Vijay dan Slamet Manurung melakukan perjalanan ke Shenzen pertama kali dan disambut dengan baik oleh Jimmy Chou.
Mereka sangat terkesan dan takjub melihat keindahan dan kemajuan Kota Shenzen. Vijay lalu bertanya kepada Jimmy Chou; “Bagaimana kalian bisa begitu pintar dan mampu membangun negara seperti ini?’
Jimmy Chou lalu menjawab: “sebenarnya bangsamu lebih pintar.”
Vijay terkejut: “Kok bisa?”
Jimmy Chou menjawab: “Sebenarnya di antara setiap 10 orang China, ada 1 orang pintar dan 9 orang di bawah rata-rata, sedangkan negaramu punya 9 orang pintar dan 1 orang di bawah rata-rata saja.”
Jimmy Chou melanjutkan: “Kami menempatkan orang pintar pada posisi kepemimpinan dan 9 orang lainnya hanya mengikuti instruksinya, sementara negaramu menempatkan satu-satunya orang di bawah rata-rata yang memimpin dan memaksa 9 orang pintar untuk mengikuti instruksinya. Itu sebabnya menurutmu kami semua pintar.” 😎
Vijay terdiam memikirkan jawaban Jimmy Chou.
Mereka lalu menoleh pada Slamet Manurung. “Bagaimana keadaan di negaramu, Bro?”
Slamet Manurung tidak langsung menjawab. Ia menarik napas panjang berkali-kali baru menjawab.
“Di negaraku polanya agak berbeda. Ada terlalu banyak orang pintar di sana sehingga mereka selalu menganggap diri mereka lebih pintar daripada pemimpin mereka. Karena merasa lebih pintar dari pemimpin mereka akhirnya mereka berlomba-lomba mengritik dan mengecam semua keputusan pemimpin kami. Menurut mereka semua keputusan pemimpin kami itu salah, bodoh, ngawur, tidak berdasar, dan tentu saja tidak patut dikerjakan. Akhirnya semua pekerjaan terbengkalai karena terlalu banyak orang yang merasa dirinya pintar dan selalu ingin menyabot pekerjaan pemimpin kami.”
Vijay dan Jimmy Chou terbelalak dan tidak mampu berkomentar.
Balikpapan, 7 Juni 2024
Satria Dharma