Bridger Walker, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun, melihat seekor anjing German Shepard besar mau menerkam adiknya perempuannya yang berusia 4 tahun. Tanpa berpikir dua kali ia langsung melompat dan melindungi adik perempuannya dari serangan anjing besar tersebut. Anjing itu balik menerkam dan menggigit pipi kirinya dengan ganas. Pipi kirinya robek menganga lebar dan Bridger Walker membutuhkan 90 jahitan karena gigitan tersebut. Tapi ia tidak memedulikan lukanya dan berkata: “Kalau ada yang harus mati, sebaiknya saya saja. Saya kakaknya” Keberanian Walker menerima pujian dari seluruh dunia setelah kisah keberaniannya menjadi viral. Bintang-bintang di Hollywood — termasuk pemeran Avengers, Chris Evans (Captain America), Mark Ruffalo (The Hulk) dan Brie Larson (Captain Marvel) — semuanya menyempatkan diri untuk memuji bocah lelaki itu. Bukan hanya para selebritas. Orang-orang asing di seluruh dunia yang mendengar kisah Bridger juga menulis surat kepada bocah lelaki itu dan mengirimkan hadiah yang bermakna untuk menunjukkan dukungan mereka.

Mark Ruffalo, pemeran raksasa hijau Hulk, adalah salah satu selebriti pertama yang mengomentari kisah Walker. “Orang-orang yang mengutamakan kesejahteraan orang lain di atas diri mereka sendiri adalah orang-orang yang paling heroik dan bijaksana yang saya kenal,” tulis Ruffalo. “Saya benar-benar menghormati dan mengagumi keberanian dan hati Anda. Keberanian sejati bukanlah mendominasi orang lain atau melawan orang lain atau bersikap seperti orang tangguh. Keberanian sejati adalah mengetahui apa yang benar untuk dilakukan dan melakukannya meskipun itu mungkin akan menyakiti Anda. Anda lebih manusiawi daripada banyak orang yang pernah saya lihat atau kenal.”
Tidak ketinggalan WBC (World Boxing Council) memuji keberanian Walker dan mengiriminya Sabuk Kehormatan atas keberaniannya tersebut. Bridger diangkat menjadi “Juara Dunia Kehormatan” oleh @wbcboxing dan memberinya gelar “Laki-laki Paling Berani di Dunia”. Orang tuanya sangat senang. “Mereka bilang akan mengiriminya sabuk, tetapi saya tidak menyangka sabuk ITU!” kata bibinya.
Kisah keberanian anak usia 6 (enam) tahun ini semoga menginspirasi kita semua.
Surabaya, 24 April 2025
Satria Dharma