Seorang kakak biasa memberi donasi pada seorang adiknya yang tidak bekerja 3 juta rupiah setiap bulan. Hal ini terus berlangsung selama bertahun-tahun. Suatu hari, dia memberi saudaranya itu hanya 2,5 juta rupiah. Adiknya terkejut dengan hal itu, namun dia berpikir, 2,5 juta lebih baik daripada tidak sama sekali. Jadi dia diam saja.
Beberapa waktu kemudian, Si kakak hanya memberi adiknya itu hanya 2 juta rupiah. Adiknya itu terkejut! Dia merasa tidak tahan lagi lalu berkata kepada kakaknya, “Dulu Kakak memberi saya 3 juta, lalu berkurang dan menjadi 2,5 juta. Sekarang malah hanya 2 juta, kenapa…?!” 🥺
Si kakak menjawab, “Dulu, semua anak Kakak kan masih kecil dan Kakak masih berkecukupan, jadi Kakak bisa memberimu 3 juta setiap bulan. Kemudian Si Putri sudah besar dan masuk universitas, dan biaya universitasnya tinggi, jadi kakak terpaksa mengurangi donasi padamu. Sekarang, adiknya Putri juga masuk universitas, dan biaya kuliah juga meningkat, jadi kakak hanya bisa memberi kamu 2 juta.”
Si adik tampak marah. Ia lalu protes dan berkata, “Kakak kan punya 4 anak. Jadi kakak mau menyekolahkan mereka semua dengan memotong donasiku…?!” 😡
Bagaimana ini…?! 😵💫
Terkadang, ada orang yang menganggap kebaikan dan perbuatan baik orang lain terhadapnya adalah haknya dan bukan kemurahan hati. Jadi justru mereka yang merasa didzalimi kalau kebaikan orang lain itu berkurang. 🤭
Jogyakarta, 7 Februari 2025.
Satria Dharma.