Senin, 22 Juli 2019
Just another WordPress site
SEJARAH TIDAK MENGAJARKAN UNTUK MEMBENCI

Meski pun bangsa kita pernah dijajah oleh Belanda, Inggris, Spanyol, Jepang selama ratusan tahun dan kita tahu betapa kejamnya perlakuan mereka pada para leluhur kita dahulu, tapi sejarah yang kita pelajari dan kita ajarkan pada anak-anak kita bukanlah untuk mengajarkan pada kita untuk membenci bangsa-bangsa tersebut.

Saat ini kita telah merdeka dan kita mampu bangkit berdiri sama tinggi dan sama terhormatnya dengan bangsa-bangsa yang dulunya pernah menjajah kita dengan kejam. Apakah kita perlu menyisakan kemarahan dan kebencian pada mereka just for the sake of memory agar kita tidak melupakan sejarah? Juga tidak. Hanya orang sakit jiwa yang terus mendendam dan tidak bisa melepaskan diri mereka pada kepedihan luka sejarah yang bahkan tidak pernah ia alami. Orang-orang semacam ini perlu bantuan kejiwaan.

Begitu juga dengan ajaran agama. Apalagi dengan ajaran agama. Bahkan utamanya dengan ajaran agama…

Agama Islam ketika pertama kali diperkenalkan pada masyarakat Mekkah dan Madinah dulunya pernah mengalami penindasan yang luar biasa kejam. Umatnya disiksa, ditindas, dibunuh, diusir dari rumah mereka, diperangi, dan lain sebagainya. Apa yang dialami umat Islam pada saat itu sangatlah mengerikan. Saya tidak yakin bisa bertahan dalam kondisi yang demikian buruknya. Umat Islam juga dimusuhi dan dikhianati oleh umat beragama lain pada waktu itu, yaitu umat Yahudi dan Nasrani. Hal ini membuat umat Islam berperang melawan mereka. Dan itu bisa dibaca pada sejarah yang diabadikan dalam ayat-ayat Alquran.
Tapi ayat-ayat Alquran itu juga bukan ajakan apalagi ajaran untuk membenci kaum kafir Mekkah dan Madinah, umat Yahudi, dan umat Nasrani. Bukan samasekali…! Ayat-ayat itu diabadikan bukan untuk mengabadikan permusuhan antara umat Islam dengan umat beragama lain. Bukan…! Ayat-ayat itu dimaksudkan oleh Tuhan agar kita belajar dari penderitaan, kesulitan, juga sekaligus ketabahan, daya juang, peran ajaran dan ketokohan Nabi beserta para sahabatnya, dan lain-lain. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari sejarah perjuangan Nabi ketika menyebarkan agama Islam. Tapi yang jelas bukan ajaran untuk membenci bangsa atau umat beragama mana pun, termasuk bangsa Yahudi dan umat Kristen.

Baca juga:  SARA...?!

Tuhan bahkan menegaskan dalam ayatnya bahwa tujuannya menciptakan bangsa-bangsa adalah agar kita saling mengenal, yang maksudnya adalah agar kita saling bekerjasama dan bukan untuk saling membenci dan bermusuhan. Seperti yang disampaikan oleh Tuhan dalam QS Al-Hujurat [49:13] :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Sejarah juga tidak mengajarkan kita untuk bercuriga atau mewaspadai setiap bangsa yang pernah menjajah kita. Hanya guru sejarah gila yang akan mengatakan pada siswanya, “Berhati-hati dan waspadalah engkau pada orang-orang Belanda, Inggris, Spanyol, Jepang, Amerika yang engkau temui karena mereka itu adalah para penjajah yang selama ini telah menindas bangsa kita. Mereka adalah penjajah dan sejarahnya tercatat dalam buku-buku sejarah. Janganlah kita sekali-kali melupakan sejarah.”

Jadi kalau ada ulama atau da’i yang terus menerus meniupkan kebencian dan permusuhan pada bangsa lain yang pernah berperang dengan umat Islam di masa lalu coba tanyakan apakah mereka tidak memahami apa maksud dari ayat Al-Hujurat 49:13 di atas.

Surabaya, 4 April 2017

Salam

Satria Dharma
https://satriadharma.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *