Kalau ada orang PDIP yang ikut-ikutan mempersoalkan ijazah Jokowi maka itu adalah kebodohan kuadrat. Lha yang mengusulkan Jokowi jadi walikota Solo selama ini kan PDIP. Waktu maju jadi Cagub DKI diusung oleh PDIP dan Gerindra. Waktu maju sebagai capres Bersama JK yang mengusung PDIP, Nasdem, PKB, dan Hanura. Waktu maju jadi capres dengan KH Ma’ruf yang mengusung adalah PDIP, PKB, Hanura, Golkar, Nasdem, PPP, PSI, Perindo, dan PKPI. Berarti merekalah yang MENIPU rakyat Indonesia jika tuduhan tersebut terbukti. Kan mereka yang mempersiapkan segala persyaratan untuk maju tersebut. Mereka juga yang mengusung. Kalau sampai ijazah Jokowi palsu maka partai-partai tersebut, PDIP utamanya, yang harus bertanggung jawab karena merekalah yang selama ini mengusung Jokowi. Tidak mungkin Jokowi yang dipersalahkan lha wong bukan dia yang mengajukan diri untuk maju. 😎
Kalau pun ijazahnya palsu maka UGM yang harus bertanggung jawab. Kan UGM yang mengeluarkan ijazahnya dan itu mereka akui. Mosok Jokowi yang salah kalau ijazahnya yang dikeluarkan oleh UGM itu ternyata palsu. Pemalsunya tentulah UGM. 😆
Kalau ijazahnya dari UGM itu asli lha ngapain Jokowi kok memalsukan ijazahnya…. 🤣
Stupid itu memang unlimited. 😁
Saya sebenarnya mau mengusulkan agar diadakan pooling nasional untuk menjawab pertanyaan apakah Jokowi perlu menunjukkan ijazah aslinya atau tidak. Saya yakin bahwa mereka yang benci pada Jokowi akan dengan sangat antusias menjawab PERLU sedangkan para pembela Jokowi akan mengatakan TIDAK PERLU. Kalau perlu kita libatkan KPU dalam pooling nasional ini agar benar-benar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. 😎
Tapi setelah saya pikir-pikir lagi akhirnya tidak jadi saya usulkan. Lha nanti kalau mereka kalah pasti mereka akan ribut lagi dan bilang bahwa poolingnya curang kayak sebelum-sebelumnya.
Pokoke enjel deh kalau sudah berhubungan dengan kaum tersebut… 🤣
Surabaya, 15 April 2025
Satria Dharma