Pernah dengar nama Humphrey Bogart? Mungkin tidak karena meski pun ia sangat terkenal tapi ia orang lawas.
Humphrey DeForest Bogart, yang dijuluki Bogie, adalah seorang aktor Amerika zaman lawas dan sudah lama meninggal, bahkan sebelum saya lahir. Penampilannya dalam sinema Hollywood klasik menjadikannya sebagai ikon budaya Amerika. Pada tahun 1999, American Film Institute memilih Bogart sebagai bintang pria terhebat dalam sinema Amerika klasik. Saya sendiri lupa apakah pernah menonton filmnya dulu tapi namanya saya ingat karena sering muncul dan bagi saya namanya unik.
Saya ingin menceritakan sesuatu tentang bintang film terkenal ini.
Selama pembuatan film “To Have and Have Not” pada tahun 1944, sebuah tragedi terjadi yang jarang diketahui orang. Seorang anggota kru lighting menerima panggilan telepon saat istirahat. Istrinya kecelakaan mobil dan meninggal di tempat. Ia langsung pingsan di lahan Warner Bros. Ia dipeluk oleh rekan-rekan kerjanya, sementara mesin produksi terus bergerak. Hanya sedikit yang berhenti sejenak untuk bertanya: apa yang akan terjadi pada kedua anaknya yang masih kecil yang kini kehilangan ibu?
Humphrey Bogart, bintang film tersebut, diam-diam meninggalkan lokasi syuting. Hari itu, tanpa berkata kepada siapa pun, ia menginstruksikan salah seorang asistennya untuk menanggung penuh biaya pemakaman—peti mati, penguburan, transportasi, dan layanan pemakaman istri dari anggota kru lighting tersebut. Ia mengajukan satu permintaan: keluarga tidak boleh tahu bahwa biaya itu berasal darinya. 😎
Malam itu, ia meminta seorang teman casting untuk membantu mencarikan pengasuhan sementara bagi anak-anak yang kehilangan ibu tersebut hingga pengaturan yang lebih permanen dapat dibuat. Ia kembali bekerja keesokan harinya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tidak ada pemain atau kru yang tahu. Bahkan sutradara Howard Hawks pun tidak.
Namun sesuatu yang luar biasa terjadi di tahun-tahun berikutnya: setiap bulan, sebuah cek anonim tiba di rumah kru lighting tersebut. Cukup untuk menutupi sembako, pakaian, buku sekolah—dan bahkan, biaya kuliah. Sumbernya? Tak terlacak.
Baru setelah teknisi itu meninggal dunia di tahun 70-an, anak-anaknya yang kini sudah dewasa menemukan sepucuk surat terkunci dengan tanda tangan Bogart. Di situ tertulis
“Apa yang kau berikan untuk film ini membantuku bersinar dan terkenal di layar. Apa yang bisa kuberikan kepada keluargamu takkan pernah bisa membalasnya, tapi kuharap itu sedikit meringankan hari-harimu.”
Itu bukan tindakan Bogart satu-satunya. Bertahun-tahun kemudian, seorang mantan akuntan Warner Bros. mengungkapkan bahwa Bogart sering mengirimkan bantuan keuangan secara diam-diam kepada para kru yang sedang kesulitan—selalu dengan kerahasiaan yang ketat. Ia juga diam-diam mendukung staf dan kru grip, pembuat set, asisten, dll membayar tagihan medis, mengatur bantuan, tanpa pernah menginginkan penghargaan.
Bogart ternyata bukan hanya bintang di film-filmnya tapi ia juga menjadi bintang bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. 🙏
Surabaya, 7 Agustus 2025
Satria Dharma