Kami sedang rapat luring di hotel Grandhika Iskandarsyah sejak kemarin. Kami membahas beberapa agenda dan pagi ini kami meneruskan laporan kami tentang hasil monev yang kami lakukan ke berbagai sekolah di masing-masing daerah tugas. Waktu sudah mendekati pukul 12 dan sudah waktunya makan siang tapi kami masih saja asyik membahas ini dan itu. Ketika sedang serius membahas berbagai temuan tibalah saat Bu Irma menyampaikan pandangannya. Beliau lalu bilang bahwa ada laporan serius yang masuk dan perlu dibahas. Tapi beliau minta agar Bu Sade yang membaca surat yang katanya dari salah seorang asesor yang minta namanya dirahasiakan. Setelah dibaca mohon suratnya dihapus, katanya. Pokoknya serius deh…! 🥺
Ternyata surat tersebut adalah surat protes atas sikap seorang anggota BAN PDM yang bernama Pak Satria. Haaah…! 😳
Jadi si asesor yang lapor ke Bu Sade ini melapor atas sikap Pak Satria yang tidak patut sebagai seorang anggota BAN PDM. Katanya Pak Satria ini menentang Ujian Nasional tapi sikapnya berlebihan. Bahkan katanya Pak Satria akan menggalang guru-guru IGI untuk demo anti UN. Sikapnya ini bertentangan dengan PGRI. Pak Budi juga disebut-sebut namanya.
Tentu saja saya heran kok masalah penentangan UN dilaporkan ke BAN Pusat dan minta dijelaskan. 🤔
Karena minta dijelaskan ya saya jelaskan. Saya bahkan bilang bahwa saya memang sudah menentang UN sejak 2009 dan ada dua mentri yang juga menolak UN.
Ketika saya sedang serius menjelaskan soal sikap saya tersebut tiba-tiba mereka berdiri dan mengucapkan, “Happy birthday, Pak Satria…!” Dan dari belakang muncul kue tart ucapan Selamat Ultah untuk Pak Budi dan saya.
OMG…! Ternyata saya sedang dikerjain oleh teman-teman. Mereka ngeprank saya dan Pak Budi. Asem tenan…! 🤣
Tunggu pembalasanku ya…! 😂
Grandhika Iskandarsyah, 3 Desember 2024
Satria Dharma