Adik saya di WAG keluarga mengirim video Tiktok tentang polisi dan penegak hukum yang melakukan tindakan yang justru bertentangan dengan rasa keadilan. Saya hanya menonton sekilas dan tidak meneruskan. Tayangan dan berita semacam itu SUDAH TERLALU BANYAK dan saya sungguh tidak tahu apa manfaatnya untuk terus disebarkan. Rasanya sudah mau muntah lihat tayangan seperti itu. 😵💫
Jadi saya komentari begini. :
Saya sudah malas ngomongin hal begini, apalagi menyebarkannya. Hal-hal semacam ini hanya akan membuat kita merasa jengkel, marah, kecewa, pesimis, suudzon, dan berbagai perasaan negatif. Lalu apa gunanya mengisi hati kita dengan hal-hal semacam ini? Lebih jauh lagi, apakah kita ingin menjadi penyebab menyebarnya perasaan jengkel, marah, kecewa, pesimis, suudzon pada orang lain? Bukankah lebih baik jika kita mengisi hati kita dengan hal-hal yang menyenangkan, menggembirakan, optimis, positif, mencerahkan, dan hal-hal baik lainnya? Bukankah lebih baik jika kita menjadi PENYEBAR POSTING yang membuat orang lain menjadi lebih positif, optimis, gembira, tercerahkan dan sikap positif lainnya?
Perlu dipahami bahwa terobsesi dengan Berita Buruk yang Mengganggu dapat “Menyakiti” diri sendiri. Ini adalah hasil penelitian di Texas Tech University. Kecanduan game dan media sosial itu sudah menjadi masalah. Namun, kecanduan berita negatif bahkan lebih bermasalah. Para peneliti menunjukkan jika terus-menerus berfokus pada masalah dan peristiwa yang mengancam dan berbahaya, membuat beberapa orang terjebak dalam keadaan pikiran yang sangat gelap dan seringkali putus asa.
Studi ini terdiri dari survei online terhadap lebih dari 1.000 orang dewasa di Amerika Serikat. Lebih dari 16 persen dari mereka yang disurvei melaporkan konsumsi berita mereka sebagai “sangat bermasalah.”
Selain terganggu dalam aktivitas sehari-hari, sebagian besar subkelompok ini juga melaporkan gejala fisik umum stres dan kecemasan. Ini termasuk kesulitan gastrointestinal, nyeri fisik umum, dan kelelahan. Selain itu, mereka yang paling terpengaruh oleh berita negatif melaporkan bahwa obsesi mereka mengisi hari-hari mereka hingga mengganggu hubungan pribadi, merasa semakin gelisah, dan mengembangkan masalah tidur.
Para peneliti menemukan bahwa semakin bermasalah konsumsi berita untuk seorang individu, semakin besar masalah kesehatan mental dan fisik yang dialami.
Tapi ini kan di WAG keluarga jadi saya bisa menyampaikannya tanpa merasa bakal menyinggung adik saya atau siapa pun. Kalau di WAG lain saya mikir-mikir. Some people just enjoy sharing things like that dan tersinggung kalau dingatkan.
Surabaya, 8 Maret 2025
Satria Dharma