WC umum di China ini hampir semuanya jongkok, baik untuk laki-laki mau pun yang perempuan, atau kalau yang laki-laki ada yang berdiri. Tentu saja ini menyulitkan bagi ibu-ibu Indonesia yang terbiasa pakai toilet duduk.
Selain itu, WC di China tidak menyediakan air untuk cebok. Orang China pakai tissue kertas untuk cebok, baik untuk BAK mau pun BAB. Jadi di WC tidak disediakan air untuk cebok. Ini jelas menjengkelkan ibu-ibu Indonesia yang biasa pakai air meski untuk pipis. Jadi mereka selalu bawa botol berisi air untuk cebok setiap kali masuk toilet. Kalau saya sih masih bisa pakai kertas toilet kalau pipis.
Rata-rata WC umum, baik itu stasiun bis, pertokoan, baunya pesing meski di resto yang tempatnya tampak keren. Tapi berbeda dengan WC di hotel di mana kami menginap. Semua toiletnya tipe duduk yang modern. Bahkan ada beberapa hotel kami yang toiletnya otomatis dan akan menyiram sendiri setelah kegiatan buang hajat selesai. Gak usah repot-repot. Tak sirame, Bos… Begitu mungkin kata toiletnya. 😁 Toilet ini juga memiliki penghangat sehingga nyaman dipakai. Meski demikian WC canggih ini juga tidak menyediakan air untuk cebok. Itu sebabnya tisu toilet mereka lebih tebal ketimbang kertas toilet kita di tanah air.
Untuk orang Indonesia kayak saya ya tidak bisa hanya pakai kertas tissue setelah BAB. Ya harus cebok pakai air juga. Dan bahkan harus pakai sabun. Pokoknya extra clean jaga-jaga kalau ada yang mau ‘kiss my ass’. 😂
Suatu kali setiba di hotel saya merasa kebelet pipis dan begitu masuk kamar langsung ke WC dan langsung pipis sambil berdiri. Anehnya toiletnya tidak langsung menyentor setelah saya selesai. Dia diam saja. Saya heran dan tidak tahu mengapa toilet otomatis ini kok tidak melaksanakann tugasnya seperti biasa. Apa sedang cuti…?! Saya lalu berseru, “Sesame, flush my urine…” tapi tidak ada respon. 😁 Saya pencet sana dan sini tapi juga tetap tidak ada respon. Tiba-tiba saya ingat bahwa kita mesti duduk kalau mau pakai toilet ini. Kalau kita berdiri dia tidak mau merespon. “Ogah ah…! Lu mah udik.” Mungkin begitu jawabnya. 😎 Setelah saya duduki toiletnya sebentar dan berdiri si toilet langsung bekerja. Asem tenan….! Toilet aja kok ya somsek…! 😁
Karena sudah paham kelakuan toiletnya saya jadi tidak berdiri lagi kalau pipis. Otherwise the toilet won’t work. Ngambek dia… 😁
Suatu ketika saya masuk hotel di kota lain dan kebelet pipis. Karena saya tahu bahwa toiletnya tidak mau bekerja kalau saya tidak duduk maka saya pun segera lepas celana dan duduk. Setelah selesai pakai tissue saya pun berdiri untuk merapikan celana. Tapi anehnya toiletnya tidak mau bekerja menyiram otomatis seperti biasanya. Saya lalu duduk lagi dan berdiri. Toilet tetap tidak mau jalan. Opo maneh iki…?! Demikian pikir saya. Njaluk tak pisuhi coro Suroboyoan tah…! 🙄
Karena toiletnya tidak bisa diajak komunikasi saya lalu memeriksa toiletnya dan baru sadar setelah melihat tombol flush. Ternyata ini toilet manual dan bukan otomatis seperti di hotel sebelumnya. Asem tenan…! Toilet ae kok ya ngapusi toh…! Untung belum saya pisuhi tadi. 🤣
Urumqi, 30 September 2025.
Satria Dharma