Anda tentu sudah pernah nonton film Titanic yang luar biasa tragis itu. Kapal Titanic sendiri merupakan kapal mewah yang berlayar pada 10 April 1912 dan tenggelam lima hari setelah berlayar. Tragedi itu merenggut nyawa sekitar 1.500 orang dari 2.223 penumpang. Lebih banyak yang mati ketimbang yang selamat di laut yang dingin membeku.
Karena ini kapal baru dan mewah banyak jutawan yang ikut kapal Titanic berlayar untuk pertama kali (dan terakhir kalinya).
Ketika Titanic tenggelam, kapal itu membawa jutawan John Jacob Astor IV. Katanya saking kayanya Astor uang di rekening banknya cukup untuk membangun 30 Titanic. Astor adalah penumpang terkaya di RMS Titanic dan dianggap sebagai salah satu orang terkaya di dunia pada saat itu, dengan kekayaan bersih sekitar $87 juta (setara dengan $2,75 miliar pada tahun 2023) ketika dia meninggal. Namun, ketika dihadapkan pada bahaya maut, dia memilih apa yang dia anggap benar secara moral dan menyerahkan tempatnya di sekoci untuk menyelamatkan dua anak yang ketakutan. Dia memilih tinggal di kapal yang akan tenggelam tersebut. Jadi dia tidak memilih untuk menyelamatkan dirinya dan lebih memilih memberikan tempatnya pada orang lain, yaitu dua anak yang ketakutan tersebut. Kekayaannya yang begitu besar tidak membuatnya jadi takut mati, apalagi mau mengorbankan nyawa orang lain. Sungguh mulia prinsip hidupnya tersebut. 🙏😔
Selain Astor ada juga jutawan Isidor Straus di kapal itu. Isidor adalah salah satu pemilik jaringan department store terbesar di Amerika, “Macy’s,”. Ia juga menolak untuk cari selamat sendiri dalam situasi genting tersebut. Ia juga lebih mengutamakan orang lain. Ia mengatakan: “Saya tidak akan pernah memasuki sekoci sebelum orang yang lain.”
Istrinya, Ida Straus, juga menolak naik sekoci karena suaminya menolak. Ia memberikan tempatnya kepada pembantu barunya, Ellen Bird. Dia memutuskan untuk menghabiskan saat-saat terakhir hidupnya bersama suaminya di kapal yang akan tenggelam itu.
Setelah tabrakan dengan gunung es, Ida Straus hampir memasuki Sekoci 8. Tapi Ida Straus memutuskan tidak akan pergi tanpa suaminya, Isidor. Isidor dijanjikan tempat di sekoci lain tetapi dia memilih untuk tidak pergi tanpa bareng istrinya. Dia meminta istrinya untuk naik dan istrinya berbalik dan berkata kepadanya, ‘Isidor kita telah bersama selama bertahun-tahun. Kemana kamu pergi, aku pergi. Tanpa kamu saya juga tidak akan pergi.” Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tinggal di kapal yang akhirnya tenggelam tersebut.
Orang-orang kaya ini lebih memilih untuk melupakan kekayaannya, dan bahkan merelakan nyawanya, daripada mengkompromikan prinsip-prinsip moral mereka. Pilihan mereka yang mengutamakan nilai-nilai moral menunjukkan kecemerlangan peradaban manusia dan sifat manusia yang mulia. Orang-orang kaya ini memberikan contoh tentang begitu pentingnya prinsip moral ketimbang seluruh kekayaan yang mereka miliki. Sungguh luar biasa mulia hati mereka. 🙏
Saya membayangkan seandainya saya sekaya raya mereka dan ikut kapal itu saya mungkin tidak akan bersikap semulia dan seheroik mereka. Saya mungkin juga akan berebut untuk naik sekoci dan tidak peduli pada penumpang lain. Golek slamet nomer siji…! 🥴
Surabaya, 20 Juni 2024
Satria Dharma