Pada tanggal 19 April 1995, seorang pria merampok dua bank di Pittsburgh di siang hari bolong. Dan anehnya perampok tersebut tidak memakai masker.
Sebuah informasi mengarahkan polisi ke seorang pria bernama McArthur Wheeler, dan ketika mereka mengetuk pintunya, Wheeler tertegun. Dan dia terus mengulangi satu kalimat aneh:
“Tapi aku memakai jus!”
Ketika polisi menanyakan maksudnya, Wheeler mengatakan kepada petugas bahwa dia telah mengoleskan jus lemon ke wajahnya agar tidak terlihat oleh kamera keamanan. Dengan mengoleskan cairan lemon di wajahnya Wheeler menganggap wajahnya akan tidak terlihat oleh kamera. 😎
Dia tidak mengalami delusi. Wheeler baru saja melakukan kesalahan besar.
Soalnya, jus lemon bisa digunakan sebagai tinta tak terlihat. Itu dulu menjadi permainan anak-anak. Wheeler mengetahui hal ini dan berasumsi bahwa jus lemon juga bisa membuat wajahnya tidak terlihat oleh kamera keamanan. Dia bahkan mengujinya dengan mengoleskan jus lemon ke wajahnya dan mengambil foto instan — yang hasilnya kosong (mungkin karena kesalahan pengguna).
Kisah Wheeler menarik perhatian seorang profesor bernama David Dunning, yang mengakui kesalahan Wheeler secara universal: bahwa orang-orang dengan keterampilan dan pengetahuan paling sedikit sering kali melebih-lebihkan kemampuan mereka.
Orang bodoh itu seringkali lebih percaya diri ketimbang orang yang pintar. Orang yang paling rendah kemampuannya seringkali menganggap diri mereka lebih cerdas dari faktanya. Menurut Charles Darwin, “Ketidak tahuan sering melahirkan keyakinan daripada pengetahuan”. Jadi banyak penjahat bodoh yang tidak sadar betapa bodohnya mereka.
Penelitian menunjukkan bahwa 93% orang Amerika menganggap mereka adalah pengemudi yang lebih baik daripada rata-rata, 90% guru menganggap mereka lebih terampil dibandingkan rekan-rekan mereka, dan perkiraan berlebihan ini berlaku untuk banyak keterampilan – termasuk tes logika. Namun secara matematis tidak mungkin bagi kebanyakan orang untuk menjadi lebih baik dari rata-rata dalam suatu tugas tertentu. 😎
Orang-orang cenderung memiliki pandangan yang terlalu positif terhadap kemampuan mereka dalam banyak bidang sosial dan intelektual. Para penulis berpendapat bahwa perkiraan yang berlebihan ini terjadi, sebagian karena orang-orang yang tidak terampil dalam bidang-bidang ini menderita beban ganda: Orang-orang ini tidak hanya mengambil kesimpulan yang salah dan membuat pilihan yang tidak menguntungkan, namun ketidakmampuan mereka merampas kemampuan metakognitif mereka untuk menyadari hal tersebut.
Jadi kali lain jika kita menganggap diri kita lebih hebat dan lebih pintar daripada orang lain berhati-hatilah. Jangan-jangan kita terkena Dunning Kruger Effect. 😂
Surabaya, 26 Juni 2024
Satria Dharma