Pada abad 19 perbudakan masih terjadi di Amerika dan baru hapus pada tahun 1865. Amandemen penghapusan perbudakan di AS baru disahkan oleh Kongres pada tanggal 31 Januari 1865, dan diratifikasi pada tanggal 6 Desember 1865.
Di tahun 1849, setelah menjadi budak selama 33 tahun, Henry “Box” Brown memutuskan untuk melepaskan diri dari perbudakan. Untuk itu ia merancang sebuah pelarian dengan masuk ke sebuah kotak kayu dan mengirim dirinya sendiri dengan kargo dari Richmond, Virginia, ke zona abolisionis di Philadelphia. Philadelphia sudah menghapuskan perbudakan pada saat itu. Jadi kalau Henry bisa mencapai Philadelphia maka ia akan bisa menjadi manusia bebas.
Dengan bantuan James C. A. Smith, seorang pria kulit hitam bebas, dan seorang pembuat sepatu kulit putih yang simpatik bernama Samuel A. Smith (tidak ada hubungan keluarga), Brown menyusun rencana untuk mengirim dirinya dalam sebuah kotak ke negara bagian bebas melalui Adams Express, perusahaan yang terkenal dengan kerahasiaan dan efisiensinya. Brown membayar US$86 (setara dengan $3.150 pada tahun 2023) (dari tabungannya sebesar $166) kepada Samuel Smith.
Smith pergi ke Philadelphia untuk berkonsultasi dengan anggota Masyarakat Anti-Perbudakan Pennsylvania tentang cara mencapai pelarian tersebut. Ia bertemu dengan menteri James Miller McKim, William Still, dan Cyrus Burleigh dan berkorespondensi dengan mereka untuk mengatur rinciannya setelah kembali ke Richmond. Mereka menyarankan dia untuk mengirimkan kotak itu ke kantor pedagang Quaker Passmore Williamson, yang aktif di Komite Kewaspadaan.
Untuk keluar dari pekerjaan pada hari dia melarikan diri itu, Brown membakar tangannya sampai ke tulang dengan asam sulfat. Karena lukanya ia boleh istirahat dan ia melaksanakan aksinya untuk melarikan diri.
Kotak tempat pengiriman Brown berukuran 3 kali 2,67 kali 2 kaki dan bertuliskan “barang kering” di atasnya. Kotak itu dilapisi dengan baize, kain wol kasar, dan dia hanya membawa sedikit air dan beberapa biskuit. Ada satu lubang yang dibuat untuk udara, dan lubang itu dipaku serta diikat dengan tali. Brown kemudian menulis bahwa metode perjalanannya yang tidak menentu sepadan dengan risikonya: “jika Anda belum pernah dirampas kebebasan Anda, seperti saya, Anda tidak akan dapat menyadari kekuatan dari harapan akan kebebasan tersebut, yang bagi saya memang merupakan sebuah jangkar menuju kebebasan.”
Henry Brown menyelesaikan perjalanan melalui kotak kargo tersebut sejauh 350 mil. Ia nyaris tidak bisa bernapas melalui sedikit lubang udara yang dia buat di kotak kargo selebar 60 sentimeter tersebut. Tapi upayanya tersebut berhasil dan ia menghabiskan 50 tahun sisa hidupnya sebagai orang bebas.
Kita patut bersyukur bahwa kita terlahir sebagai manusia bebas dan tidak perlu melakukan apa pun untuk menjadi manusia yang bebas dan merdeka seperti sangat banyak orang seperti Henry “Box” Brown tersebut.
Jakarta, 22 Juni 2024
Satria Dharma