Meski hidup saya berkecukupan dan tidak pernah kekurangan uang tapi kadang-kadang saya suka berkhayal punya uang berlimpah-limpah dan jauh lebih kaya daripada sekarang. Saya yakin bukan cuma saya yang punya khayalan hidup kaya raya ala crazy rich. Para crazy rich itu sendiri saya yakin punya khayalan untuk bisa jauh lebih kaya lagi daripada sekarang. Itu bukti bahwa manusia itu memang tidak pernah merasa cukup. Manusia selalu ingin lebih dan lebih dan tidak pernah merasa cukup jika memungkinkan. Tapi kalau sekedar berkhayal mosok sih dilarang?
Suatu ketika saya berkhayal punya uang 100 M (ember tah? 😁). Lalu saya berkhayal dengan uang tersebut saya akan berbagi dengan saudara-saudara saya dan juga dengan para keponakan yang bejibun itu. Setiap saudara saya akan saya beri 1 M masing-masing. Setiap anaknya akan saya beri 100 juta.
Bagaimana dengan anak dan istri saya? Ya jelas dapat lebih banyak dong. Istri saya itu minimal dapat 20 M karena ia juga harus berbagi dengan adik-adik dan keponakannya. Anak-anak juga akan saya sediakan sekitar 15 M untuk berempat. Anak-anak lanang minimal 5 M-an dan anak wedok sisanya. Lho kok gak adil sih? Kan anak wedok itu akan diopeni sama suaminya sedangkan anak lanang ngopeni anak dan bojo. Jadi memang perlu lebih besar. Wis talah nuruto aku. Lha wong ini duit khayalanku sendiri. Kalau kalian mau pembagian dalam jumlah lain ya silakan berkhayal sendiri. 😂
Selain itu saya juga merencanakan untuk berbagi dengan para sanak famili, kerabat, teman, tetangga, para fakir miskin yang semestinya dipelihara oleh negara, dan siapa saja yang menurut saya layak dan perlu untuk saya ciprati uang khayalan saya tersebut. (Ah! Saya kok tiba-tiba ingat almarhum sahabat karib saya, Muchlis, yang punya istilah lucu kalau terima uang agak besar. Katanya itu ‘bledosan’ (letusan). Mungkin kalau lebih besar bisa disebut ‘ledakan’). Saya juga sudah merencanakan untuk berbagi dengan semua karyawan di Lembaga dan Yayasan yang saya miliki. Ada ratusan jumlah mereka. Jadi saya harus menyediakan dana yang juga cukup besar untuk para karyawan ini. Saya selalu merasa kasihan dengan para karyawan kami yang gajinya ada yang masih di bawah UMR. Yang di atas UMR-pun tidak atas-atas amat. Mereka sangat patut untuk mendapatkan cipratan uang khayalan saya. Lha punya uang begitu banyak kalau tidak dibagi-bagi lantas untuk apa? Kalau saya untal sendiri saya justru akan mati klempoken. 😁
Kebahagiaan saya adalah jika bisa berbagi. Apalagi ini cuma uang khayalan. Lebih ringan lagi untuk saya bagi-bagi. 😎
Kemudian muncul pertanyaan di hati saya. Lha kalau uang tersebut habis saya bagi-bagikan lalu apa dan berapa sisanya untuk diri saya sendiri? Cukup tah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan khayalan saya? Kan saya belum memikirkan apa yang mau saya lakukan dari uang tersebut untuk diri saya sendiri. Kan saya sendiri punya keinginan yang mau saya penuhi. Sekarang sih saya masih belum memikirkan mau apa saya dengan sisa dari uang 100 M tersebut untuk diri sendiri. Apene rabi maneh tah…?! 😀 Oh enggak. Di usia sekarang ini mending aku berkhayal hidup foya-foya dengan bojoku dewe. Memang saya agak katrok. Berkhayal saja tidak berani jauh-jauh dari istri. 🤓
Saya lalu berpikir lebih jauh…
Saya lalu memikirkan sekolah-sekolah dan kampus-kampus yayasan kami yang masih punya beban berat. Kan untuk pembangunan dan pengembangannya kami pinjam di bank. Dan itu cukup membuat kami harus selalu berhati-hati dengan cashflow kami. Seandainya saya punya uang berlimpah-limpah maka sekolah dan kampus kami ini harus mendapatkan suntikan dana yang cukup besar agar tidak ada lagi kesulitan finansial yang akan dihadapinya. Kami akan membangun semua sekolah dan kampus kami sebagus dan semegah mungkin. Silakan mereka membangun sekolah dan kampus semegah yang mereka inginkan. Saya akan penuhi semua kebutuhannya. Kalau perlu 50% siswa dan mahasiswa kami itu dapat beasiswa penuh dan gratis. Para karyawan, staf, guru, dan dosen kami naikkan gajinya lebih tinggi daripada sekolah dan kampus lain. Pokoknya yang paling tinggi di kota masing-masing. Bonus akan mereka terima tiga bulan sekali. Jadi terima bonus empat kali setahun. Pokoknya mereka harus senang bekerja pada kami. Kan saya yang akan menjadi donornya dan saya kaya raya… Enteng ae, bro. 😂
Tapi kalau hanya 100 M jelas tidak cukup untuk khayalan saya yang lebih besar tersebut.
Akhirnya saya putuskan untuk berkhayal punya uang 2 T. Kapokmu kapan… 😁 Ngapain kok nanggung. Lha wong cuma berkhayal aja kok….
Balikpapan, 29 Januari 2025
Satria Dharma