Dua hari ini saya mengikuti acara Rapat Kerja Yayasan Airlangga 2025 di Gedung Cheng Ho Universitas Mulia. Ada satu perguruan tinggi, Universitas Mulia, 1 SMP, 3 SMK, 1 Training Centre, dan 1 pesantren yang mengikuti acara rapat kerja ini. Sekarang kami mengelola sebuah pesantren yang jauh dari Balikpapan, tepatnya di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Pesantren yang diberi nama Al-Madani ini baru berjalan sekitar enam bulan tapi perkembangannya sangat menarik. Pesantren ini kami dirikan untuk meneruskan amanah dari ayah kami almarhum yang memang lahir di Sinjai. Semula saya agak skeptis untuk mengelola pesantren, apalagi jauh dari induknya, dan berangkat dari nol. Saya pikir nantinya pesantren ini akan jadi pesantren tradisional yang berfokus pada program hafiz Alqur’an saja sebagaimana kebanyakan pesantren tradisional. Tapi ternyata pesantren ini dikelola oleh lulusan Gontor yang pernah ikut di sekolah Al-Hikmah Surabaya dan sama sekali bukan ustad biasa. Pemikirannya modern dan program-programnya mengikuti zaman. Ia bahkan menyatakan bahwa pesantrennya adalah Pesantren Saintek. Pesantrennya sudah punya lab komputer dan santrinya sangat suka belajar menggunakan komputer tersebut. Antusiasme masyarakat juga meningkat melihat kiprah dari pesantren yang kamar dan kelasnya pakai AC tersebut. Era pesantren di mana adik-adik saya dulu pernah ikut yang kumuh dan mandi di sungai sudah lewat. 😁
Selain Al-Madani, kami juga mulai mendorong lagi program lama kami, yaitu Airlangga Training Centre, yang sekarang digawangi oleh Pak Adjat Sudradjat, yang dulunya adalah kasek SMP Plus Airlangga pertama dan kemudian mengajar di KPC, Sekarang beliau sudah pensiun dan menetap di Balikpapan. Kami punya harapan besar padanya.
Sebetulnya kami juga baru saja ‘mengakuisisi’ sebuah kampus di Kolaka tapi tampaknya belum ada yang bisa dilaporkan atau dirakerkan karena memang masih baru dan belum jelas bagaimana kami akan membawanya. Saya sendiri belum membaca laporan soal akuisisi ini dan mau dibawa ke mana nantinya.

Universitas Mulia menunjukkan perkembangan yang sangat bagus di bawah kepemimpinan rektor baru kami, Prof. Dr. Ir. M. Ahsin Rifa’i, yang memang punya konsep yang unggul untuk memajukan kampus kami. SMKTI Airlangga Samarinda tetap menunjukkan kinerjanya yang cemerlang dan masih tetap menjadi perwakilan lomba LKS mewakili Kaltim. SMK Airlangga Balikpapan juga menunjukkan peningkatan jumlah siswa meski hanya sedikit. Tapi itu sudah merupakan prestasi di masa sekolah negeri pada menerima siswa sebanyak-banyaknya tanpa mempertimbangkan fasilitas sekolahnya. SMK Kesehatan Airlangga jelas menunjukkan prestasi yang sangat bagus terutama karena jurusan yang dimilikinya tidak ada saingannya di Balikpapan. Kerjasamanya dengan beberapa rumah sakit dan fasilitas kesehatan sangat bagus. Jumlah siswanya juga terus bertambah. Kami bahkan sudah berpikir untuk membangun tambahan gedung untuk peningkatan fasilitas bagi SKAKES ini.
Tidak terasa ternyata Yayasan kami ini sudah berdiri selama 32 tahun. Gedung Cheng Ho ini saja sudah berdiri selama 7 tahun. Saya baru sadar ketika melihat kembali plakat marmer yang saya tandatangani ketika masih jadi Ketua Yayasan bersama almarhum Dr. Awang Faroek Ishak, Gubernur Kaltim waktu itu. Time surely flies…. 😁
Balikpapan, 21 Februari 2025
Satria Dharma