Ketika SMP saya bersekolah di SMPN 2 Surabaya, di Jalan Kepanjen, dari tahun 1970 – 1973. Cukup jauh jaraknya dari rumah saya di Darmokali. Saya bersekolah di SMPN 2 karena tante saya jadi guru Bahasa Inggris di sini. Untuk ke sekolah kadang saya naik bemo roda tiga atau roda empat dengan biaya 20 rupiah sekali jalan. Jadi kalau pulang pergi ya 40 rupiah. Tapi karena orang tua saya punya anak 10 waktu itu (dan kemudian bertambah lagi seorang ketika saya SMA) dan ayah saya cuma seorang pegawai rendahan di Kanwil dikbud Jatim maka gajinya sudah habis untuk biaya makan sehari-hari kami. Jadi kadang-kadang tidak tersedia uang untuk transport bagi saya ke sekolah. Kadang ada hanya 20 rupiah dan saya boleh memilih uang itu untuk transport berangkatnya atau pulang sekolah. Kalau saya pilih naik bemo ke sekolah maka pulangnya ya harus jalan kaki. Atau kalau saya mau jalan kaki berangkatnya maka pulangnya saya bisa naik bemo. Mana yang saya pilih? Seringkali saya memilih untuk jalan kaki baik berangkat mau pun pulangnya. 😁 Uang transportnya bisa saya pakai untuk jajan di kantin. Sungguh lumayan hari itu saya bisa ikut-ikutan jajan di kantin seperti teman-teman lain… 😎
Berangkat ke sekolah jalan kaki dari Darmokali ke Jl Kepanjen lama-lama terasa biasa saja. Yang berat itu kalau pulangnya. Soalnya kan siang hari dan panas. Apalagi sepatu saya terbuat dari karet dan kalau kena panas matahari maka kaki saya terasa seperti kaki panggang. 😁 Itu sebabnya kalau pulang saya mampir dulu ke toko buku Gunung Agung di jalan Tunjungan untuk baca buku. Dulu buku yang dijual tidak ditutup plastik jadi bisa saya baca di tempat. Kalau sudah capek membaca maka saya baru melanjutkan perjalanan dengan kepala penuh dengan kisah dari buku yang saya baca. Perjalanan menjadi lebih ringan rasanya. 😁
Nah, saya sudah lama berangan-angan untuk napak tilas jalan kaki lagi dari SMPN 2 ke Darmokali. Kan sekarang saya punya rutinitas jalan kaki pagi dan sering keluar masuk kampung sampai jauh di berbagai kota. Alangkah serunya kira-kira kalau saya bisa mengulang kembali perjalanan saya dari sekolah ke rumah saya di Darmokali, demikian pikir saya. 😎
Pagi ini saya mengajak istri saya untuk jalan kaki seperti biasanya tapi ia menolak. Ada banyak cucian sedangkan nanny kami tidak bisa datang sudah seminggu ini. Jadi ini kebetulan pikir saya. Sekaranglah waktunya bagi saya untuk mewujudkan angan-angan saya napak tilas tersebut.
Saya segera pesan gojek dari rumah saya di Rungkut ke SMPN 2 Jl. Kepanjen. Sesampainya saya di SMPN 2 saya segera memulai melangkahkan kaki saya berjalan menuju ke Darmokali, rumah saya dulu. Saya membayangkan diri saya dulu waktu masih SMP berjalan kaki. Karena hari ini Minggu maka jalanan tidak terlalu ramah. Jalan Tunjungan juga ditutup untuk kendaran bermotor. Sepanjang perjalanan saya bernostalgia mencoba membayangkan diri saya masih SMP dulu. Tanpa terasa saya melewati Basuki Rahmat dan masuk ke jalan Raya Darmo. Raya Darmo juga ramai karena ditutup untuk Car Feee Day. Saya terus melangkah dan tanpa terasa sudah sampai di Darmokali.
I did it…! 😁
Saya berhasil napak tilas perjalanan saya Ketika SMP dulu. Ternyata jaraknya juga tidak sejauh yang saya perkirakan. Dulu saya kira jaraknya 8 km tapi setelah saya lihat di Pedometer hanya sekitar 7 km saja atau sekitar hampir 10 ribu langkah saja. 😁
Surabaya, 15 Desember 2024
Satria Dharma