Hari ini saya dan istri jalan-jalan lagi. Kali ini ke Hainan. Hainan adalah sebuah pulau di selatan China. Pulau ini disebut sebagai Hawaiinya China. Tapi jalan-jalan kali ini hanya lima hari. Sebenarnya travelingnya di Hainan hanya 3 hari karena yang 2 hari adalah perjalanan menuju dan kembali dari Hainan.
Sebetulnya kami baru saja travelling ke Xinjiang selama 12 hari pada akhir September kemarin dan saya juga banyak bepergian akhir-akhir ini. Tapi ketika ada tawaran jalan-jalan ke Hainan dengan biaya cukup murah dan waktu yang hanya lima hari saya langsung tertarik. Hal yang menarik adalah karena untuk berkunjung ke Hainan kami tidak perlu mengurus visa. Berkunjung ke Hainan sama dengan berkunjung ke negara-negara ASEAN yang tidak mewajibkan visa. Hainan ini bebas visa. Jadi wisatawan dari 59 negara dapat masuk tanpa visa selama 30 hari melalui bandara Sanya dan Haikou. Ini menjadikannya salah satu provinsi yang paling mudah dikunjungi di Tiongkok. Lagipula kami akan ikut travel yang sama dengan yang kami ikuti waktu ke Xinjiang kemarin.
Hainan adalah sebuah provinsi yang terkecil dan terselatan dari Republik Rakyat Tiongkok. Disingkat sebagai Qiong Beribu kota di Haikou. Pada tahun 2002, Penduduknya berjumlah 8.030.000 jiwa (kepadatan: 237/km²). Sekarang kata Angela TL kami sudah 10 juta jiwa.
Pulau Hainan adalah provinsi paling selatan Tiongkok dan pulau terbesar kedua setelah Taiwan, pulau samudra terbesar dan provinsi daratan terkecil di Tiongkok, terletak di Laut Cina Selatan sekitar 60 menit di selatan Hong Kong melalui udara. Kota terdekat dengan penerbangan ke Pulau Hainan adalah Guangzhou (Kanton), hanya 50 menit ke Haikou, ibu kota Pulau Hainan, dan 70 menit ke Sanya. Dengan luas daratan sekitar 34.000 km persegi, Pulau Hainan terdiri dari pulau Hainan, Xisha, Zhongsha, dan Nansha. Pulau Hainan besarnya 6 X daripada Bali tapi bali memiliki kunjungan turis yang jauh lebih besar. Kami hanya akan berada di Sanya dan tidak sampai ke Haikou. Siapa tahu kali lain kami akan ke mari lagi dan bisa jalan sampai ke Haikou.
Hainan termasuk provinsi yang terkenal sebagai tujuan wisata di China. Terletak di sebelah utara dan timur Vietnam membuatnya memiliki keunikan tersendiri. Provinsi yang beribu kota di Haikou ini juga menghasilkan berbagai kuliner terkemuka di dunia, seperti nasi ayam Hainan, bebek Jiaji, dan Hainan fen. Nasi Hainan sendiri merupakan menu yang sangat sering disuguhkan di resto-resto di Indonesia. Nah kali ini kami akan menikmati langsung menu ini di sumber dan pusatnya. 😁

DAY 1 : SAN YA
Perjalanan kami dimulai pada Senin, 17 Nopember dan kami akan kembali ke Jakarta pada hari Jum’at, 21 Nopember nanti. Kami berjumlah 19 orang dalam satu rombongan ini. Saya dan istri berangkat sejak siang dari Surabaya karena pesawat kami ke Hainan sore hari. Kami naik Lion Air yang berangkat jam 17:00 dan akan sampai di bandara Sanya pada pukul 22:00. Perjalanan pesawatnya adalah 4 jam 15 menit tapi waktu di Hainan lebih cepat 1 jam dibandingkan Jakarta.
Sanya merupakan nama kota yang terletak di paling selatan Provinsi Hainan, dan merupakan salah satu dari empat kota setingkat prefektur di Provinsi Hainan, di tenggara Tiongkok. Menurut Sensus 2010, populasi Sanya mencapai 685,408 penduduk yang tinggal di daerah seluas 191.958 kilometer persegi. Kami akan menginap di Sanya Yabulun Health Convalescent Center.
Urusan imigrasi sangat cepat dan mudah. Tidak ada drama. Yang lama malah turun dari pesawat dan tunggu koper diturunkan. Begitu keluar dari bandara kami sudah ditunggu oleh Hendra dan Angela tour leader kami di sini dan digiring ke bis yang sudah menunggu kami di parkiran bandara.
Perjalanan dari bandara ke hotel sekitar 30 menit. Hebatnya tour leader kami adalah dia sudah mengambilkan kunci hotel kami jadi kami tidak perlu menunggu lagi di lobi. Kunci hotel langsung dibagikan di bis dan kami bisa langsung masuk kamar masing-masing.
Kami masuk kamar sudah tengah malam dengan tubuh lelah. Tapi istri saya tidak langsung tidur. Ia bongkar-bongkar koper dulu. Itu ritualnya dan ia tidak akan bisa tidur kalau belum melakukannya. Saya sih langsung ambil posisi nyaman di kasur dan tidur…!
Sanya, 18 Nopember 2025
Satria Dharma