Mungkin Anda sudah pernah baca bahwa berdasarkan studi global terbaru seperti Global Flourishing Study (GFS) 2025, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling sejahtera (flourishing) di dunia. Indonesia mengungguli negara maju lainnya karena masyarakatnya memiliki keseimbangan tinggi antara kesehatan mental/fisik, makna hidup, karakter, hubungan sosial, dan stabilitas finansial, didukung oleh nilai kekeluargaan dan gotong royong kuat, meskipun laporan kebahagiaan berbeda peringkat. Global Flourishing Study (GFS) Adalah proyek penelitian senilai $43,4 juta yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Harvard, Universitas Baylor, Gallup, dan Pusat Sains Terbuka (COS). Mereka menyurvei lebih dari 200.000 orang di 22 negara.
Perlu dipahami bahwa “flourishing” punya arti yang jauh lebih luas daripada “well-being”, “welfare”, atau “prosperous”, yang dalam bahasa Indonesia biasanya diterjemahkan sebagai “kesejahteraan”. Istilah “welfare” dan “prosperous” biasanya merujuk pada kondisi sosial dan ekonomi yang baik, mencakup aspek seperti pendapatan, akses terhadap layanan dasar, dan keamanan sosial. Indonesia tidak berada di situ. Negara-negara maju memiliki tingkat keamanan finansial dan evaluasi kehidupan yang relatif lebih tinggi. Tapi mereka cenderung memperoleh skor rendah perihal makna, tujuan, dan kualitas hubungan sosial. Setelah dirata-ratakan, skor keseluruhan mereka lebih rendah dibandingkan negara-negara berpendapatan menengah dan rendah.
Presiden Prabowo dalam acara Perayaan Natal Nasional 2025 menyampaikan ucapan syukur. Dia mengklaim, di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, gejolak, dan perang di mana-mana, bangsa Indonesia “sampai hari ini mengalami keadaan damai”.
Meski mengakui ada selisih paham, konflik, perseteruan dan persaingan antarkelompok. Tetapi secara umum bangsa kita dapat hidup harmoni, dengan saling menghormati, dan saling mencintai,” katanya.
“Dari hampir 200 negara negara yang rakyatnya setelah ditanya, menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami, bahagia. Negara yang paling nomor satu di dunia sekarang rakyatnya dia mengatakan, dia bahagia adalah bangsa Indonesia,” kata Prabowo.
Ini memang ada kesalahan. Flourishing itu bukan berarti bahagia. Indonesia bukanlah negara yang paling bahagia. Untuk tingkat kebahagiaan dunia di tahun 2025 World Happiness Report 2025 kita hanya ada di urutan 83. Finlandia tetap jadi negara yang paling bahagia. Jadi bagaimana ini, Most flourishing country tapi happinesnya urutan bawah? Bagaimana menjelaskan ini?
Kompas 13/01/2026 menampilkan sebuah foto yang saya pikir bisa menggambarkan apa yang disebut ‘flourishing’ tersebut. Dalam foto tersebut ditampilkan suasana jalan kebanjiran di Jl, Gunung Sahari. Dalam situasi banjir tersebut warga bergotong royong membantu mengangkat penumpang sepeda motor dengan gerobak. Dalam foto tersebut tampak bahwa semua orang tersenyum dan tertawa gembira dalam suasana. Ini memang anomali. Lha wong mereka berada dalam bencana kebanjiran tapi kok malah tampak seolah menikmati suasana tersebut. Saya pikir ini adalah contoh sebuah bangsa yang flourish, sangat flourish malahan. Coba bayangkan… Mana ada bangsa lain yang tetap bahagia, tersenyum lebar, dan bahkan seolah menikmati bencana semacam ini…?! Indonesia memang jagonya dalam menghadapi situasi yang paling sulit sekali pun.
Hotel Mercure, BSD Tangerang, 13 Januari 2026
Satria Dharma