Saya sudah vakum dari upaya untuk menggerakkan budaya literasi di sekolah bertahun-tahun. Sejak Anies Baswedan lengser sebagai Mendikbud saya juga merasa sudah saatnya saya berhenti. Waktu Pak Muhajir sudah ngantor di Senayan saya mendatangi beliau, memberinya selamat, dan bilang, “Saya cuma mau tanya apakah program Gerakan Literasi Sekolah akan diteruskan di era Pak Muhajir.”
“Oh, tentu saja…!” Jawab beliau dengan muka berseri-seri. Saya langsung merasa ayem… 😁
Jadi saya merasa sudah waktunya saya lengser. Toh saya tidak pernah menjadi bagian dari program GLS tersebut secara resmi. Saya hanya konsultan akon-akon selama itu. 😁
https://satriadharma.com/?s=Konsultan+akon-akon+
Beberapa kali Sute saya Cak Nanang mengajak saya untuk terjun lagi dengan program Gernastastaba (Gerakan Nasional Berantas Buta Membaca)nya tapi saya tidak tergerak. Sudah waktunya lengser keprabon dan melihat generasi muda meneruskan pekerjaan saya sebelumnya. Lakonono dewe, bro… 😁
Tapi tiba-tiba ada kejadian…. Eh, kejadian atau peristiwa ya… 😁
Istri saya tiba-tiba saja dapat pekerjaan kecil di Lanud Maospati untuk merenovasi cafenya. Jadi kami pun akhirnya tinggal di Madiun (kami punya rumah di Madigondo, Magetan karena almarhum mertua saya dulu mantan lurah di Madigondo) selama hampir dua minggu dan riwa-riwi Surabaya – Madiun.
Nah, selama tinggal di Madigondo ini istri saya mendatangi SDN 1 Madigondo yang letaknya hanya sekitar 200 m dari rumah kami. Itu sekolah adik-adiknya dulu. Begitu diajak melihat-lihat bangunan SD tersebut tiba-tiba tergeraklah hati istri saya untuk membangun perpustakaan di SD tersebut. Ternyata perpustakaan SD tersebut sangat memperihatinkan (Tentu saja. Bukankah begitu juga hampir semua perpustakaan SD Negeri di mana saja di negara kita ini?)
Akhirnya istri saya memutuskan untuk merenovasi perpustakaan SDN tersebut. Bahan bangunan ia belikan dan tukangnya ia kerahkan untuk merenovasinya. Tukang-tukangnya ia bagi dua. Ada yang bekerja di Lanud Maospati dan ada yang di SDN tersebut.
Tapi istri saya tidak berhenti di situ. Ia mengajak Bu Ida, Kasek SDN 1 MADIGONDO, untuk mengadakan sosialisasi gerakan literasi sekolah. Undanglah wali murid, sesama kasek di sekitar, pengawas. Kadisdik, dan beberapa siswa klas 5 dan 6 untuk mendengarkan apa itu program GLS. Tentu saja saya yang akan diminta untuk menyampaikan presentasinya. Siapa lagi…?! 😁
Akhirnya begitulah…. Saya kemarin presentasi lagi tentang GLS. Dan ternyata setelah melemaskan otot saya jadi bergairah kembali. Ada rasa nostalgia di situ. Cinta lama bersemi kembali… CLBK. 😁
Saya keprucut bilang sama Pak Kadisdik Magetan bahwa kalau beliau mau bikin program Pembudayaan Gerakan Membaca dan Menulis (Literasi) di Magetan saya bersedia membantu. For free, of course…
Madigondo, 17 April 2026
Satria Dharma





