“Sebenarnya kita itu hanya menggunakan 10% kapasitas otak kita. Masih ada 90% kapasitas otak kita yang tersimpan tidak kita gunakan dan bisa dibangkitkan dengan cara dan pelatihan tertentu.”
Pernah dengar pernyataan ini?
Jangan dipercaya. Itu hanya MITOS. 😎
Hughes, dkk. (2013) menemukan bahwa miskonsepsi ini (selanjutnya disebut Mitos 10%) merupakan salah satu miskonsepsi yang paling banyak terjadi di masyarakat. Yang lebih memprihatinkan adalah temuan Dekker dkk. (2012) bahwa sekitar 50% guru sekolah dasar dan menengah dari berbagai budaya juga mendukung “Mitos 10%”. 😳
Gagasan ini tampaknya berakar kuat dalam budaya populer meskipun banyak upaya untuk menghilangkan mitos tersebut (Hughes, Lyddy, & Lamb, 2013). Mitos ini memjadi dasar pembuatan dari film Lucy (2014), yang menggambarkan apa yang bisa terjadi jika seseorang benar-benar menggunakan seluruh atau 100% kekuatan otaknya. Mitos ini telah digunakan untuk membenarkan kepercayaan pada kekuatan psikis pseudoscientific dan merupakan asumsi yang diam-diam digunakan dalam banyak program yang dirancang untuk “melepaskan” potensi manusia yang belum dimanfaatkan. Bayangkan kalau kita bisa 10 kali lebih cerdas daripada sekarang…! 😁
Faktanya, para ilmuwan telah membuktikan bahwa kita menggunakan seluruh otak kita setiap hari. Kalau ada 90% bagian otak yang tidak pernah kita gunakan selama ini maka bagian otak tersebut pastilah telah lama mati dan tidak mungkin bisa kita bangkitkan lagi. Tukang sihir mana yang bisa melakukan hal semacam itu? 😎
Mila Halgren mahasiswa pascasarjana di laboratorium Mark Harnett, seorang profesor ilmu otak dan kognitif dan penyelidik di McGovern Institute mempelajari kekuatan komputasi neuron, yaitu bagaimana jaringan saraf dengan cepat memproses informasi dalam jumlah besar.
Ada banyak sekali artikel dan video yang membantah mitos ini baik di media populer maupun dari ahli saraf. Terlebih lagi, ahli saraf kini memiliki alat untuk membuat gambar dan melacak aktivitas otak yang hidup dan berfungsi. Yang paling terkenal adalah pemindaian PET (Positron Emission Tomography) dan fMRI (fungsional Magnetic Resonance Imaging). Teknik-teknik ini, yang mulai umum digunakan sekitar 25 tahun terakhir, telah merevolusi pemahaman kita tentang fungsi otak. Dalam pemindaian PET, pelacak radioaktif yang aktif secara biologis disuntikkan ke subjek (untuk otak, ini biasanya dalam bentuk glukosa). Pelacak dimetabolisme oleh otak dan dengan demikian, positron dilepaskan. Semakin aktif struktur otak, semakin besar pula emisi positronnya. Sensor mendeteksi positron melalui radiasi gamma dan kemudian komputer dapat membuat representasi tiga dimensi aktivitas otak berdasarkan konsentrasi pelacak.
“Seluruh otak kita terus-menerus digunakan dan menghabiskan banyak sekali energi,” kata Halgren. “Meski hanya menyumbang dua persen dari berat badan kita, kerja otak kita menghabiskan 20 persen kalori dalam tubuh kita.” Hal ini tampaknya tidak berubah secara signifikan dengan berbagai tugas, mulai dari mengetik di komputer hingga melakukan yoga. “Bahkan saat kita tidur, seluruh otak kita tetap aktif.” Itulah sebabnya mengapa kita bisa sangat lelah ketika kita melaksanakan tugas berpikir dalam jangka waktu lama padahal kita hanya duduk saja berjam-jam di depan komputer.
Selain “Mitos 10%” ternyata ada mitos tentang otak yang lain. Ada banyak mitos lain tentang otak yang perlu Anda ketahui, yaitu:
– Manusia itu berotak kiri atau berotak kanan. Tidak demikian faktanya. Faktanya kita menggunakan kedua belah otak kita tersebut.
– Amnesia itu bisa mengakibatkan kita melupakan siapa diri kita. Ada guyonan kalau ada orang yang bilang, “Saya tidak sehebat itu. Siapa sih saya ini…” maka minta dia melihat KTP-nya. Mungkin dia kena amnesia. 😂
– Perkembangan otak selesai pada masa pubertas. Tentu saja tidak.
– Saat kita tidur, otak tidak aktif.
– Kerusakan otak menyebabkan hilangnya fungsi secara permanen, terutama pada orang lanjut usia.
– Pelatihan otak meningkatkan IQ dan memperlambat kerusakan otak.
– Fungsi otak menurun secara signifikan di usia tua.
– Mendengarkan Mozart atau musik barok membantu meningkatkan IQ atau pembelajaran.
Sila baca ini untuk mendapatkan penjelasan ini.
Yang BUKAN MITOS adalah bahwa otak, seperti juga otot, bisa dilatih agar berfungsi lebih baik.
Ada bukti ilmiah bahwa stimulasi teratur yang berasal dari aktivitas artistik seperti melukis dan menjahit, mendengarkan musik, dan bahkan bersosialisasi telah terbukti meningkatkan dan menjaga fungsi kognitif.
Latihan fisik juga telah terbukti meningkatkan fungsi kognitif, suasana hati, dan kegembiraan. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa latihan fisik di berbagai tahap kehidupan menurunkan risiko demensia.
Jadi GUNAKAN OTAK DAN OTOT ANDA setiap hari…! Jangan biarkan mereka menganggur. Eman-eman punya otak dan otot tapi tidak dipakai… 🙏😁
Nusa Dua, 29 Juni 2024
Satria Dharma