Teman yang saya maksud dalam postingan awal saya soal berbohong dengan menggunakan ayat Al-Qur’an akhirnya membalas di FB-nya sbb:
MI : Teman ini menggiring opini bahwa saya membuat video yang diselipi video wajah seseorang yang wajahnya bengkak. Padahal saya tidak melakukannya.
Itu kerjaan orang lain, Bro. Mereka mengedit video saya. Tanpa izin. Tanpa konfirmasi. Terus mengupload di akun mereka sendiri.
Silakan cek di semua akun saya, deh. TikTok, Facebook, Instagram, semua video saya hanya monolog tanpa ada gambar dan penampakan video orang lain di dalamnya.
Buka di sini video aslinya:
https://vt.tiktok.com/ZSag8bwC4/
Karena saya tidak menyebut nama, apalagi menampakkan wajah dan video orang lain di video saya, jadi tulisan ini pelintiran informasi yang sangat serius. Termasuk kategori kebohongan yang menyesatkan.
Saya undang siapa saja untuk menonton video aslinya. Silakan komen dan tanya di sana. InsyaAllah saya jawab.
Saya malas komentar atas video yang bukan bikinan saya. Lha orang lain yang bikin, lha kok saya diminta tanggung jawab, hehe.
Biasakan merujuk video di akun asli. Karena itu konten orisinal yang saya siap bertanggung jawab. Oke?
Satria Dharma :
Baca lagi baik-baik. Saya sudah sampaikan bahwa di video aslinya TIDAK ADA sisipan foto Jokowi. Jadi saya TIDAK menuduh sampeyan yang memasang foto tersebut. Tapi jelas sekali kalau sampeyan berbohong dengan mengatakan bahwa pejabat yang suka berbohong akan berubah rusak wajahnya dengan merujuk ke buku “Al-Qur’an Medis” tersebut. Ayat 9 Al-Baqarah juga tidak menyatakan demikian. Apakah sampeyan masih mau membantah?
MI :
Satria Dharma Sudah ada penjelasan di video ini dengan saya tampilkan sumbernya dari jurnal kesehatan yang ada di AlQur’an medis.
https://vt.tiktok.com/ZSagYFXvy/
Di bagian belakang rujukan referensinya lengkap. Dampak kebohongan bisa merusak kesehatan.
Silakan bantah dengan menghadirkan referensi lain jika memang ada
Satria Dharma :
MI, di bukunya juga TIDAK ADA soal berubah rusak wajahnya. Apalagi menyebut PEJABAT. Itu jelas pendapat sampeyan sendiri.
Tidak ada ayat Al-Qur’an yang secara spesifik menyatakan bahwa wajah seseorang akan berubah secara fisik atau menjadi buruk rupa di dunia hanya karena ia berbohong.
Namun, Al-Qur’an menjelaskan mengenai kondisi wajah orang-orang yang berdusta dan berdosa pada Hari Kiamat sbb:
Wajah Menjadi Hitam (Hari Kiamat):
Dalam Surah Az-Zumar ayat 60, Allah SWT berfirman bahwa pada hari kiamat, wajah orang-orang yang berbohong terhadap Allah akan terlihat hitam muram:
“Dan pada hari Kiamat engkau akan melihat orang-orang yang berbohong terhadap Allah, wajahnya menghitam…” Surah Az-Zumar: 60.
Wajah yang Tertutup Kegelapan:
Dalam Surah Yunus ayat 27, disebutkan bahwa orang-orang yang melakukan kejahatan (termasuk dusta), wajah mereka akan ditutupi kehinaan dan kegelapan:
“…Wajah mereka seakan-akan ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita…” Surah Yunus: 27.
Wajah yang Tertunduk Hina:
Dalam Surah Al-Ghashiyah ayat 2, Allah menggambarkan kondisi orang-orang kafir dan pendusta di akhirat:
“Banyak wajah pada hari itu tertunduk hina.” Surah Al-Ghashiyah: 2.
Kesimpulan:
Secara fisik di dunia, wajah pembohong mungkin tidak berubah secara ajaib. Namun, para ulama sering menyebutkan adanya “nur” (cahaya) atau “basirah” (aura). Orang yang jujur cenderung memiliki wajah yang tenang dan bercahaya karena ketenangan hati, sementara orang yang sering berbohong seringkali terlihat gelisah atau kehilangan wibawa (marwah) di mata manusia lainnya.
MI :
Satria Dharma ada di sini jawabannya:
https://vt.tiktok.com/ZSag22P8Y/
Silakan disimak
Satria Dharma :
MI, semestinya sampeyan ISTIGFAR karena video sampeyan digunakan untuk MEMFITNAH Jokowi dengan masif. Kecuali kalau sampeyan memang bermaksud demikian dan ikut senang dengan tersebarnya fitnah tersebut.
Semestinya sampeyan ISTIGFAR karena berani-beraninya membuat penafsiran Al-Baqarah ayat 9 yang jauh dari maknanya dan bukannya malah membuat-buat alasan semacam itu.
Orang akhirnya menganggap bahwa Al-Baqarah ayat 9 itu khusus untuk pejabat yang berbohong. Lha bagaimana kalau konten creator yang berbohong? Apakah wajahnya tidak berubah menjadi rusak juga?
Saya cukupkan sampai di sini. Anggap saja itu teguran dari saya sebagai sahabat sampeyan agar lebih berhati-hati dalam menafsirkan Al-Qur’an. Saya yakin sampeyan paham mengenai hal ini.
Setelah ini teman saya tidak menjawab lagi dan saya sangat menghargainya. Perlu saya sampaikan bahwa saya SANGAT SAYANG sama teman baik ini. Dia orang yang sangat agamis, baik, dan santun. Posting saya tersebut bukanlah dalam rangka untuk mendikreditkannya tapi justru untuk mencegahnya dan orang lain melakukan kesalahan yang sama di masa depan. Tolong jangan menggunakan ayat Al-Qur’an sebagai bahan plintiran untuk kepentingan apa pun.
NB : Sekedar mengingatkan, Nabi Ayyub justru diberi penyakit yang sangat parah oleh Tuhan sebagai ujian baginya. Bukan hanya wajahnya tapi seluruh tubuhnya malah rusak. Jelas sekali bahwa Al-Qur’an tidak pernah menyatakan bahwa akibat berbohong bagi pejabat adalah sakit semua tubuhnya sampai rusak seperti yang disampaikan dalam video teman saya tersebut. Dalam Islam sakit bukan hanya dianggap sebuah musibah atau ujian dari Allah SWT, tetapi juga bisa menjadi peringatan, atau bahkan bentuk nikmat dan anugerah dari-Nya. Diriwayatkan pula sakit dapat berfungsi sebagai penggugur dosa.
Balikpapan, 3 Februari 2026
Satria Dharma