Saya sebenarnya malas menulis soal FUFUFAFA ini meski pun di medsos begitu heboh soal ini. Masalahnya ini statusnya hanyalah rumor bin desas-desus saja. Meski pun katanya banyak orang yang bisa membuktikan bahwa si Fufufafa ini adalah Gibran tapi tetaplah statusnya hanya DUGAAN dan ASUMSI. Lalu tingkatan desas-desus yang semula adalah DIDUGA kemudian ditingkatkan sendiri dengan berbagai asumsi sehingga menjadi DIDUGA KERAS. Tetap saja itu bukanlah BUKTI.
Seorang teman dengan gigih membela bahwa Fufufafa ini bukanlah Gibran dengan berbagai analisanya yang canggih dengan bukti-bukti yang ia sodorkan berdasarkan penyelidikannya yang mendalam. Tapi orang-orang yang sudah terlanjur menuduh bahwa Fufufafa ini adalah Gibran dengan berbagai analisa canggih mereka juga tentu saja menolak dan bahkan mengolok-olok dan menghinanya sebagai ceboker Jokowi. Orang yang sudah tidak punya argumen memang akhirnya hanya akan bisa menghina dan mencaci-maki lawan diskusinya. Kasihan sekali…
Tapi saya salut dengan teman saya yang mau-maunya membela bahwa Fufufafa bukanlah Gibran di antara serbuan tuduhan dan caci-maki kepada Gibran. Luar biasa daya tahan dan idealismenya. Lha wong Gibran saja tidak pernah mau peduli dengan segala tuduhan yang diarahkan ke padanya dan hanya menjawab, “Tanya saja pada yang punya akun.” Artinya ia TIDAK MENGAKUI bahwa itu akunnya tapi juga tidak mau repot-repot membela diri. Ia biarkan saja orang berspekulasi dengan asumsi mereka masing-masing.
Seorang teman menulis di FB-nya sbb : “Jika akun fufufafa benar milik GRR, bangsa ini sial memiliki pemimpin dengan masalah mental.”
Lalu saya iseng berkomentar, “Jika tidak benar bagaimana…?! 😊
Lalu dijawab, “Jika akun itu ternyata bukan milik GRR, berarti isu ini hanya hasil salah paham atau kesalahan informasi, dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dari pemimpin kita.”
Lalu saya komentari lagi, “ Apakah tidak curiga bahwa semua ini MUNGKIN memang merupakan konspirasi? Mungkin lho ya… 😎
Maksud saya, pernyataannya itu mungkin benar JIKA benar bahwa akun Fufufafa milik Gibran. Lha kalau bukan…?! Kan selama ini memang belum pernah ada penyelidikan secara resmi dan semua baru merupakan asumsi dan dugaan, rumor bin desas-desus.
Lalu seseorang nimbrung dengan bilang, “Dibutuhkan keberanian dan kejujuran pihak keamanan mengungkap kebenaran.”
Nah di sini saya jadi lebih tergelitik. Soalnya diungkit soal peran pihak keamanan segala. Jadi saya jawab, “Sebenarnya SIAPA yang BERKEPENTINGAN untuk mengungkap kebenaran yang dimaksud? Apa dasar dari pihak keamanan (polisi ya maksudnya?) untuk membongkar isu ini sampai ke akar-akarnya?” Maksud saya, apakah benar bahwa pihak keamanan (dalam hal ini tentunya adalah pihak kepolisian) harus turun tangan untuk mengusut siapa sebenarnya si Fufufafa ini.
Lalu dijawab, “Setidaknya sudah buat kehebohan dan keresahan di masyarakat. Bukankah sudah banyak orang dipolisikan hanya gara² menimbulkan kehebohan.” Tentu saja saya ketawa membaca komen ini. Lha yang heboh dan resah itu siapa? 😁
Jika kepolisian atau BIN mau bergerak kan harus ada dasarnya dan bukan sekedar karena ‘katanya ada kehebohan dan keresahan di masyarakat’. Kehebohan dan keresahan sehebat apa yang harus membuat polisi atau BIN turun tangan mengusut siapa si Fufufafa itu? Siapa yang dirugikan oleh celoteh si Fufufafa ini? Pasal apa yang harus dikenakan oleh tindakannya, dan kepada siapa? Pencemaran nama baik? Penghinaan? Penipuan? Pelanggaran keamanan, atau apa? Kalau itu adalah pencemaran nama baik atau penghinaan atau tindakan kriminal maka harus ada yang MELAPORKAN ke polisi lengkap dengan bukti-bukti atau paling tidak dugaan yang diperkirakan. Lha kalau tidak ada yang merasa dirugikan atau dicemari nama baiknya lalu mau dilaporkan ke polisi apa gak geleng-geleng kepala polisinya?
Bayangkan…
Jika orang yang dianggap dicemari nama baiknya atau dihina (Prabowo) tidak peduli dan tidak merasa perlu mengusut atau mengetahui siapa sebenarnya orang yang dimaksud dengan Fufufafa ini lalu mengapa kita harus bersikap seolah kita lebih berkepentingan ketimbang Pak Prabowo yang dihina tersebut? Emangnya kita saudaranya Prabowo? Mengapa kita begitu berkepentingan untuk menyatakan bahwa itu adalah sebuah kejahatan yang nyata dan perlu kita usut setuntas-tuntasnya? Apa sebenarnya motif kita menghakimi Fufufafa ini? Apakah seandainya si Fufufafa ini bukan Gibran maka kita akan tetap mengecamnya dengan keras dan membuat kehebohan seperti ini? Mungkin kita malah tidak peduli.
Lha wong Pak Prabowo yang dianggap dihina dan dicacimaki oleh si Fufufafa ini saja tidak peduli dan tidak pernah mau menggubris apa pun yang dihebohkan oleh masyarakat lha kok kita merasa perlu bertindak untuk menjadi ‘Pembela Kebenaran’ karena kehebohan dan keresahan perasaan kita sendiri.
Jika Anda berharap agar Prabowo melakukan tindakan terhadap Gibran jika memang ternyata Gibran pernah menghina dirinya maka Anda sungguh keliru menilai Prabowo. Prabowo itu orang yang berjiwa besar, berwawasan luas, dan punya visi jauh ke depan. Apalagi beliau akan naik menjadi presiden bulan depan. Sangat banyak hal yang ada dalam kepalanya. Prabowo itu bukan seperti para politisi cengeng yang suka sebar drama mengurusi hal-hal remeh karena kalah dalam persaingan. Prabowo itu sangat menghargai dan menghormati Presiden Jokowi atas kerelaannya untuk mengajaknya bergabung dalam kabinetnya. Bagi Prabowo ajakan untuk bergabung oleh lawan politiknya itu SANGAT LUAR BIASA dan merupakan tindakan yang tidak pernah ia duga. Itu menginspirasinya akan kebaikan dan ketulusan dalam sikap dan tindakan politiknya selanjutnya. Ia jadi belajar bahwa KEBAIKAN bahkan kepada lawan politik adalah hal yang mungkin dan bahkan PERLU DAN BISA dilakukan, alih-alih mencari cara untuk menghancurkan lawan politik. Jangan lupa bahwa Prabowolah yang ngotot untuk mengajak Gibran untuk menjadi pasangannya maju pilpres. Ia maju berkali-kali ke Jokowi untuk minta ijin sebelum akhirnya pasangan Prabowo-Gibran bisa maju. Prabowo juga sangat sadar bahwa berkat Gibran pasangannyalah maka ia bisa memenangkan persaingan pilpres dalam sekali putaran.
Lalu kalian berharap agar Prabowo marah dan memerintahkan polisi mengusut siapa Fufufafa ini? 😎
Bangun….! Kayak gak ada kerjaan aja kalian ini. 😁
Balikpapan, 18 September 2024
Satria Dharma