Jokowi menerima kunjungan warga di kediamannya, Sumber Solo
Prilaku para pembenci Jokowi itu kadang memang tidak masuk akal. Setiap hari mereka mencari-cari dan mengais-ngais berita yang kira-kira mendiskreditkan atau negatif dan buruk bagi Jokowi dan keluarganya. Mereka akan sangat terbakar hatinya jika mendengar atau membaca berita hal-hal yang baik dan posItif tentang Jokowi dan keluarganya. Dengan sigap mereka mencari berita tandingan yang sebaliknya dan jika tidak dapat ya mereka bikin sendiri. Bikin berita yang mendiskreditkan Jokowi demi memuaskan rasa bencinya. Sungguh lalar gawe…
Salah satu contohnya adalah tentang berita betapa banyaknya rakyat yang datang ke rumah Jokowi setelah beliau tidak lagi menjadi presiden dan menjadi warga sipil. Ratusan warga dari berbagai daerah rela mengantre untuk bersalaman dan berfoto dengan Jokowi. Kediaman beliau di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, menjadi daya tarik wisata baru di Solo selama libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025. Saking banyaknya yang datang sehingga seolah rumah beliau itu jadi destinasi wisata dadakan.
Salah satu wisatawan, Resmi Astuti, yang datang jauh-jauh dari Dumai, Provinsi Riau, mengungkapkan kegembiraannya bisa bertemu dengan Jokowi “Memang ingin sekali ke sini. Saya mencari informasi dan kemarin sempat datang, tapi pintunya tertutup, mungkin Bapak sedang istirahat. Alhamdulillah, akhirnya hari ini bisa foto bersama beliau,” ujarnya dengan penuh antusias. Jadi Resmi Astuti ini datang dua kali dan baru bisa berfoto bersama pada hari kedua. Kok ya mau-maunya dia ini datang dua hari berturut-turut hanya sekedar untuk bisa foto bersama. Tapi begitulah namanya orang cinta tak iye… 😎
Tapi apa kata pembenci Jokowi? Katanya itu adalah settingan. OMG…! Katanya mereka itu datang karena dikoordinir oleh para pemuja Jokowi agar Jokowi tampak masih dicintai oleh rakyat padahal sebenarnya sudah tidak lagi. Jadi kedatangan warga ke rumah Jokowi itu adalah settingan dari para pemujanya yang mengoordinir mereka untuk datang ke rumah Jokowi. Ya, Allah…! 🤣
Saya membaca ini jadi pingin tertawa dan sekaligus sedih. Kok bisa ya mereka memelihara kebencian di dalam hati mereka sehingga hal semacam ini saja mereka tolak dan ingkari dan tidak bisa menerima. Padahal ini sungguh sangat alami dan normal saja. Jangankan Jokowi, sedangkan jika seandainya Megawati atau SBY membuka pintu rumahnya lebar-lebar dan mau menerima rakyat yang mau sowan ke rumah mereka dan bersedia berfoto bersama maka saya yakin rakyat juga akan datang berbondong-bondong ke rumah mereka. “We love you Megawati…. We love you SBY…!” Tapi faktanya kan memang hanya Jokowi mantan presiden yang figurnya memang rakyat biasa yang sederhana dan bersedia menerima rakyat dengan tangan terbuka dan senyum gembira di rumahnya. Ya pasti akan datanglah rakyat ke rumahnya berbondong-bondong dan berharap bisa berfoto bersama. Bisa berfoto bersama mantan Presiden (yang mana pun itu) adalah sebuah kebanggaan yang bisa menjadi kisah hidup yang akan dicerita-ceritakan ke pada teman-teman dan keluarga. Lha wong saya saja pingin banget bisa mendapat kesempatan berfoto dengan Ahok dulu itu. Kalau sekarang ada kesempatan berfoto dengannya ya saya akan tetap antusias. Kalau dengan Anies Baswedan saya punya banyak foto bersama waktu masih di IGI dulu.
Jadi kalau rakyat ndeso seperti saya dan yang lain-lain itu ya memang masih suka berfoto dengan orang-orang beken (Rhoma Irama, Ebiet G Ade, Ellyas Pical, Desi Anwar, Dino Patti Djalal, Dedi Mulyadi, Christine Hakim, dll). Jadi kalau ada rakyat yang berbondong-bondong datang ke rumah Pak Jokowi dan berharap untuk bisa sekedar berfoto Bersama itu jelas hal yang lumrah dan alami sekali. Apalagi mereka mendengar bahwa Pak Jokowi bersedia menerima kedatangan mereka dan mau berfoto asal bersabar menunggu antrian. Tentu mereka akan senang sekali datang meski dari jauh.
Saya beri tahu ya…
Jangankan mantan presiden sebaik Jokowi, lha wong dengan orang seperti saya banyak lho yang ingin foto bersama. Apalagi kalau saya habis presentasi di berbagai daerah atau bertemu dengan teman-teman IGI di seluruh Indonesia. Wah…! Banyak teman-teman guru yang ingin foto bersama saya. Padahal apalah saya ini…
Namaku Bento, rumah real estate
Mobilku banyak, harta melimpah
Orang memanggilku, bos eksekutif
Tokoh papan atas, atas sgalanya
Bento…Bento… Bento…! 😂
Denpasar, 2 Februari 2025
Satria Dharma