Seorang teman FB yang saya tidak begitu kenal tiba-tiba menghubungi saya dan menawari gelar Doktor Honoris Causa. Whaaat…! 😳
Tentu saja saya penasaran. Saya lalu tanya dari perti mana dan dijawab dari perti Amerika. Woooow….! Saya langsung teringat jambulnya Donald Trump yang berkibar itu. Saya lihat persyaratannya kayaknya kok saya bisa memenuhinya. Lalu saya tanya berapa biayanya dan dijawab 40 juta. Wow….! Saya langsung ngecek saldo rekening saya. Onok tah…?! Lha itu kan belum biaya ‘wisuda’ dan penyerahan gelar di Amrik sana. Piro maneh duite… 🤔
Saya tidak tahu mengapa saya ditawari untuk beli gelar Doktor Honoris Causa oleh teman ini. Apakah ia melihat saya memerlukan tambahan gelar doctor honoris causa agar saya bisa tampil lebih keren dan percaya diri di depan teman-teman pensiunan saya. Atau mungkin ia melihat saya sebagai seorang kaya raya yang dengan mudah mengeluarkan uang 40 juta untuk sebuah gelar dari LN. Entahlah… Mungkin ia seorang pengusaha yang penting usaha… Namanya juga usaha….😁
Saya langsung menghubungi sobat ambyar saya Ahmad ‘Nanang’ Rizali yang selalu saya janjikan untuk jadi komisaris BUMN tapi sampai sekarang belum bisa saya penuhi.( Lha mbok pikir aku iki ring satu istana tah?) Saya tawari dia gelar doctor honoris causa dari Amerika. Mbok menowo tertarik. Ternyata dia tertarik tapi tidak mau kalau cuma satu. Maunya kalau bisa ya langsung 3 gelar. Alasannya Bu Megawati aja sudah punya 7 gelar Dr (HC). Hanthiik….! Are iki jan kemaruk… 😳 Mosok mau menyaingi Bu Megawati. Kemelipen arek iki. Tiga gelar DR (HC) lak yo wis 120 jeti. Opo dipikir duit sak mono kari nyablon dewe tah? Alasannya katanya kalau diundang presentasi honornya sumbut jika punya 3 gelar DR (HC). Arek iki jan ngisin-ngisini. Golek duit kok kuno gitu. Cuma mengharap dapat honor kalau diundang presentasi ke mana-mana. Itu kan sama dengan ngamen modal nggedabrus. Mbok ya buka kos-kosan, mracang, atau usaha isi air galon ulang kayak para pensiunan lainnya. Pokoknya yang pasif inkam gitulah…. 😁
Saya ditanya lagi sama teman kemarin bagaimana…?! Ya saya jawab ‘mungkin belum’. Sik tak pikire sing tenanan… Gelar Doktor Honoris Causa iki gak main-main. Melenceng sedikit jadi Horroris Causa.
Balikpapan, 12 September 2025
Satria Dharma