Dalam posting saya tentang “Toleransi dalam Islam” seorang bertanya soal Banser yang menjaga gereja. Masih banyak umat Islam yang mencibir apa yang dilakukan oleh Banser ini padahal apa yang dilakukan oleh Banser yang menjaga gereja dan umat Nasrani yang beribadah adalah SANGAT MULIA dan merupakan implementasi dari sikap toleran yang diajarkan dalam Islam.
Ada yang berpendapat bahwa toleransi itu adalah membiarkan mereka beribadah, tidak diganggu dan tugas keamanan mereka adalah tugas dari pemerintah. Jadi masyarakat sipil kaum muslimin tidak perlu menjaga tempat ibadah mereka dengan alasan ingin toleransi. Jadi mereka menuding bahwa sikap Banser tersebut berlebihan. Tentu saja ini sikap yang keliru dan tidak peka pada masalah.
Mari saya jelaskan…
Yang menjadi masalah adalah bahwa selama ini YANG MENGGANGGU kaum Nasrani beribadah dan bahkan MENGEBOM GEREJA mereka berulangkali adalah para teroris yang jelas-jelas merupakan UMAT ISLAM yang melakukan kejahatan tersebut dengan alasan ingin mengamalkan ajaran Islam. Jadi mereka mengebom rumah ibadah umat lain dengan alasan mengamalkan ajaran Islam. Pelaku terorisme ini melihat gereja sebagai tempat kristenisasi melawan Islam atau yang ingin melawan Islam. Jadi mereka mengebom gereja sebagai upaya untuk melawan umat lain yang mereka anggap ingin melawan Islam. Tentu saja tindakan ini SALAH BESAR dan merupakan kejahatan yang HARUS DILAWAN OLEH UMAT ISLAM secara total. Dengan adanya Banser yang menjaga gereja maka umat Islam telah menunjukkan sikap tegasnya bahwa ISLAM MELAWAN TINDAKAN KEJAHATAN terhadap umat lain. Umat Islam akan melawan PERBUATAN KEJI yang dilakukan oleh para teroris yang mengatasnamakan dirinya sebagai jihadis dan TIDAK SEKEDAR menyerahkan keselamatan dan keamanan umat lain dalam beribadah kepada aparat keamanan. Aparat kan perwakilan negara. Banser menjaga gereja adalah REPRESENTASI sikap umat Islam dalam menjaga dan menjamin keselamatan dan keamanan umat lain dalam melaksanakan ibadah mereka karena memang itulah AJARAN AGAMA ISLAM. Jangankan mengebom lha wong memaki sesembahan mereka saja DILARANG dalam Alquran. Mosok ada umat Islam yang mengebom gereja dan ngakunya melakukan karena itu adalah ajaran Islam kok malah dibela atau didiamkan. Sungguh keblinger kalau ada ustad atau ulama yang membela perbuatan keji dan dilarang agama ini. Banser mewakili umat Islam untuk menunjukkan ajaran Islam yang benar. Jadi aparat menjaga sebagai tugasnya mewakili negara sedangkan Banser menjaga dalam tugasnya sebagai perwakilan umat Islam.
Saya sangat bersyukur dan berterima kasih pada Banser yang telah MEWAKILI saya dan umat Islam lain yang tidak mampu melakukan tugas tersebut. Kita sebagai umat Islam harus benar-benar menyatakan bahwa pengeboman gereja dan rumah ibadah lain adalah tindakan yang BERTENTANGAN dengan ajaran Islam dan merupakan tindakan kriminal yang patut dihukum berat. Kita harus menunjukkan SIKAP TEGAS dan bukan sikap banci dan pengecut atau bahkan malah mengecam Banser tersebut. Kita sebagai umat Islam Indonesia telah diselamatkan muka kita oleh para Banser yang telah menjaga gereja tersebut selama ini dan kita BELUM memberi penghargaan yang memadai pada upaya mereka yang mulia tersebut. Itu sebabnya maka saya selalu hormat pada Banser karena saya menganggap mereka telah menyelamatkan muka saya selama ini dalam soal toleransi dan kerukunan umat beragama. Menjaga stabilitas keamanan negara termasuk dalam kategori fardlu kifayah dan merekalah yang selama ini telah melakukan atas nama umat Islam di Indonesia. Jadi jika Anda mengaku sebagai umat Islam maka berterima kasihlah pada Banser atas sikap dan perbuatan mereka tersebut.
Balikpapan, 13 September 2024
Satria Dharma