Sebuah video viral baru-baru ini. Beredar video yang memperlihatkan aksi joget dugem yang dilakukan muda-mudi depan Masjid Agung Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. https://www.youtube.com/watch?v=viw6KXnLwoA
Setelah itu muncul meme yang bertuliskan “Hanya di era Jokowi masjid bisa dijadikan tempat dugem. Naudzubillah”. Setelah itu berhamburanlah caci-maki, hujatan, penghinaan, dan berbagai fitnah setelah munculnya postingan tersebut.
Untunglah Sekretaris MUI Sulsel Prof. Muammar Bakry turun tangan untuk menyampaikan bahwa kita harus tabayun sebelum mengambil kesimpulan dari video tersebut. “Setelah kami konfirmasi ternyata kegiatan itu adalah rangkaian kegiatan Agustusan yang biasa dilakukan dalam bentuk pawai. Kegiatan utama adalah di lapangan yang memang berdekatan dengan Masjid Agung Kota Sengkang. Kemeriahan agustusan yang biasa terjadi di berbagai tempat dengan iringan musik dan lagu.
Mereka adalah peserta Lampion, dari start dan sepanjang jalan hingga jelang finish mereka sudah berjoget, mungkin karena sudah keasyikan dengan dentuman musik dan tambah semangat saat finish, merekapun tambah ngegas jogetnya, mereka larut dan tak sadar bahwa mereka berada di area Masjid Agung. Jadi sebenarnya bukan panitia yang membuat acara khusus depan atau halaman masjid. Hanya kebetulan lapangan utama berdekatan dengan masjid.
https://muisulsel.or.id/viral-dugem-depan-masjid-agung…/
Sebelum ini juga ada foto yang viral tentang spanduk yang berbunyi “Larangan Bersholawat”. Tanpa mau tahu apa itu yang dimaksud langsung saja netizen ganas menimpali, “Rezim ini sekarang sudah terang-terangan mau merobohkan Islam. Bahkan bersholawat pun sudah dilarang.”
Padahal sebenarnya kata ‘Larangan’ di spanduk tersebut bukan berarti tidak diperbolehkan, melainkan merupakan nama sebuah Kecamatan di wilayah Tangerang, Banten. “Larangan Bersholawat” tepatnya adalah serangkaian acara yang digagas oleh Kecamatan Larangan untuk mengajak warga kota Tangerang bersholawat bersama-sama.
Tapi apakah mereka yang sudah menghamburkan caci-maki, hujatan, penghinaan, dan berbagai fitnah kepada Jokowi kemudian minta maaf?
– Minta maaf…?! Gak salah nih…! Anda ini tinggal di mana kok berharap orang yang menyebarkan berita bohong dan fitnah mau minta maaf?
Oh, gak mungkin ya….?! Baiklah kalau begitu, Kakak…! Mungkin saya yang terlalu naif. 🙏😁
Balikpapan, 27 Agustus 2024
Satria Dharma