Mereka yang bersorak ketika OCCRP memasukkan nama Jokowi ke dalam daftar tokoh terkorup benar-benar tidak punya malu atau pun integritas. OCCRP sendiri dalam klarifikasinya pada Jumat (3/1/2024) mengaku bahwa mereka TIDAK PUNYA BUKTI keterlibatan Jokowi dalam korupsi untuk keuntungan finansial pribadi selama masa jabatannya. Mereka mengakui bahwa memasukkan nama Jokowi sebagai tokoh terkorup BERDASARKAN KIRIMAN EMAIL. Jadi OCCRP benar-benar tidak memiliki bukti apa pun dengan daftar mereka tersebut dan hanya mendasarkan pilihan mereka pada kiriman email. Siapa yang mengirim email ke mereka? Tentu saja orang-orang Indonesia sendiri yang masih belum bisa lepas dari rasa sakit hatinya pada Jokowi.
Lha begitu kok para pemuja dan pendukung OCCRP dengan tanpa ada rasa malu dan bersalah malah berlindung di balik kredibilitas lembaga ngawur tersebut. Bukankah menuduh seseorang tanpa bukti adalah FITNAH? Begitu kok mengaku sebagai intelektual dan akademisi kredibel… 🙄
Menuduh Jokowi melakukan korupsi, apalagi masuk dalam daftar tokoh terkorup dunia 2024 itu kan benar-benar TIDAK MASUK AKAL. Jangankan ada bukti, masuk akal saja tidak.

Coba diingat-ingat selama Jokowi memimpin 10 tahun dan terus menerus digempur oleh berbagai fitnah, kecaman, hujatan, demonstrasi besar-besaran, dlsbnya, apakah pernah ada isu tentang korupsi? TIDAK PERNAH ADA. Isu demo yang dihadapi oleh Jokowi adalah anak PKI, ijazah palsu, penyalahgunaan bansos, politik dinasti, pro Aseng, cawe-cawe pilkada, dlsbnya tapi TIDAK PERNAH ADA TUDUHAN KORUPSI. Dan tiba-tiba ada lembaga asing yang tiba-tiba memasukkan nama Jokowi sebagai tokoh terkorup 2024 kok ya para pembenci Jokowi ini tidak mikir sama sekali. Ini adalah bukti bahwa memang kebencian itu menghilangkan nalar sehat. Tapi mana mereka mau mengaku kehilangan nalar sehat meski sudah jelas ceto welo-welo seperti ini. 🥺
Apakah mereka yang mengaku sebagai intelektual dan akademisi yang ikut-ikutan menuduh Jokowi koruptor tidak belajar dari sejarah? Bukankah dulu Presiden Abdurrahwan Wahid (Gus Dur) dilengserkan dari jabatannya dimulai dengan tuduhan korupsi Buloggate dan Bruneigate? Tuduhan palsu yang tidak pernah berusaha untuk dibuktikan ini sengaja dilempar untuk memancing emosi rakyat dan sentimen publik agar berpihak pada parlemen yang diorkestrai oleh Amien Rais. Dan mereka berhasil menurunkan Gus Dur dari kursi kepresidenannya dengan tuduhan palsu tersebut. Di mana mereka para intelektual dan akademisi yang kritis-kritis itu berada waktu itu? Atau mereka memang berniat untuk mengulang lagi pengkhianatan demokrasi tersebut? 😳
Yang saya heran itu kok ya ada orang-orang yang mengaku muslim dan tahu benar betapa besar dosanya memfitnah tanpa menunjukkan bukti tapi terus saja mengumbar fitnah ke mana-mana. Untuk apa sih masih terus mengobarkan kebencian pada Jokowi dan keluarganya dengan melakukan dosa besar tersebut? Mbok ya istigfar dan berhentilah memfitnah. Ini sudah tahun 2025. Mari kita membangun bangsa dan negara ini dengan berubah menjadi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. 🙏
Surabaya, 4 Januari 2025
Satria Dharma