24 SEPTEMBER 2025
Pagi ini kami akan melakukan perjalanan naik bis selama 4 jam menuju kota Wuwei di Propinsi Ganzu. Untungnya bisnya nyaman dan ada colokan listei untuk HP. So no worry… 😁
Wuwei adalah kota setingkat prefektur di barat laut provinsi Gansu dan berbatasan dengan Mongolia Dalam dan di barat daya dengan Qinghai. Letaknya yang strategis di antara tiga ibu kota barat, Lanzhou, Xining, dan Yinchuan, menjadikannya pusat bisnis dan transportasi yang penting bagi wilayah tersebut. Karena posisinya di sepanjang Koridor Hexi, yang secara historis merupakan satu-satunya rute dari Tiongkok tengah ke Tiongkok barat dan seluruh Asia Tengah, banyak jalur kereta api utama dan jalan raya nasional melewati Wuwei.
Sesampainya di Wuwei kami langsung makan siang di resto yang terletak di kompleks khusus untuk resto di sepanjang jalan. Setelah makan siang lalu menuju Wuwei Confucian Temple (kuil Kong Hu Cu) yang merupakan kuil Confucian yang terbesar di China bagian barat.
Kong Hu Cu (Konfusius) nama lahir Kong Qiu adalah seorang guru atau cendekiawan yang terkenal dan juga filsuf sosial Tiongkok. Filsafahnya mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan, dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisonal Tionghoa. Oleh para pemeluk agama Konghucu, ia diakui sebagai utusan atau nabi.
Pengaruh Kong Hu Cu terhadap sejarah Tiongkok sangat besar. Ajarannya bahkan telah menyebar ke Jepang, Korea dan Vietnam, khususnya melalui agama Konghucu, doktrin yang dikembangkan murid-muridnya dan para komentator. Ajarannya bahkan kini mencapai Dunia Barat sebagai Neo-Konfusianisme. Dari masa dinasti kuno hingga masa kini, ajaran Konghucu telah melekat ke dalam tatanan sosial dan gaya hidup rakyat Tiongkok.
Kuil Konfusianisme di Wuwei, Gansu, dibangun pada tahun 1437 pada masa Dinasti Ming dan membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikannya, meliputi area seluas 30.096 meter persegi. Kuil Konfusianisme Wuwei tidak hanya terkenal dengan arsitekturnya yang megah serta kekayaan sejarah dan budayanya, tetapi juga melestarikan bangunan-bangunan dari berbagai periode, mulai dari Dinasti Ming hingga era Republik Tiongkok.
Kuil Konfusianisme Wuwei adalah kuil terbesar dan terawat terbaik di Tiongkok barat laut. Kuil ini telah menjadi peninggalan budaya penting untuk mempelajari hubungan antara arsitektur tradisional Koridor Hexi, budaya Konfusianisme, dan budaya Wenchang.
Kuil Konfusius Wuwei adalah kelompok bangunan kuno yang terdiri dari tiga bagian: Perguruan Tinggi Konfusius Liangzhou, Kuil Konfusius, dan Istana Wenchang. Bagian timur adalah Istana Wenchang, bagian tengah adalah Kuil Konfusius, dan bagian barat adalah Perguruan Tinggi Konfusius Liangzhou.
Kuil ini adalah satu-satunya tempat yang kami kunjungi pada hari ini. Dari sini perjalanan dilanjutkan lagi menuju kota Zhangye. Perjalanan memakan waktu 3 jam lebih. Kami tiba di Zangye pada sekitar pukul 8 malam dan langsung makan malam di resto yang keren. Kami mendapat hiburan penyanyi tradisional Tibet dan diberi selendang masing-masing sebagai penghormatan. Setelah makan kami meluncur ke hotel di mana kami akan menginap selama semalam.
Sampai besok lagi ya… 🙏😁
Zangye, 25 September 2025
Satria Dharma










