Di Brasil, Bolivia, dan Italia ada program unik bagi narapidana yang disebut “Penebusan melalui Membaca”. Program ini memungkinkan narapidana mengurangi hukuman mereka dengan membaca buku. Ide di balik program ini adalah untuk mendorong pendidikan dan pertumbuhan pribadi, sekaligus membantu narapidana meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi. Berdasarkan inisiatif ini, narapidana dapat memperoleh pengurangan hukuman hingga 4 hari untuk setiap buku yang mereka baca, dengan maksimal 12 buku per tahun di Brasil dan 16 buku di Italia.
Untuk berpartisipasi, narapidana harus memilih dari daftar buku yang disetujui dalam berbagai genre seperti sastra, filsafat, sains, dan karya klasik. Setelah membaca buku, mereka diharuskan menulis laporan atau esai untuk menunjukkan bahwa mereka memahaminya. Proses ini tidak hanya mendorong pembelajaran tetapi juga memberi narapidana cara yang produktif dan bermakna untuk menghabiskan waktu mereka di balik jeruji besi.
Program ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi residivisme (kecenderungan narapidana yang dibebaskan untuk mengulangi tindak pidana) dengan membantu narapidana memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk kehidupan di luar penjara. Melalui inisiatif ini, narapidana memiliki kesempatan untuk mendapatkan perspektif baru, meningkatkan pendidikan mereka, dan menciptakan jalur untuk reintegrasi ke masyarakat setelah hukuman mereka selesai.
Apakah di Indonesia ada program semacam ini? Kalau ada saya mau menyumbang buku untuk mereka. 🙏
Surabaya, 24 April 2025
Satria Dharma