 hari menjabat sebagai presiden. Total terdapat 28 tersangka yang hingga kini telah diamankan dengan total kerugian negara capai Rp 3,1 triliun. https://www.rri.co.id/…/prabowo-sikat-28-koruptor-yang…
Kemarin Presiden Prabowo Subianto kembali mengucapkan janji untuk memberantas korupsi di Indonesia. “Saya akan melawan korupsi dengan sekeras-kerasnya dan dengan segala tenaga dan upaya yang bisa saya kerahkan tanpa pandang bulu,” kata Prabowo saat peluncuran Danantara, Senin (24/2). Prabowo Subianto juga mengaku akan menerapkan hal yang sama di dalam Danantara.
“Prabowo Bersuara Lantang, Saya Akan Lawan Korupsi dengan Keras”,
https://jakarta.jpnn.com/…/prabowo-bersuara-lantang…
Jadi kalau Kejagung sekarang main keras dan ambil alih tugas maka itu patut kita syukuri. Terima kasih ya, Kejagung. I love you full …! 🙏😁
Tapi kan banyak rakyat yang tidak percaya dengan kesungguhan pemerintahan Prabowo dan bahkan terus menerus mengecamnya?
Ya, njarkan saja kata orang Surabaya. 😁 Yang namanya kepercayaan itu tidak bisa dipaksakan. Bahkan Tuhan saja tidak memaksakan umatnya untuk beriman kok. Mau beriman silakan mau kafir ya monggo. Saya hanya ingin mengajak Anda untuk BERSYUKUR DAN BERTERIMA KASIH. Mbok menowo Anda juga bisa merasakan hal yang sama dengan saya. Kalau menurut Anda tidak ada yang patut disyukuri dan dihargai ya silakan saja. Mudah-mudahan suatu hari kelak Anda bisa ikut bersyukur dan berterima kasih seperti yang lain. 🙏
Alhamdulillah puasa tinggal 21 hari lagi. Horeee … sebentar lagi riyoyo….! 😁
Surabaya, 10 Maret 2025
Satria Dharma