Tujuan tour kami hari ini adalah ke Bicester Shopping Outlet, Oxford University, dan Stonehenge.
BICESTER
Bicester adalah kota pasar bersejarah, kota taman di timur laut Oxfordshire di Inggris yang juga terdiri dari pengembangan kota ramah lingkungan di North West Bicester dan desa yang dibangun sendiri di Graven Hill. Bicester terkenal sebagai rumah bagi Bicester Village, pusat perbelanjaan Designer Outlet .
Bicester Shopping Outlet
Bicester Village adalah sebuah pusat perbelanjaan outlet di pinggiran kota praja Bicester, Oxfordshire, Inggris. Outlet tersebut dimiliki oleh Value Retail plc, dan dibuka pada tahun 1995.
Bicester Village adalah bagian dari Koleksi Bicester. Terletak di pedesaan Oxfordshire dekat Cotswolds, sebuah Kawasan dengan keindahan alam yang luar biasa, Bicester Village pertama kali dibuka pada bulan April 1995. Sejak saat itu, kawasan pejalan kaki terbuka ini telah berkembang hingga mencakup lebih dari 150 butik yang berjejer di sepanjang jalan-jalan desa yang lanskapnya indah.
Di sini, daftar merek fesyen dan gaya hidup Inggris dan internasional yang terkenal di dunia – menawarkan penghematan sepanjang tahun yang tak tertandingi (katanya… 😁 Tapi untuk kami jelas harga-harganya ndak masuk. 😂).
Selain toko-toko juga ada pilihan restoran dan kafe yang tak boleh dilewatkan, termasuk Cecconi’s, Ottolenghi, dan restoran & kafe pertanian, tempat kita dapat menikmati kuliner ala-ala Inggris.
Bicester Shopping Centre ini buka tujuh hari seminggu dan kurang dari satu jam dari London dan 10 menit dari Oxford.
Kami tidak terlalu tertarik pada shopping center semacam ini karena sama saja dengan Gotemba di Jepang dan Woodbury New York yang sudah pernah kami datangi juga. Yang jelas premium outlet dengan harga selangit macam ini bukan untuk kami. Tapi adik saya kena juga karena salah menghitung harga. Dia tertarik pada tas Furla dan dia pikir 200 pound sterling itu 400 ribu jadi dia beli tas tersebut pakai kartu kredit Setelah diberitahu bahwa itu 4 juta barulah dia terkejut dan ‘delek-delek’. Lha dia beli dua. 🥹
OXFORD UNIVERSITY
University of Oxford, dikenal masyarakat Indonesia dengan nama Universitas Oxford, adalah universitas riset publik kolegiat yang terletak di kota Oxford, Inggris. Telah berdiri sejak tahun 1096 menjadikannya universitas tertua di dunia berbahasa Inggris dan universitas tertua kedua di dunia yang terus beroperasi hingga saat ini. Oxford berkembang pesat sejak tahun 1167, ketika Henry II melarang mahasiswa Inggris untuk menjalankan perkuliahan di Universitas Paris. Setelah perselisihan antara mahasiswa dan penduduk kota Oxford pada tahun 1209, beberapa akademisi melarikan diri ke arah timur laut di mana mereka mendirikan Universitas Cambridge. Kedua universitas top ini memiliki banyak kesamaan dan bersama-sama disebut sebagai Oxbridge.
Universitas Oxford terdiri dari tiga puluh sembilan kolese semi-otonom konstituen, empat asrama swasta permanen, dan berbagai departemen akademik yang diorganisasikan ke dalam empat divisi.[11] Setiap kolese adalah lembaga independen yang mengatur urusannya sendiri di dalam universitas, mengendalikan keanggotaannya sendiri dan memiliki struktur dan kegiatan internalnya sendiri, dimana semua mahasiswa diwajibkan untuk menjadi anggota sebuah kolese. Oxford tidak memiliki kampus utama, dan gedung serta fasilitasnya tersebar di seluruh pusat kota. Karena kampus ini sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu maka bangunannya adalah bangunan kuno semua.
Pengajaran sarjana di Oxford terdiri dari ceramah, sistem tutorial di kolese dan asrama, seminar, praktik laboratorium dan kadang-kadang tutorial lebih lanjut yang disediakan oleh fakultas dan departemen universitas pusat. Pengajaran pascasarjana secara eksklusif diberikan secara dominan oleh universitas pusat.
Kami menyempatkan diri untuk salat di salah satu mushalla yang ada di kampus tersebut.
STONEHENGE
Stonehenge berasal dari kata Stone dan Henge. Stone berarti batu, sedangkan Henge berarti lingkaran. Arkeolog mendefinisikan henge sebagai tembok tanah yang berbentuk melingkar dan terdapat parit di dalamnya.
Stonehenge merupakan suatu bangunan yang dibangun pada zaman Perunggu, dan Neolitikum. Ia terletak berdekatan dengan Amesbury di Wiltshire, Inggris, sekitar 13 kilometer barat laut Salisbury. Sebagai salah satu situs yang paling terkenal di dunia, Stonehenge merupakan lingkaran batu tegak yang berada di dalam lingkup tembok tanah.
Terdapat perselisihan mengenai usia sebenarnya lingkaran batu tersebut, tetapi kebanyakan arkeolog memperkirakan bahwa bangunan tersebut didirikan antara 3.000 SM hingga 2.000 SM. Pada tahun 2008, penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa batu pertama didirikan antara 2400 hingga 2200 SM. Sedangkan teori lain mengindikasikan bahwa batu biru (bluestone) didirikan sekitar 3.000 SM.
Gundukan tanah dan parit berbentuk melingkar yang ada di sekitarnya, merupakan penanda mengenai tahapan awal pembangunan monumen tersebut. Penanggalan yang didapat dari fitur tersebut adalah sekitar 3.100 SM. Situs Stonehenge dan lingkungan di sekitarnya ditambahkan ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986 bersamaan dengan Avebury Henge.
Pada awal abad ke-20, kebanyakan dari batu-batu itu tidak lagi berdiri tegak. Hal ini kemungkinan disebabkan banyaknya wisatawan yang menaiki Stonehenge pada sekitar abad ke-19 karena keingintahuan mereka yang besar. Semenjak itu, telah dilakukan tiga tahap renovasi untuk menegakkan kembali batu yang miring atau terbalik, dan untuk mengembalikan batu-batu tersebut ke tempat semula dengan teliti.
Batu-batu tersebut berasal dari tambang di Perbukitan Preseli di Wales barat, sekitar 225 Km jauhnya dari Stonehenge. Batu biru tersebut memiliki berat masing-masing antara 2 dan 5 ton. Hal ini membuat para ilmuwan masih belum meyakini bagaimana orang prasejarah memindahkan batu-batu itu dalam jarak yang begitu jauh.
Sekitar 180 generasi telah berlalu sejak batu-batu tersebut didirikan di Stonehenge tetapi orang-orang sudah tinggal di lokasi tersebut jauh sebelum Stonehenge dibangun.
Untuk masuk ke lokasi ini kita harus bayar 22 pound sterling.
Kami menginap di hotel Ibis budget London Heathrow Central yang desainnya sungguh merepotkan karena lobinya ada di lantai 1 yang harus dilalui naik lift. Bayangkan kalau 50 orang harus naik lift dengan koper-koper yang segede gaban. Belum lagi nanti naik ke kamar juga pakai lift yang sama. Sungguh tidak efisien.
London, 8 Oktober 2024
Satria Dharma
