Saya pernah membaca artikel tentang seorang manajer perusahaan di Jepang yang punya kebiasaan unik. Kalau dia libur dia akan keluar rumah dan berjalan sepanjang jalan sambil memunguti sampah yang ia temui. Kok ciamik betul perbuatan wong Jepang iki. Melok ah….! 😁
Jadi sekarang sambil olahraga pagi saya niatkan untuk sekalian memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalanan di mana rute saya olga pagi tersebut. Untuk peralatannya saya beli tas plastik besar dan sarung tangan. Kemarin saya coba di sekitar jalan di depan rumah saya dan ternyata dapat satu plastik penuh. Tapi kegiatan itu membuat punggung saya capek. Lebih capek ketimbang olga jalan kaki selama satu jam.
Saya sudah mengincer sebuah lokasi di mana ada banyak sampah berserakan. Dulunya itu adalah tempat container bak sampah di mana orang-orang di sekitar membuang sampahnya. Lalu container itu diambil oleh Pemkot dan penduduk tidak boleh lagi membuang sampah di situ. Tapi bekas-bekas sampahnya masih berserakan dan tidak ada yang merasa berkewajiban untuk membersihkannya. Dan itulah target utama saya….
Pagi ini saya dan istri sudah meniatkan untuk melalui rute tersebut untuk memulai acara pungut sampah tersebut. Alhamdulillah dapat sampah banyak. Jelas lebih banyak ketimbang yang diperoleh oleh orang Jepang tersebut. Kan Indonesia kaya raya dalam hal sampah. 😁
Begitu banyaknya sampai plastik sampah yang saya bawa hanya muat sampah diujung jembatan. Sisanya masih sangat banyak dan seolah belum diambil sama sekali. Saya salah duga. Saya pikir cukup satu plastik besar saja maka akan selesai. Ternyata jauh lebih banyak daripada yang saya duga. Itu artinya saya masih punya kesempatan besok atau kapan-kapan untuk meneruskan acara pungut sampah di tempat itu. 😁
Balikpapan, 24 Februari 2025
Satria Dharma