Seorang teman jual beli rumah di Jakarta. Dia beli rumah lama lalu rumah itu dia robohkan dan bangun lagi dengan model yang keren dan modern. Dari pekerjaan itu dia bisa untung sampai ratusan juta dari satu rumah. Tentu saja dia akan sangat jeli melihat lokasi dan posisi rumah tua dan lama yang akan dia beli. Kalau lokasinya buruk maka dia akan kesulitan menjual rumah barunya. Tapi kalau lokasinya bagus maka baru dia bangun pun sudah banyak orang yang datang mau membelinya.
Suatu ketika ia membeli sebuah rumah di sebuah gang yang lumayan lebar dan letaknya di sudut. “Sangat strategis,” katanya pada saya. Saya lalu diajaknya datang ke rumah tersebut. Saya datang melihat pembangunan rumah tersebut dan kami ngobrol. Ketika masuk waktu sholat Dhuhur tiba-tiba terdengar suara adzan yang sangat kencang sehingga kami tidak bisa mendengar suara masing-masing. Kami harus berhenti ngobrol sampai suara adzan tersebut hilang. “Ini kesalahan saya,” katanya dengan nada menyesal. “Saya tidak tahu bahwa rumah ini dekat dengan musholla di gang belakang yang kalau adzan dan dzikir suaranya kencang sekali. Kita benar-benar tidak bisa ngobrol atau terima telpon karena kencangnya TOA-nya. Dan gangguan ini terjadi lima kali sehari.” Wajahnya tampak mendung, “Entah saya bisa jual rumah ini atau tidak.” Sambungnya dengan sendu. 🥴
Tapi sebulan kemudian saya dengar kabar darinya bahwa rumahnya sudah laku. Surprise dong…! Ketika bertemu lagi ia bilang, “Alhamdulillah pembelinya orang Cina tapi dia datang ke rumah pas jam 10 pagi. Jadi dia tidak tahu kalau ada musholla ber-TOA ganas di gang belakang.” Wajahnya berseri-seri. “Proses jual beli sudah selesai via bank. Si pembeli seneng banget sama rumahnya.” Dan ia tertawa berdera-derai.
Saya terbelalak mendengar ceritanya. “Jadi kamu gak bilang bahwa ada TOA yang bakal mengancam ketentraman tidur dan istirahat mereka lima kali sehari?” tanya saya. 😳
“Ya nggaklah…! Gila apa gua mau cerita soal TOA perampas ketentraman hidup itu sama pembeli.” Dan dia tertawa makin keras.
Pancen asu kok arek iki…. 🥺
Saya membayangkan betapa menyesalnya si pembeli setelah tahu adanya factor TOA yang di luar perkiraannya.
Balikpapan, 17 Februari 2025
Satria Dharma