Tawaran saya bagi Kadisdik dan Kepala Sekolah yang ingin program Tantangan Membaca Indonesia kemarin mendapat cukup banyak tanggapan. Salah satunya dari Pak Haeril Kepala SMPN 1 Peling Tengah Kab. Banggai Kepulauan. Bagi Anda yang agak kurang paham geografi tentu akan bertanya di mana Kab. Banggai Kepulauan itu. Kabupaten Bangkep itu letaknya di Sulawesi Tengah.
Saya tentu senang sekali jika program penumbuhan budaya baca bisa masuk ke Kab. Banggai Kepulauan. Tapi jika saya harus ke Bangkep tentu akan lebih baik jika lebih banyak sekolah yang ikut program yang saya tawarkan ini. Mosok harus datang ke Banggai hanya untuk satu sekolah.
Jadi saya sampaikan agar Pak Haeril mendiskusikan penawaran saya ke Kadisdik Banggai. Jika tertarik nanti baru akan diadakan seminar untuk semua kasek SD/SMP/SMA sederajat di Banggai. Saya akan datang ke Bangkep untuk menjelaskan program ini di hadapan para kasek di sana.
Pak Haeril pun benar-benar menyampaikan tawaran saya ke kadisdiknya. Dan ini jawaban dari kadisdiknya.
“Jawaban dari Pak Kadisdik kami. Izin pak kita boleh mulai dari sekolah saya setelah beberapa bulan berjalan nanti kita agendakan seminar yang mengundang semua sekolah di Bangkep dan sekolah saya bisa sebagai testimoninya. Dengan adanya testimoni akan memberi pesan ke sekolah-sekolah yang lain bahwa ini bisa dikerjakan di semua sekolah dan terbukti progressnya.”
Masuk akal juga…! Untuk apa menggerakkan semua sekolah di Bangkep jika belum ada bukti keberhasilan program ini. Satu sekolah dululah…! 😁
(Padahal sebenarnya program GLS itu kalau di negara maju namanya Sustained Silent Reading dan sudah sangat terbukti keberhasilannya. Coba buka saja di Google)
Pak Haeril ingin menerapkan tawaran saya di sekolahnya lebih dulu.
Jadi saya tawarkan untuk menjalankan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) lebih dahulu (ternyata sekolah ini belum pernah melaksanakan GLS sebagai Permendikbud 23/2015).
Melalui WA saya sampaikan tahapan-tahapan apa yang harus dilakukan seperti berikut :
Untuk tahap awal Pak Haeril harus lakukan program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) dengan mewajibkan siswa membaca buku 15 – 30 menit sebelum jam pelajaran pertama. Jadi sampaikan pada semua guru dan juga orang tua bahwa SMPN 1 Peling Tengah akan melaksanakan GLS sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015.
– Hari Senin depan kumpulkan para guru dan sampaikan bahwa SMPN 1 Peling Tengah akan melaksanakan GLS sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015. Sekolah akan mewajibkan siswa membaca buku 15 – 30 menit sebelum jam pelajaran pertama. Berarti nanti jam Pelajaran akan berubah jadwalnya karena jika biasanya Pelajaran dimulai jam 07:00 maka dengan program ini siswa akan diminta untuk masuk 15 menit lebih awal menjadi 6:45. Atau bisa juga tetap jam 07:00 tapi pelajaran jam pertama digeser ke jam 7:15. Guru MP jam pertama akan mengikuti jadwal siswa. Jadi siswa akan mulai membaca pada awal jam pelajaran dengan ditunggu oleh guru jam pertama. Guru juga akan ikut membaca buku.
– Jika sudah disepakati perubahan jamnya maka siswa akan diberitahu bahwa akan ada program membaca setiap hari selama 15 menit sebelum jam pelajaran pertama.
– Jika siswa sudah diberitahu selanjutnya yang diberitahu adalah orang tua/wali siswa. Sampaikan adanya program membaca 15 menit ini. Tugas orang tua adalah membelikan buku bacaan bagi anak mereka masing-masing. Buku bacaan yang dibeli untuk anak masing-masing disesuaikan dengan tingkat dan minat baca anak. Biarkan anak sendiri yang memilih buku apa yang sebaiknya dibeli dan dibawa ke kelas setiap hari. Beri waktu 2 – 3 hari bagi orang tua untuk membelikan buku bacaan bagi anak mereka masing-masing. Akan lebih baik bila para orang tua dipanggil dan diberitahu tentang hal ini dan betapa pentingnya membudayakan anak membaca. Adalah kewajiban orang tua untuk membekali anak dengan buku bacaan yang sesuai dengan minat dan level baca mereka.
– Jika para guru sudah siap, orang tua sudah membelikan buku untuk anak masing-masing, dan siswa juga sudah siap membawa buku ke sekolah maka program membaca 15 menit sebelum jam pertama sudah bisa dimulai. Tentukan kapan bisa dimulai. Mungkin 2 -3 hari atau seminggu kemudian.
– Lakukan ini dulu. Kalau ini sudah berjalan program berikutnya akan saya jelaskan.
Karena saya tahu instruksi tertulis seperti ini akan menimbulkan distorsi pemahaman jadi saya tawarkan untuk zoom meeting. Ternyata Pak Haeril sangat antusias dan mengajak untuk zoom meeting Selasa siang 1 September. Jumlah guru dan staffnya ada 26 orang. Pagi tadi materinya sudah saya kirim.
Jika ada di antara Anda yang ingin ikut acara zoom meeting ini BESOK, SELASA, 1 SEPT 2026 bisa lihat di sini :
Pertemuan/Pendampingan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bersama Pegiat Literasi Nasional
Tuesday, September 1 · 1:00 – 3:30pm (atau jam 12:00 WIB)
Time zone: Asia/Makassar
Google Meet joining info
Video call link: https://meet.google.com/qod-pjqp-gmc
Or dial: (US) +1 908-858-2788 PIN: 263 814 051#
Surabaya, 31 Agustus 2026
Satria Dharma