Selain makanan dan pakaian, kita juga perlu bersedekah buku pada orang-orang yang membutuhkan. Anak-anak adalah orang yg PALING MEMBUTUHKAN buku utk mereka baca dan nikmati. Buku yg baik dan bergizi akan memenuhi kebutuhan otak dan jiwa mereka akan pengetahuan ttg dunia yg luas, petualangan, empati, imajinasi, dll. Buku akan membuat mereka menjadi manusia yg berilmu dan berpengetahuan, berani dan kreatif, kritis dan cerdas, empatik dan peduli pada sesama, dll. Bayangkan betapa banyak manfaat yang akan diperoleh oleh anak (atau cucu) Anda dengan membelikannya buku-buku yang bermutu.
Buku adalah sedekah yg bisa bertahan SEUMUR HIDUP anak. Ia tidak akan pernah basi. Satu buku bisa dilahap oleh seratus anak tanpa kehilangan satu huruf pun. Jadi sedekah satu buku pun efeknya bisa berlipat-lipat. Itulah pentingnya kita bersedekah buku ke sekolah. Buku itu akan bisa dibaca oleh banyak anak di sekolah tersebut.
Buku itu bahkan sangat bermanfaat bagi anak balita. Mengapa justru buku untuk balita? Ini yang harus dipahami oleh setiap orang tua dan guru.
Otak manusia tumbuh dan berkembang sangat cepat pada usia balita dan dikenal dengan istilah Golden Ages. Penelitian membuktikan bahwa membacakan buku dengan nyaring pada balita tidak hanya membentuk kemampuan dan kecintaan membaca anak tapi juga memberi keuntungan dan manfaat kognitif yang panjang. Membacakan buku bagi balita akan membangun pemahaman dan pengetahuan anak dan memperluas cakrawala berpikirnya.
Jika Anda mengajak anak (atau cucu) Anda makan-makan di resto maka ia akan senang sehari itu. Tapi apa yang ia makan di resto itu akan masuk ke WC esok paginya.
Tapi jika Anda membelikannya buku yang menarik maka ia akan bisa membacanya berkali-kali sampai ia hafal akan setiap kata di dalamnya. Kosakata yang ia peroleh dari buku itu akan menetap dan tumbuh di otak anak sampai ia dewasa.
Jadi mulailah sejak sekarang untuk membelikan anak (atau cucu) Anda buku-buku bacaan yang bagus setiap bulan atau setiap kali Anda gajian. Beri nutrisi yang baik bagi otak mereka. 🙏
Balikpapan, 8 Agustus 2026
Satria Dharma