Salah satu TUDUHAN dari para PEMBELA KEJAHATAN ISRAEL adalah bahwa kebencian terhadap Israel itu dasarnya karena umat Islam yang memang katanya diajari untuk membenci Yahudi dalam agama Islam. OMG….! Sebegitu piciknyakah mereka itu…?!
Orang-orang katrok ini memang tidak pernah membaca berita atau kebenciannya terhadap Islam demikian tinggi sehingga tidak lagi bisa berpikir rasional? Kok mereka masih juga mengira bahwa penentangan terhadap kekejaman Israel terhadap warga Palestina didasari oleh sentimen agama (Islam)…?! Lha wong orang Yahudi sendiri banyak yang menentang kekejaman dan kejahatan perang Israel.
Apakah mereka TIDAK SADAR atau mungkin juga TIDAK TAHU bahwa negara Iran yang katanya sangat membenci Israel itu malah punya warga Yahudi SANGAT BANYAK. Faktanya Adalah Iran adalah rumah bagi salah satu komunitas Yahudi tertua dan terbesar di Timur Tengah di luar Israel. Warga Yahudi di Iran merasa aman secara fisik dan memiliki kebebasan beribadah. Mereka tidak pernah diganggu. Mereka memiliki kebebasan beragama. Komunitas Yahudi Iran (salah satu yang tertua di dunia) memiliki sinagog, sekolah, dan diakui secara resmi di bawah konstitusi. Mereka bahkan seringkali merasa lebih aman dari ancaman fisik dibandingkan komunitas Yahudi di Eropa.
Jadi kalian para pembela kekejaman Israel masih menuduh bahwa kebencian orang terhadap Israel itu karena faktor agama (Islam) atau karena faktor keyahudian mereka…?!
Sama sekali bukan, bro….
Saat ini malah warga dari negara-negara NON-MUSLIM yang SANGAT GENCAR menolak dan menghujat kekejaman Israel. Mbok ya baca berita sedikitlah…. Jangan cuma nonton drakor, dracin, dan Netflix aja.
Saat ini terjadi perubahan sikap Eropa terhadap Israel. Kini Eropa jauh lebih kritis. Warga di hampir seluruh Eropa melakukan demo besar-besaran berjilid-jilid untuk menentang Israel dengan tuntutan “Free Palestina, Stop Genocide” Hal itu terjadi menyusul semakin kejamnya Israel yang semakin terang-terangan melakukan genosida dan pembersihan etnis di Jalur Gaza. Saat ini sikap Eropa terhadap Israel semakin keras dan vulgar. Mereka menggunakan frasa seperti, pelanggaran hukum internasional, meninjau kembali hubungan diplomatik dengan Israel, serta membatasi hubungan militer dan ekonomi dengan Israel. Frasa-frasa itu jelas menunjukkan sikap baru Eropa. Sebagaimana diketahui, selama ini, Eropa dikenal sebagai basis tradisional pendukung Israel yang sangat kuat setelah AS. Perubahan sikap Eropa itu tentu menunjukkan semakin retaknya basis pendukung Israel di dunia Barat.
Pada 7-8 Mei 2025, enam negara Eropa, yaitu Spanyol, Irlandia, Slovenia, Luxemburg, Norwegia dan Islandia, mengeluarkan pernyataan bersama dengan mengecam keras Israel. Negara-negara Eropa tersebut menyebut bahwa aksi Israel di Jalur Gaza sebagai pelanggaran hukum internasional dan Jalur Gaza adalah bagian dari tanah Palestina. Negara-negara Eropa itu juga menuduh Israel telah menghalangi bantuan kemanusian ke Jalur Gaza dan mereka meminta Israel segera mengizinkan dibukanya jalur bantuan kemanusian tersebut. Kecaman itu mengalir lantaran Israel mencoba melakukan pembersihan etnis di Jalur Gaza, dan melakukan upaya relokasi secara paksa warga Gaza dari tanah air mereka. https://www.kompas.id/…/eropa-semakin-kritis-terhadap…
NEGARA PALING DIBENCI DI DUNIA
Dua puluh bulan setelah genosida yang disiarkan langsung dan semakin cepat di Gaza, dunia menyimpulkan bahwa Israel adalah salah satu NEGARA YANG PALING DIBENCI DI DUNIA. Survei global baru dari Pew Research Center yang berbasis di AS menunjukkan betapa tidak populernya Israel, terutama di negara-negara Amerika Utara dan Eropa tempat Tel Aviv selalu mendapatkan sumber utama dukungan finansial, militer, dan politiknya.
“Di 20 dari 24 negara yang disurvei, sekitar setengah dari orang dewasa atau lebih memiliki pandangan yang buruk terhadap Israel,” lapor Pew pada 3 Juni. “Sekitar tiga perempat atau lebih memiliki pandangan ini di Australia, Yunani, Indonesia, Jepang, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Turki.”
Pew mengatakan terakhir kali mereka mengajukan pertanyaan tersebut di 10 negara yang termasuk dalam survei baru mereka pada tahun 2013. “Di tujuh negara ini, persentase orang dewasa dengan pandangan negatif terhadap Israel telah meningkat secara signifikan.”
Berdasarkan data Pew Research Center tahun 2025, sentimen negatif tertinggi terhadap Israel ditemukan di Turki (93%), Indonesia, dan beberapa negara Eropa/Asia seperti Spanyol, Belanda, Swedia, dan Jepang. Mayoritas penduduk di 23 dari 24 negara yang disurvei memandang Israel secara negatif, mencerminkan peningkatan penolakan global pasca-konflik Gaza 2023.
Negara Barat/Eropa: Belanda (78%), Spanyol (75-76%), Swedia (76%), Yunani (72%), dan Italia (66%).
Asia: Jepang (79%) dan Korea Selatan (60%) menunjukkan sentimen negatif yang signifikan.
Amerika Serikat: Tren pandangan negatif meningkat, dengan mayoritas (53%) warga AS memiliki pandangan buruk terhadap Israel.
Sebuah jajak pendapat BBC World Service tahun 2014 menemukan bahwa 67% warga Australia memiliki pandangan negatif terhadap Israel.
Di antara masyarakat Eropa yang disurvei, Israel dipandang paling negatif di Belanda (78 persen), sebuah fakta yang luar biasa di negara yang pemerintahnya secara tradisional sangat pro-Israel. Di Spanyol, menurut Pew, 75 persen masyarakat memiliki pandangan negatif terhadap Israel. Bahkan di Hongaria – yang pemimpinnya Viktor Orban menyambut Benjamin Netanyahu di Budapest awal tahun ini meskipun ada surat perintah penangkapan internasional untuk perdana menteri Israel – 53 persen masyarakat memandang Israel secara negatif. Negara Eropa yang terus mengkritik dan mengecam Israel terkait konflik Israel-Palestina antara lain: Irlandia, Spanyol, Belgia, Prancis, dan Norwegia.
https://www.pewresearch.org/…/most-people-across-24…/
Di Amerika Serikat – penyumbang dana dan pemasok senjata terbesar Israel – 53 persen dari mereka yang disurvei sekarang memiliki pandangan negatif terhadap Israel – peningkatan 11 poin sejak 2022, menurut Pew. Dalam beberapa tahun terakhir, survei secara konsisten menemukan bahwa Israel sangat tidak populer di kalangan mayoritas Demokrat, warga Amerika yang lebih muda, dan orang-orang kulit berwarna.
Nah, kalian yang selama ini MEMBELA ISRAEL itu sebenarnya memang sama jahatnya dengan Israel atau sebenarnya hanya karena benci Islam? Ngaku aja….!
Balikpapan, 18 Februari 2026
Satria Dharma