Di Tokyo seorang pria naik taksi. Karena kendala bahasa, dia tidak bisa berkata banyak, kecuali menyebutkan nama tempat yang ingin dia datangi. Sopir taksi mengerti, ia mengangguk, dan dengan hormat membukakan pintu bagi penumpang untuk masuk, yang merupakan bagian dari budaya mereka.
Saat perjalanan dimulai, sopir taksi menyalakan argo, lalu setelah beberapa saat mematikannya, dan kemudian menyalakannya kembali. Penumpang itu bingung tetapi tetap diam karena kendala bahasa. Sesampainya di kantor yang ia datangi, dia bertanya kepada orang-orang yang menyambutnya, “Coba tanyakan kepada sopir taksi mengapa dia mematikan meteran selama beberapa waktu selama perjalanan.”
Ketika mereka bertanya kepada sang pengemudi, ia menjawab, “Saya melakukan kesalahan di jalanan tadi. Saya melewati belokan yang seharusnya saya ambil, dan belokan berikutnya yang harus saya ambil cukup jauh. Karena kesalahan saya, kami harus menempuh jarak tambahan dua hingga dua setengah kilometer. Selama waktu itu, saya mematikan meteran. Saya tidak dapat membebankan biaya kepada penumpang untuk jarak yang bertambah karena kesalahan saya.”🙏
Surabaya, 12 Februari 2025
Satria Dharma