Mengapa ada warga Indonesia yang justru gembira dan bersorak ketika Jokowi dinobatkan sebagai finalis koruptor dunia?
Ya karena mereka BENCI dan MEMENDAM AMARAH pada Jokowi selama ini. Meski pun mereka PASTI akan mengelak kalau dibilang sebagai HATERS. Mereka pasti akan mengelak dengan mengatakan bahwa mereka itu warga yang kritis dan cinta tanah air, atau apalah yang tidak masuk akal untuk menyembunyikan perasaan sakit hati mereka sebenarnya.
Mereka gembira dan bersorak karena memang sudah lama mereka mengharapkan adanya berita buruk bagi Jokowi. Begitu lama diharapkan berita buruknya kok tidak juga kunjung tiba. Jadi begitu ada berita dari OCCRP itu maka bersoraklah mereka. I knew it…! I knew it already…! Hip hip hooray….! 🤣
Ada posting yang bercerita tentang warga Kenya yang marah ke OCCRP karena tidak menobatkan Presiden Kenya William Ruto sebagai pemenang. Dan dia bilang orang Indonesia sebaliknya marah pada OCCRP karena mereka menuduh OCCRP ngawur. Ya tentu sajalah. Itu bedanya orang yang dibenci dan dicintai. Itu bedanya antara orang yang membenci dan mencintai. Warga Kenya yang marah pada OCCRP itu ya sama dengan para pembenci Jokowi ini. Mereka sangat ingin agar presiden mereka dipermalukan dunia. Tapi kalau warga yang waras tentulah tidak ingin presidennya dipermalukan oleh lembaga macam OCCRP tersebut. Coba pikir kira-kira warga macam apa yang malah mengharapkan pemimpinnya dipermalukan dunia. Ya jelas warga yang SAKIT HATI dan MEMENDAM RASA BENCI. Kalau waras kan gak mungkin bersikap begitu.
Apa yang terjadi jika Anda menjadi haters? Ya jelas Anda akan MENGHARAPKAN dan bahkan MENDOAKAN hal-hal yang buruk akan terjadi pada orang yang Anda benci. Anda akan mencari-cari kesalahan orang yang Anda benci dan akan BERSORAK BERGEMBIRA dan bahkan kalau perlu potong kambing untuk syukuran atas hal buruk yang terjadi pada orang yang Anda benci.
Nggih nopo mboten…?! 😎
(Tidak usah ngaku secara terbuka. Lha wong memang begitulah adanya di dunia mana pun). 😁
Surabaya, 5 Januari 2025
Satria Dharma