Hemat pangkal kaya itu pribahasa yang tidak berlaku untuk orang yang sudah kaya seperti saya. Yang berlaku pada saya adalah hemat pangkal diomeli sama istri… 😁
Sejak dulu saya memang hemat dan tidak suka belanja kalau tidak benar-benar perlu atau benar-benar pingin. Agak beda dengan istri saya. Kalau istri saya, walau pun tidak seberapa perlu tapi kalau dia ingin ya dibeli. (Murah kok….! Ini belinya online aja, demikian alasannya). Makanya belanjaan onlinenya bertumpuk di Surabaya. 😎 Kalau jalan-jalan ke mal dan mampir ke Uniqlo biasanya selalu saja ada yang dibelinya. Sementara saya sendiri ya cuma ngintili di belakangnya dan sangat jarang ikut-ikutan belanja. Lha lemari baju saya sudah sesak dan belum sempat nge-junk. Rasanya sudah tidak ada lagi barang yang saya butuhkan di usia saya sekarang ini. Barang-barang saya sudah berlimpah.
Suatu ketika saya menemukan kembali sepatu lama saya yang sangat saya sukai karena nyaman dipakai. Sepatu ini sudah bolong ujung jempol kakinya dan jebol alasnya. Begitu ketemu lagi saya langsung dejavu mengingat betapa nyamannya sepatu ini dipakai. Sepatu ini lalu saya bawa ke tukang sepatu dan minta untuk ditambal ujungnya dan dijahit lagi alasnya.
Begitu melihat saya membawa sepatu ini istri saya langsung ngomel :
“Sepatu sudah rusak begitu kok ya masih mau dipakai sih, Yang…?!”
“Lha iya mau saya perbaiki. Ini dilem dan dijahit sebentar saja sudah beres.”
“Untuk apa sih…! Mbok ya beli sepatu yang baru. Kayak orang susah aja…!” 😬
Saya diam saja karena kalau saya balas pasti akan lebih panjang omelannya.
“Sama orang lain nyah nyoh wah weh tapi sama diri sendiri kok pelit…” sambungnya.
Rak tenan toh… 🥴
Saya diam saja dan sepatu tetap saya bawa dan serviskan ke tukang Sepatu. Mata tukang sepatunya berbinar-binar melihat ada pelanggan datang bawa rejeki untuknya. Di kepalanya sudah ada angka rupiah yang akan ia bebankan pada saya. Sorenya sepatu saya ambil dan saya pakai. Seperti yang saya duga sepatu ini memang masih nyaman dipakai. Ini benar-benar CLBK alias Cepatu Lama Berfungsi Kembali. 😂
Meski demikian istri saya masih belum rela. Saya masih sering disindir kalau pakai sepatu tersebut.
“Sepatu itu sudah Yayang pakai sejak 2019 lho. Aku lihat di foto lama Yayang pakai sepatu itu.”
“So what….?!” Jawab saya. Tapi hanya dalam hati. Mending saya diam saja ketimbang panjang dan lebar.
“Eh, bajumu itu baru ya…?! Bagus lho…!” kata saya membelokkan topik pembicaraan.
Tentu saja istri saya tahu kalau saya nylimur. Tapi toh ia menjawab juga.
“Iya. Tapi murah kok ini. Beli online.”
“Oooo….” 😎
Gencatan senjata kami sepakati. Entah besok kalau kejengkelannya pada sepatu lama saya ini muncul lagi. 😁
Surabaya, 25 Januari 2026
Satria Dharma