Saya olga jalan kaki lagi pagi ini. Nyeri di sekitar tumit kaki kiri saya sudah hilang dan hanya samar-samar terasa. Tapi saya tidak akan memforsir seperti hari-hari sebelumnya. Saya akan batasi di bawah 10.000 langkah (dan ternyata hanya 6000-an langkah).
Pagi ini saya memutuskan untuk mengambil rute di sekitar jalan Pucang ke utara. Saya naik mobil dan memarkirnya di dekat Pasar Pucang. Dari sana saya berjalan terus ke Pucang Adi dan tembus ke Juwingan. Tiba-tiba saya ingat bahwa saya dulu pernah tinggal dan punya usaha di jalan Kertajaya VII Raya. Akhirnya langkah kaki saya arahkan ke sana. Saya ingin bernostalgia…



Dulu sebelum saya bekerja di PT Badak NGL Co di Bontang, pada tahun 1985 saya memang membuka bimbingan belajar ASG (Airlangga Student Group) bersama dua orang teman yang semua kini sudah almarhum. Saya baru lulus dari IKIP Surabaya. Dua orang teman saya bahkan belum lulus dari kampus masing-masing. Bimbingan belajar kami itu cukup sukses dan sempat membuka cabang di beberapa kota seperti Mojokerto, Madiun, dan Sumenep. Tapi lama-lama saya bosan dan ingin mencari pengalaman lain. Ada lowongan mengajar di sekolah internasional di Bontang dan saya merasa tertarik. Setelah melalui proses tes di Jakarta akhirnya saya diterima dan berangkat ke Bontang pada tahun 1990. Bimbingan Belajar ASG saya tinggalkan dan dikelola oleh dua orang teman tadi. Sebelum saya keluar dari PT Badak NGL Co pada tahun 1996 saya sudah membuka lembaga pendidikan baru di Balikpapan bersama seorang partner yang dulunya adalah mentee saya di ASG. Namanya Yayasan Airlangga. Kini Yayasan Airlangga Balikpapan telah berkembang dengan pesat menjadi Universitas Mulia, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan, SMP Plus Airlangga, SMKTI Samarinda, dll. https://id.wikipedia.org/wiki/Yayasan_Airlangga
Bimbingan Belajar ASG di Kertajaya 7 Raya ini akhirnya tutup. Sekarang saya penasaran pingin lihat tempat di mana saya pernah bekerja selama 5 tahun itu. Ternyata sekarang sudah jadi tempat kos-kosan. Rumah yang kami kontrak dan jadikan tempat tinggal saya sekaligus kelas dan musholla kini juga sudah dimiliki oleh orang lain. Bentuk rumahnya juga sudah berubah dan saya sudah tidak bisa mengenalinya lagi.
Tapi saya masih penasaran dan saya ingin tahu bagaimana kabar keluarga pemilih gedung yang kami sewa dulu itu. Pemiliknya dulu bernama Pak Suhadak punya lembaga kursus mengemudi mobil namanya ‘Modern’. Ternyata sekarang sudah berganti nama menjadi ‘Global Driving Course’ dan yang mengelola adalah anak perempuannya yang bernama Mbak Retno atau Mbak Fatimah.
Ketika saya mendatangi rumahnya ternyata ia masih ingat dengan saya. Akhirnya kami ngobrol cukup lama. Ia bercerita tentang masalah keluarganya tapi saya tidak akan menceritakannya di sini. Yang penting keinginan saya untuk bernostalgia telah terpenuhi. Sekedar info, saya mengenal istri saya dulu ya di ASG ini. Ia salah seorang siswa kami.
Pulangnya saya mampir sarapan di Pecel Bu Kus. Ini juga resto yang penuh kenangan karena inilah resto yang dibangun oleh orang tua dari istri saya alias mendiang mertua saya dulu. 😁
Bagaimana kisahnya Yayasan kami di Balikpapan bisa berkembang bisa dibaca di : https://satriadharma.com/2021/11/16/jangan-menyerah/
Surabaya, 2Juni 2025
Satria Dharma