Ada orang-orang tertentu yang marah dan menghujat Gibran karena Gibran terang-terangan mengaku tidak suka membaca pada sebuah wawancara. Saya sendiri salut bahwa Gibran mengaku apa adanya waktu ditanya. Dia jujur dan tidak mau sok intelektual. Tapi bagi orang-orang yang sok intelektual berliterasi tinggi menganggap Gibran dianggap tidak layak untuk menjadi pemimpin karena ketidaksukaannya membaca tersebut. Emangnya mereka pikir semua pemimpin kita itu suka membaca? Apa mereka belum lahir ketika Soeharto yang berkuasa 32 tahun tersebut memimpin. Lha Soeharto sendiri tidak suka membaca tapi mampu berkuasa selama itu.
Saya itu justru heran kalau orang yang katanya intelektual literat berharap bahwa pemimpin yang terpilih adalah orang yang suka baca. Mosok orang yang mengaku literat ini tidak pernah membaca fakta bahwa UNESCO pernah menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat bacanya sangat rendah. Menurut data UNESCO (yang sebetulnya saya sendiri meragukannya dan gak trimo), minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca! Iki jare UNESCO lho yo…
Paham nggak maksudnya…?!
Tapi baiklah saya jelaskan agar Anda semakin literat….
Jadi kalau Anda MENGAKU SUKA MEMBACA maka sebenarnya Anda itu hanya 1 dari 1000 warga Indonesia (menurut UNESCO lho ya).
Kalau dari 1000 orang Indonesia hanya ada 1 yang suka membaca, kira-kira yang 999 orang itu akan memilih pemimpin yang suka membaca atau yang seperti dirinya? Coba renungkan baik-baik… 🤭
Atau saya jelaskan dengan cara lain…
Bukankah sudah selayaknya masyarakat yang tidak membaca diwakili oleh yang tidak membaca? 🤭 Lha ngapain mereka yang tidak suka membaca mesti memilih pemimpin yang suka membaca? Ada banyak kriteria lain yang mereka inginkan dan harapkan dari pemimpin yang akan mereka pilih. Tapi membaca BUKANLAH salah satu prasyarat yang mereka harapkan. Jelas bukan… 😁
Jadi kalau ada orang yang mengaku intelektual literat marah-marah karena pemimpin yang terpilih bukan seperti dirinya yang suka membaca, maka itu sungguh mengherankan sekaligus menggelikan. Wake up, man…. 😎
Saya jelaskan mengapa rakyat MEMILIH GIBRAN ya…. Biar Anda semakin melek…. 😁
Hanya SATU FAKTOR yang paling penting yang menjadi alasan mengapa rakyat memilih Gibran, yaitu Gibran adalah anaknya Mulyono alias Jokowi. Ini yang paling penting. Itu artinya Jokowi adalah orang yang SANGAT DICINTAI oleh masyarakat Indonesia meski pun tiap hari selalu dihujat dan difitnah tanpa henti. Tapi rakyat mencintainya. Itu adalah FAKTA yang harus Anda terima betapa pun bencinya Anda pada beliau. Rakyat ingin menyampaikan pada Anda semua bahwa semakin Anda menghina, menghujat, dan memfitnah Jokowi dan keluarganya mereka akan semakin mencintai mereka.
Dan Anda akan semakin terbakar sendiri oleh kebencian Anda pada mereka. Take it or leave it… 😎
Surabaya, 26 September 2024
Satria Dharma